Aug 20, 2013

Keajaiban Ikhlas dan Syukur, Sebuah Wejangan Guru

Beberapa tahun yang lalu Di sebuah masjid di daerah bekasi Zul mendapatkan wejangan dari gurunya... Wejangan yang dalam namun nyata adanya... Thats Real. Mengapa saya katakan begitu? Karena saat ini hidup Zul ibarat langit dan bumi. Dulu sudah miskin jahat pula, dan sekarang kaya raya namun tetap bersahaja. Mau tahu apa wejangan Gurunya Zul? Begini....

 
Guru: "Zul, kita itu wayang. Dalangnya Maha Penyayang. Maka ikuti apa kata dalang dan jangan melawan. Mana mungkin dalang akan mencelakakan, pasti hasil akhir membahagiakan. Zul, cobaanmu, penderitaanmu, kemiskinanmu itu sudah bagian dari rencana dalang, terimalah dengan ikhlas dan jangan melawan, karena dalang Tahu akhir ceritamu sedangkan kita tidak tahu"

Zul: "Apakah kita harus mensyukuri ujian ini guru? Tapi susah buat saya, bagaimana mungkin saya bersyukur dalam kemiskinan?"

Guru: "Ya.. Karena kalau kita melawan kita tidak akan pernah sampai ke ending ceritanya yakni kebahagiaan, malah penderitaan itu akan tambah menyiksa. Kalau kita percaya skenario dalang dengan cara ikhlas menjalani takdir, maka percayalah akhirnya adalah happy ending. Terima ujian itu, karena memang semuanya sudah menjadi kehendak dalang, susah memang tapi begitulah adanya. Ikhlas dan Syukur adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Paham Zul?"

Zul: "Baik guru, saya ikhlas dengan ujian ini"
http://magis7.com/?id=bisnis
Klik Disini


Guru: "Satu lagi Zul, Semua skenario manusia adalah sukses dan bahagia dunia akherat. Syaratnya cuma satu, ikuti apa mau dalang dan jangan melawan. Tahu syetan Zul? Syetan menakut-nakuti kita dengan kemiskinan dan menyuruh kita melawan skenario Tuhan dengan perbuatan jahat, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia_Nya"

Zul: "Super sekali Guru, saya janji akan berlatih menerima sepahit apapun ujian ini, karena yakin bahwa ini semua merupakan Kehendak Tuhan YME. Saya yakin Tuhan mempunyai rencana dibalik kemiskinan ini. Saya yakin endingnya adalah kesuksesan dan kebahagiaan"


Guru: "Begitulah Zul, itu baru betul"

Zul: "Terimakasih banyak Guru"


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment