Aug 22, 2013

Tak ada perubahan, tak ada kemajuan

Syahdan disebuah perusahaan antah barantah, manajemen memutuskan untuk merubah skema insentif bagi divisi marketing. Insentif naik 2 kali lipat dengan syarat penjualan produk lainnya harus memenuhi target tertentu. Melihat skema insentif yang baru tersebut Zul melihat ada kesulitan tingkat tinggi untuk merealisasikannya. Di satu sisi insentif naik 2 kali lipat disisi lain jika tidak jualan produk tertentu maka insentif hangus. Parahnya lagi produk lain yang wajib terjual adalah produk yang tidak laku.

Tentu saja sebagian besar tenaga marketing mengeluhkan skema baru tersebut. Hanya ada Zul dan beberapa temannya yang menyambut antusian.

Zul: "Aha, ini bagus. Insentif kita bisa 2 kali lipat"
Luh: " bagus sih bagus, tetapi jadi berat karena syaratnya. Bisa2 insentif didepan mata hangus karena produk lain tidak jualan. Males saya, resign saja cari yang baru"
Bang: "Kalau saya wait n see saja lah"

Begitulah respon berbeda yang ditunjukkan oleh personel marketing.

Kalau kita analogikan cerita diatas sama sebagaimana naiknya harga bensin beberapa waktu lalu. Ada beberapa respon terhadap perubahan tersebut. Ada yang mengeluh ada pula yang optimis. Kenaikan bensin bagi masyarakat dianggap mencekik dan menyengsarakan. Tetatpi sebenarnya dibalik itu adalah momentum yang pas untuk kita mau berubah. Dari yang awalnya bekerja biasa saja menjadi bekerja luar biasa karena tekanan ekonomi. Ujung-ujungnya kita bisa menemukan potensi yang selama ini terpendam. Bisa menjadi manusia yang tahan banting dan bermental pemenang. Apapun perubahannya, sepahit apapun itu ada celah untuk menggembleng diri menjadi lebih baik.

Perubahan itu memang tidak nyaman. Setiap perubahan ada resiko yang pasti kita tanggung. Comfort Zone to Danger Zone. Perubahan itu seringkali membuat keuangan kita berkurang, tetapi pasti ada satu yang bertambah.. Yakni mental pemenang. Thats a very important character to achieve success

Tapi tak ada perubahan tak ada kemajuan.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment