Jun 13, 2013

Kita dihargai karena tindakan bukan sekedar kata-kata manis

Sebagian kita ketika berbicara dengan orang lain mengatakan seolah-olah kita hebat, berkuasa, kaya raya dll. Apakah tidak boleh?? Ya tergantung... Kalau sekedar pepesan kosong siapa sih yang respek??

A: "Saya itu sebenarnya punya rumah dan mobil dirumah, tetapi saya sih diam-diam saja. Sebenarnya duit saya banyak, tabungan ada ratusan juta rupiah, ntar kalau banyak ngomong dikira sombong"
B: " Wah hebat kamu"
A: Ndak cuma itu, sebenarnya bla-bla bla.........................................
B: "Asik dong, eh aku pinjem duit cepek dong, aku lagi kehabisan nih, buat beli susu anak"
A: "Nah itu dia, sebenarnya boleh-boleh saja tetapi kebetulan ATM lagi di pegang istri saya, saya nggak biasa pegang cash"
B: "Hadeh, yaudah besok atau lusa ya?"
A: "Wah berat bro, kalau ATM sudah dipegang istri pasti susah ambilnya"
Sambil ngeloyor pergi B ngedumel
B: "Payah, ngomongnya setinggi langit, segede bagong, nyatanya NOL"

Karena manusia itu tidak butuh sekedar kata, janji dan angan-angan kosong..
  • Tidak peduli katanya hebat, tapi buktikan kamu hebat
  • Tidak peduli katanya pejabat, tapi buktikan anda melindungi rakyat
  • Tidak peduli katanya kaya, tapi buktikan kalau kita bisa berguna dan bermanfaat
Manusia menghargai tindakanmu, bukan kata-kata dan janji manismu... Orang lain tidak akan respek kepada kita jika kita suka membual, mengatakan sesuatu yang tidak kita lakukan, tidak terbukti

Kalau memang hebat, maka hebatkan orang lain dengan keahlianmu. Kalau merasa kaya, maka kayakan orang lain dengan berbagi baik ilmu maupun harta. Buktikan... 

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. QS. Al-Shaff: 2-3

 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment