May 23, 2013

Hukum Penceramah Mendapatkan Imbalan/ Amplop

Beribadah musti ikhlas, semua orang juga tahu. Ikhlas seperti apa, semua orang takkan pernah tahu yang sebenarnya. Hanya Allah swt yang Maha Tahu.

Tentang memberikan ceramah/tausiyah/pengajian oleh banyak kyai/ustadz/ulama kemudian beliau mendapatkan imbalan berupa uang hukumnya apa?? Wah bukan wilayah saya untuk berbicara tentang hukum. Takut salah..

O iya, jika ada artikel dimana saya menulis tentang tafsir atau apapun jika salah mohon dimaafkan. Itu semua pendapat saya pribadi. Pendapat orang yang cekak ilmu yang ingin belajar.. Jika anda setuju silahkan diambil jika tidak setuju ya jangan diambil...

Back to laptop.
Lagi-lagi ini pendapat pribadi dimana banyak orang bahkan ulama yang tidak memperbolehkan ustadz atau penceramah mengenakan tarif. "Jangan menjual ilmu agama" katanya. "Ikhlas karena Allah swt" katanya..

Menurut saya penceramah silahkan mengambil upah. Bahkan kalau perlu penceramah dikayakan oleh para jutawan muslim. Dengan begitu orang yang faham agama akan semakin kaya sehingga ia bisa membeli banyak buku dan belajar dengan guru lebih dalam lagi. Semua butuh uang tidak kecuali penceramah..

Jika motivator sekali manggung bisa ratusan juta kenapa penceramah dikecualikan?? Bukankah sang motivator juga menjual ilmu Allah swt?? Apakah anda pikir ilmu sang motivator ia ciptakan sendiri tanpa campur tangan Allah swt??? Jawabannya tentu tidak sama sekali. Tidak cuma motivator, tetapi juga, guru, pendidik, dan semua kegiatan pengajaran ilmu sumbernya satu, yakni ilmu dari sisi Allah swt..

Kalau penceramah dikekang dengan larangan mengambil upah, maka sudah pantas kalau banyak kyai dan ulama yang miskin terus. Faktanya banyak sekali Kyai yang dimiskinkan dengan alasan ikhlas, Jadinya Islam susah majunya. Sudah tidak bisa disangkal lagi bahwa zaman ini adalah zaman dimana uang/ ekonomi memegang peranan yang vital bagi kemajuan sebuah bangsa atau peradaban.

Bagaimana jadinya kalau kyai atau ustadz adalah orang yang sangat kaya??? Jika basicnya karena Allah swt tentunya ia akan menggunakannya demi kemajuan agama. Sama seperti bagaimana jadinya kalau sahabat Nabi saw semuanya miskin?? Tentu Islam tidak akan sampai ke rumah anda. Islam sampai ke rumah anda salah satunya karena penyebaran. Penyebaran islam membutuhkan kekuatan ekonomi dan politik yang wajib kuat.

Abu Bakar ra kaya, Umar ra kaya, Ustman ra juga kaya, Abdurrahman bin Auf dan sebagreg sahabat Nabi saw lainnya kaya raya. Mereka menggunakan kekayaannya demi kemajuan Islam.  Jaman sekarang jutaan penceramah/ ustadz di Indonesia. Jika mereka kita kayakan Insya Allah Islam akan mencapai kemajuan peradaban yang luar biasa..

Sudahlah, ikhlas atau tidak ikhlas biarlah Allah swt yang menilai. Sudah saatnya sekarang ulama harus kita fasilitasi untuk belajar agama. Sudah saatnya Kyai kita kayakan, supaya mereka bisa hidup layak dan bisa mengkayakan jutaan orang lainnya..

Jika setuju Alhamdulillah, tidak setuju tidak mengapa. Tetapi kami hanya ingin bahwa islam bisa maju dan bangkit dari keterpurukan. Ulama adalah pioneer di dalam mengajak ummat untuk memajukan nilai-nilai islami.. Wallahu A'lam, hanya Allah Yang Maha Tahu...



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment