Aug 17, 2013

Ustadz Ceramah Memasang Bayaran/ Tarif?

Bolehkah ustadz ketika ceramah meminta bayaran atau tarif? Ini termasuk hal-hal yang lumayan sensitif. Disebabkan karena yang mereka ajarkan adalah ilmu agama. Sudah menjadi rahasia umum kalau ustadz ceramah kebanyakan ada amplopnya. Bolehkah?

Saya bukan ustad dan tidak pernah ceramah, tetapi menurut saya itu boleh-boleh saja. Simak apa kata Ust. Fatih Al Faiz dari bekasi. Kata beliau kurang lebih begini. Ilimu agama dan ilmu lain sama-sama berasal dari Allah swt. Sumbernya satu. kalau guru matematika, fisika dll diberikan gaji maka apa salahnya Ustadz mendapatkan bayaran?

Jika Mas Tukul sekali bicara dapat ratusan juta itu tidak dilarang, mengapa ustadz yang mengajak kebaikan dan menolak kemungkaran kemudian mendapatkan upah ratusan ribu lalu dilarang?

Jika untuk sekolah, kuliah, kursus dan lain sebagainya kita rela mengeluarkan uang jutaan, puluhan juta bahkan ratusan, tetapi ketika mengundang kyai kita berat untuk mengeluarkan uang ratusan ribu saja.

Kyai atau ustadz juga manusia, biasanya ia lebih banyak hanya mengajar tentang agama tanpa ada penghasilan lain. Dan upah ketika ceramah merupakan hal yang wajar untuk mereka bisa makan dan membeli pakaian.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Begitulah kira-kira menurut Ustadz Fatih.

Kalau saya sendiri, memberi upah Kyai atau Ustadz adalah hal yang wajar. malah kalau tidak memberikan upah menjadi tikak manusiawi. Mereka sama seperti guru atau dosen yang mengajarkan ilmu. Bedanya Kyai atau Ustadz mengajarkan ilmu untuk kebahagiaan dunia akherat. Untuk itu seharusnya mereka malah mendapatkan jauh lebih banyak. Sudah saatnya ustadz disejahterakan demi perbaikan ahlak jamaah.

Jika gaji dosen bisa jutaan maka upah kyai seharusnya bisa lebih banyak dari itu. Supaya semakin banyak lagi orang yang mau mengajarkan tentang agama dan kebajikan. Ujung-ujungnya diharapkah ada perbaikan ahlak bagi kita semua.

Yang saya tahu tidak ada satupun Pendeta yang miskin. Bahkan mereka sangat sejahtera karena jamaahnya memberikan upah yang tinggi. Berbanding terbalik dengan kyai yang kebanyakan miskin. Untuk kyai atau ustadz tidaklah muluk-muluk. Cukup berikan mereka imbalan sepantasnya.

Ulama yang memperbolehkan berpedoman pada sebuah Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya, cetakan Daar al Fikr, tahun 1981, Juz VII halaman 23 dengan nomor Hadits 5737, dari Ibn Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

  إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللهِ "

Artinya: “ Yang paling berhak untuk kalian ambil upahnya adalah (mengajarkan) Kitab Allah “.

Ayo, siapa yang mau mensejahterakan Kyai atau Ustadz?? Insya Allah berkah dunia akherat. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment