Aug 15, 2013

Keajaiban Bersyukur Terhadap Nikmat Allah swt

Selepas idul fitri, saya bertemu dengan Kyai Muh, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari pedalaman pegunungan di Jateng. Ada satu hal yang membekas dihati, yakni ketika beliau mengatakan, pada hakekatnya kita ini kurang bersyukur.


Coba bayangkan diri kita sewaktu kecil. Saat masih bayi gigi kita tidak tumbuh. Allah lah yang belum memberikan kita gigi, semua karena kasih sayang_Nya. Saat masih bayi gigi belum tumbuh karena usus belum mampu untuk mencerna makanan yang keras, tetapi hanya susu saja yang bisa dicerna. Bayangkan jika umur kurang dari setahun sudah tumbuh gigi lengkap, niscaya akan rusaklah organ dalam kita.

Kemudian bernajak 3 sampai 5 tahun gigi mulai tumbuh satu persatu. Dan seiring dengan itu pula balita mulai menyukai makanan selain susu yang sedikit kenyal seperti bubur, pisang, roti dll. Selanjutnya mulai doyan jajan, nasi, tempe dll. semua berjalan begitu seimbang antara gigi dan makanan yang bisa dikunyah, sampai kepada usus mampu untuk mencerna makanan yang keras dan liat.

Ketika beranjak tua satu persatu gigi mulai tanggal. Allah lah yang membuat gigi kita tanggal. Supaya kita memahami bahwa ada saatnya apapun yang kita punya bisa diambil_Nya kapan saja. Allah yang membuat gigi tua kita tanggal seiring dengan melemah dan mengkerutnya usus kita dimana sudah tidak mampu lagi mencerna makanan yang keras. Sekali lagi itu bentuk kasih sayang Tuhan Semesta Alam. Coba ingat dan kenang apa keinginan kita sewaktu lapar, tentu makan sekenyangnya dan seenaknya tidak peduli apakah usus kita kuat mencerna atau tidak. Itulah keinginan manusia yang memang cenderung serakah. Makanya Allah menanggalkan gigi kita agar usus kita senantiasa mampu memilih dan memilah makanan untuk bisa dicerna.

http://www.adhinbusro.com/2014/02/download-gratis-magis-7.html

Itu hanyalah sebagian kecil dari apa-apa yang Allah berikan nikmat kepada kita, berupa gigi. Belum ribuan yang lain yang sarat akan hikmah. Lalu sudahkah anda bersukur dengan gigi anda saat ini? Jika gigi anda sakit, atau tanggal, atau ompong atau tidak rata dan lain sebagainya, apakah anda mensykurinya?. Atau malah anda suka meratakan gigi dengan kawat atau yang lainnya karena malu dengan pemberian Allah? Nyata bahwa bersukur tidak lah gampang. Perlu mengerti dan memahami dengan pemahaman yang benar.

Kemudian sampai kepada kesimpulan bahwa ternyata kita masih jauh dari kata bersukur. Ada ribuan nikmat yang Allah berikan kepada kita namun hanya sedikit yang kita sukuri. Kebanyakan kita tidak bersukur dengan pemberian Allah bahkan ingkar. Kebanyakan kita hanya berterimakasih ketika mendapatkan nikmat materi namun meratap ketika diberikan nikmat berupa kekurangan materi,

Satu hal yang perlu dicamkan bahwa Allah memberikan nikmat tersebut menyimpan hikmah yang besar, sebagaimana gigi anda. Semua bentuk kasih sayang_Nya kepada kita. Pahami ini dengan benar niscaya rasa sukur itu sedikit demi sedikit akan tumbuh. Sebagai hasil akhirnya, apapun pemberian Allah kepada kita akan kita anggap sebagai sebuah nikmat dan karunianya. Semakin hari semakin banyak sekali nikmat Allah yang akan kita sukuri. Seterusnya tak terbatas. Allah swt berfirman;

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, ................."(QS.ibrahim ayat 7)


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment