Oct 22, 2013

Agama di Jadikan Alat Memenuhi Nafsu

Beratus-ratus tahun tiada henti-hentinya pertikaian antar agama. Aliran yang satu dengan yang lain saling menyalahkan. Tiap golongan membanggakan golongannya sendiri. "Kullu hizbin bima ladaihim farihuun... (Qs Ar Ruum 31-32).

Buku sejarah telah penuh dengan catatan konflik akibat peristiwa keangkuhan manusia yang membawa agama sebagai kepentingan nafsunya. Kasihan Rosulullah seandainya Beliau melihat kenyataan ummatnya bercerai berai, penuh kebencian antar saudaranya sendiri. Sedangkan Beliau diutus sebagai contoh umat yang sempurna (uswatun hasanah), dan sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Saat ini sebagai kekuatan ruhani telah kehilangan pamornya. Agama dijadikan alat untuk memenuhi nafsunya, bukan dijadikan sebagai alat penyejuk hati dan pendamai dunia. Terbukti kita sulit merasakan nyaman dan tentram duduk berlama-lama bersama Allah, dan lebih senang melihat orang berbicara yang diulang-ulang penuh retorika belaka. 085227547061xxx

Jawab: Anda benar...

Sesama ummat harus saling menghormati dan menghargai, saya setuju itu. Konflik memang memicu terjadinya pertentangan, maka janganlah kita menjadi bagian dari konflik tersebut.

Rosulullah meninggalkan warisan Al Qur'an dan Sunnah maka jadikan ia pegangan. Al Qur'an yang diulang-ulang agar manusia mudah menghafal dan memahaminya. Rosulullah orang yang sangat santun, ia pasti akan melihat segala permasalahan secara menyeluruh sebelum memberikan masukan. Jika niatnya baik tetapi caranya salah, pasti beliau akan mengarahkan dan membenarkan. Kecuali memang niatnya di awal sudah salah.

Maka mulailah dari diri sendiri untuk menjadikan Islam sebagai uswatun hasanah dan rahmatan lil alamiin. Mulailah dari diri sendiri untuk menjadi penyejuk bagi sesama manusia khususnya ummat Islam. Jadikan islam sebagai pendamai dan itu dimulai dari keluarga kita terlebih dahulu.

Jika menurut anda ada yang menjadikan agama sebagai alat memenuhi nafsunya maka berbicaralah dengan bijak dan nasehatilah. Mana-mana yang diklaim seperti itu kemudian luruskanlah. Diskusikan dengan mereka apa yang menurut anda salah. Diskusikan dengan jelas dan baik, supaya tidak menjadi prasangka..

Uswatun hasanah adalah contoh yang baik, maka jadikan diri kita contoh yang baik terlebih dahulu supaya menjadi contoh orang lain. Rahmatan lil aalamiin artinya menjadi manfaat untuk sesama dan alam semesta, maka jadikan diri kita bermanfaat dahulu terhadap keluarga dan sesama supaya menjadi contoh bagi yang lainnya.

Keberagaman adalah keniscayaan, perbedaan adalah rahmat. Maka lihatlah dari sudut pandang yang menyeluruh kemudian terimalah ia sebagai keniscayaan. Kadangkala apa yang kita yakini benar tetapi menurut orang lain adalah salah, dan itu juga merupakan hal yang lazim. Yang paling baik yakni jangan merasa paling benar, itu juga maksud anda khan?

Kami setuju setiap huruf dari apa-apa yang anda sampaikan, tentunya dari sudut pandang saya sendiri..

Wassalam wrwb



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment