Mar 12, 2013

Apakah Manusia Mempunyai Kehendak Bebas?

Sebelum membahas kehedak manusia marilah kita tengok analogi tentang alam semesta yang terinspirasi dari Einstein sbb:

Jika melihat alam semesta yang tertata dengan sempurna maka, Kita itu seperti anak kecil yang memasuki perpustakaan sangat besar penuh buku dalam banyak bahasa. Anak itu tahu seseorang pasti telah menulis semua buku itu. Namun anak itu tidak tahu cara menulisnya. Anak itu tidak mengetahui bahasa yang mereka tulis. Anak itu sedikit mencurigai ada urutan misterius dalam penyusunan buku itu, tetapi tidak tahu tentang urutan itu.

Kita melihat alam semesta diatur dari awal hingga sekarang dengan sangat sempurna dan mematuhi hukum tertentu.  Tetapi kita hanya sedikit memahami hukum tersebut..

Jika kita sesekali merenung dan melihat dengan hati kemegahan alam semesta yang tunduk pada hukum tertentu maka kita akan menjadi yakin bahwa ada yang mengaturnya. Dzat Yang Maha Tahu dan Maha Cerdas.. Dzat yang pasti jauh lebih Tinggi daripada kekuatan kecil yang kita miliki, kemudian merasa rendah hati ketika berhadapan dengan_Nya.

Gerakan atom, bola bilyar sampai gerakan planet dan kosmos begerak mengikuti kekuatan misterius. Gerakan acak dalam atom sampai kosmos yang sebenarnya bukan acak semata, tetapi gerakan sempurna yang sebagian besar belum diketahui ilmunya oleh manusia. Nyata bahwa semua hukum telah ditentukan dari awal hingga akhir. Suka tidak suka gerakan atom, planet bahkan debu kosmos telah diatur seirama dan sempurna oleh kekuatan Maha Besar tanpa mampu sedetikpun kita kendalikan. Bisa saya katakan semua dalam tekanan dan kendali_Nya.. Semua dipaksa untuk tunduk patuh terhadap ketentuan_Nya.

Artinya semua telah di design sedemikian sempurna, baik serangga maupun bintang dilangit. Baik manusia, sayuran, planet atau debu kosmis.. Kita semua berdansa, bergerak mengikuti irama misterius yang seolah-olah dimainkan dari jauh, dari alam yang sama sekali kita tidak memahaminya namun serasa jelas dirasakan.

Kesimpulannya ada pada hal yang mengejutkan bahwa manusia dan kehendaknya tidaklah bebas. Ia dipaksa mengikuti kehendak Yang Maha Tinggi.

Anda membaca artikel ini berarti jauh sebelumnya sudah tercatat dalam sebuah buku besar yang tidak akan mampu kita pahami...

Jika membahas tentang spiritualitas maka ada fakta yang mengejutkan bahwa kita 100% adalah wayang..
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu
KLIK DISINI
  • Hadirnya seorang bayi sudah ditentukan sebelumnya, suka tidak suka ia akan lahir
  • Kemudian sudah ditentukan jatah rezekinya
  • Jodohnya
  • Matinya
  • Bahagia atau sengsara
  • Nerakanya atau surganya
  • Semua sudah ditulis dengan sangat rinci dan detail. Tidak keluar dari perhitungan_Nya walau sebesar atom sekalipun
Barangkali anda akan menyanggahnya. Tentu saja tidak ada yang melarang.. Karena memang sudah tertulis bahwa anda akan menyanggahnya..

Kalau begitu sengsara manusia sudah ditentukan sebelumnya?? Ya.... Itulah ilmu_Nya. Dia mengetahui sengsara dan bahagia semua manusia. Kalau Dia tidak tahu itu menyalahi sifat_Nya Yang Maha Tahu, Ilmu_Nya meliputi segala sesuatu..

"Jangan-jangan saya telah ditentukan sengsara oleh hukum_Nya" Makanya itulah Ilmu Tuhan tidak akan mampu kita fahami. Kalau begitu "Jangan mencoba-coba untuk memahami Tuhan Berkendak dan Berpikir". Itu sama sekali bukan wilayah kita. Tugas manusia sesuai dengan ilmunya. Jika ingin selamat dan bahagia maka bukalah pintu hatimu untuk selalu tunduk patuh kepada_Nya. Memurnikan ibadah hanya kepada_Nya..Jika dosa dan kemaksiatan yang selalu kita perturutkan maka itulah jalan kesengsaraan abadi. Renungkanlah...

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. Al Hadiid:3

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS At Taghaabun:11

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. QS Ibrahim: 4



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment