Jun 26, 2013

Sandaran Hidup Sejati

Seorang anak kecil akan mempercayai orang tuanya untuk melindunginya. Keyakinan yang besar membuat seorang anak berani melakukan sesuatu walaupun berbahaya, toh orang tuanya akan melindungi dengan nyawa mereka.. Betul??


Itulah sandaran hidup.. Bagi kita yang sudah akil baligh atau dewasa tentu saja tidak bergantung lagi kepada orang tua. Saat akal sudah berfungsi dengan baik maka tanggung jawab hidup menjadi beban masing-masing. Saat itulah kita membutuhkan sebuah sandaran yang akan melindungi kita dari segala problem hidup serta tantangan dan marabahayanya.

Banyak yang menyandarkan hidupnya kepada penguasa, harta, dukun bahkan syetan. Itulah selemah-lemah sandaran hidup.

Nyatanya kita masih perlu banyak belajar dan membuktikan bahwa sandaran hidup kita adalah Tuhan Yang Maha Esa. Pada realisasinya mulut berkata tindakan melanggar. "Kalau saya dipecat, anak istri makan apa?", sebuah kata yang tidak terasa membuat melenceng jauh dari sandaran hidup yang sebenarnya. Harta dijadikan sandaran.. Dan seringkali tanpa disadari

Kenapa?? Karena kurang mengenalnya kita kepada Tuhan YME.. Kalau kita sudah mengenal Sang Pencipta sebagaimana anak kecil percaya kepada orang tuanya niscaya hidup anda akan damai dan bahagia. Masalah rezeki bukan lagi menjadi problem yang berat. Toh ia percaya rezeki Tuhan yang Mengaturnya, mengapa harus takut??. Tanya hatimu, jika kemudian anda tiba-tiba dipecat dari pekerjaan anda, apa yang anda rasakan??

Jika ketakutan mendominasi artinya sandaran hidup anda masih lemah. Jika anda tetap tenang maka barangkali keyakinan anda tentang Tuhan YME sudah cukup baik.

Bagaimana cara mengenal_Nya dengan baik?? Kata Ustadz Dadung Hawari, belajarlah mengenal_Nya dari ahlinya. Ibarat sebuah masjid yang kita tidak tahu pembuatnya, tentu jika kita mencari-cari sendiri arsitektur atau tukangnya besar kemungkinan kita akan tersesat. Maka tanyakanlah kepada yang lebih tahu seperti Pak RT, atau pengurus masjid. Demikian juga langit dan bumi siapa pembuatnya?? Kemudian bagaimana sifat-sfat_Nya dan lain sebagainya.. Maka tanyakanlah kepada Ustadz atau ulama yang terpercaya

Makanya belajar tauhid harus dari ahlinya. Supaya kita diperkenalkan dengan Allah swt Sang Pencipta alam semesta. Supaya kita tidak tersesat.

Pada akhirnya setelah kita kenal kemudian otomatis keyakinan kita akan semakin besar. Insya Allah hidup anda akan damai dan bahagia, karena bersandar kepada Dia Yang Maha Segala-Galanya..

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment