Apr 5, 2013

3 Tingkatan Keyakinan

Saya suka tulisan Bapak Agus Mustofa mengenai keyakinan. Makanya saya tulis kembali di blog kami. Tidak lain karena keyakinan itu merupakan dasar atau pondasi yang amat sangat penting untuk menjalani kehidupan ini. Apa yang anda yakini itulah anda..
TERLALU banyak hal yang belum bisa diungkap dengan akal. Tetapi itu tidak lantas membuat kita HARUS PERCAYA begitu saja dalam berproses mencapai KEIMANAN. Karena, keimanan memang harus dibangun dengan memaksimumkan kerja akal kecerdasan.

KEIMANAN adalah soal KEYAKINAN. Sedangkan keyakinan tidak bisa dipaksakan. Keyakinan hanya akan terjadi jika kita PAHAM. Dan kepahaman hanya bisa dicapai dengan PEMBELAJARAN. Sedangkan pembelajaran hanya bisa dilakukan dengan menggunakan AKAL KECERDASAN.

Itulah sebabnya, keyakinan memiliki tiga tingkatan. Yakni, ILMUL YAQIN yang mensyaratkan 'keilmuan' dalam proses keimanan. AINUL YAQIN yang mensyaratkan 'praktek' lewat pengalaman. Dan HAQQUL YAQIN yang mensyaratkan 'pengulangan' berkali-kali sehingga memperoleh RASA yang tak tergoyahkan.

Sedangkan, MEYAKINI hal yang GAIB itu bukanlah syarat keimanan, melainkan syarat KETAKWAAN. Karena, meyakini hal-hal gaib adalah konsep yang sepenuhnya masuk akal dan CERDAS. Bahwa, memang tidak semua realitas ini kasat mata ataupun kasat pancaindera..!

QS. Al Baqarah (2): 2-3
Kitab (suci Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang BERTAKWA. (yaitu) orang-orang yang BERIMAN kepada yang GAIB (tak kasat mata), yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka (di jalan Allah).
Sudahkah anda belajar meraih keyakinan yang hakiki?? Kalau belum yuk belajar di blog ini.
Sumber:  http://www.facebook.com/diskusi.tasawuf.modern
 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment