Jan 24, 2013

Urgensi Maulid Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw itu seperti kita juga. Ia adalah orang biasa yang mempunyai 2 mata, 2 tangan, 2 kaki dan sebagainya. Beliau juga bekerja, makan minum, tidur dan meninggal dunia. Tetapi menjadi luar biasa karna tingkat spiritualnya. Nabi saw adalah manusia juga bedanya beliau mendapatkan wahyu..

Saya bukan ustadz, tetapi tergerak hati untuk menulis tentang hal ini.. Kebenaran milik Allah swt, kami hanya mencoba melakukan sesuatu dengan benar..

Bicara mengenai maulid Nabi Muhammad saw maka kita banyak menemukan acara peringatan maulid Nabi saw dimana disitu dibacakan kisah hidupnya, keturunannya dan yang pasti bacaan penghormatan yakni shalawat.. Ada sebagian kalangan yang mengatakan Bid'ah sehingga menyebabkan kebingungan ummat..

Menurut kami itu bukanlah bid'ah yang buruk, dengan catatan tidak berlebih-lebihan.. Nah acara-acara maulid Nabi saw berlebihan atau tidak?? Jawabannya tergantung shalawat yang mana?? Makanya pahami maknanya dari shalawat yang kita baca agar mengerti apakah shalawat yang kita bacakan berlebihan atau tidak.. Jika isinya mengkuluskan Nabi saw dan menganggapnya mempunyai kekuatan sebagaimana Ke Kuatan Tuhan maka itu jelas salah..

Menghormati Nabi saw itu baik sekali asal jangan berlebihan. Asal tidak menjadikannya Tuhan. Menghormati Nabi saw dengan tidak mengkultuskannya dan menganggapnya Tuhan selain Allah sebagaimana agama Kristen yang meyakini Isa as adalah Tuhan..
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Sahabat, Kita wajib berterimakasih kepada orang yang berjasa baik itu guru, orang tua dsb. Kadang kala kita tidak mampu untuk membalas jasa baik orang tersebut, misalnya jasa Ibu kita.. Apalagi dengan Nabi saw, kita tidak akan mampu membalas jasa-jasa beliau. Makanya Allah swt menurunkan sebuah surat dalam Al Qur'an..

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS. Al Ahzab: 56)

Karena kita tidak mungkin membalas jasanya maka mintalah sama Allah swt dengan shalawat tadi.. "Allahumma shalli 'alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad"

Urgensi dari Maulid Nabi Muhammad saw adalah merasa bahagia dengan kelahiran beliau kemudian mencintainya dengan cara meniru dan mengamalkan apa-apa yang diajarkan.. Bershalawatlah kemudian ikuti ajaran Nabi saw. Jika shalawat kita bacakan atau lagukan namun kering dari makna dan arti maka hal itu menurut kami belumlah cukup..

Jika Nabi saw diutus untuk menyempurnakan ahlak maka jika kita mencintainya, perbaiki ahlak. Apa ahlak Nabi saw?? Ialah Al Qur'an. jadi jika kita mengaku mencintai Nabi saw pelajari Al Qur'an dan amalkan..

Shalawat artinya salam penghormatan kepada Nabi saw sebagai wujud cinta kepadanya..
Maka jika Nabi saw jujur, amanah, kasih sayang, jauh dari iri dengki, sombong dan sebagainya maka tirulah beliau. Jika tidak demikian artinya kecintaan kita masih perlu dipertanyakan.
Nabi saw shalat, puasa, haji dan sebagainya, maka jika kita mencintainya laksanakan syariat tersebut. Jika tidak demikian artinya kita berbohong ketika bershalawat..

Perayaan Maulid Nabi saw dimaksudkan untuk hal itu. Perayaan Maulid Nabi saw bukan hanya kegiatan ceremonial yang kering dari makna. Bukan sekedar semangat menabuh rebana dan gendang sambil melagukan shalawat lalu selesai. Menghadiri perayaan Mauli Nabi saw kemudian setelah itu bertambah kecintaan kepada beliau dengan cara mengamalkan ajarannya, itu baru cakep...

Sahabat, kita tidak sedang membahas perbedaan pemahaman tentang acara Maulid Nabi Muhammad saw, tetapi lebih kepada makna di balik maulid Nabi saw.. Kita menghormatinya dengan bacaan penghormatan yakni shalawat kemudian kita mencintainya dengan cara meniru ahlaknya yakni Al Qur'an.. Wallahu A'lam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment