Jan 15, 2013

Mencari Tuhan Yang Hilang

Berikut cerita dari sahabat dengan sedikit edit demi kebaikan yang bersangkutan.. Insya Allah jawaban sharing dibawah ini akan kami bahas dalam waktu secepatnya. Bukannya saya lebih pintar namun jawaban nantinya bagian dari sharing dan tukar pengalaman saja.. Sebelum membaca mari bersama-sama doakan kepada saudara kita ini untuk tetap dalam kesabaran, dan apa yang ia inginkan berupa pertolongan_Nya akan terkabul dan terealisasi.. Ucapkan Amin


AKU MENCARI ALLAH.....”


Saya sadar....saya adalah hamba Allah yang dhoif, dholim, lemah dan masih sangat banyak kekurangan untuk menjadi hamba yang bertaqwa......tetapi saya selalu berusaha untuk menjadi hamba Allah yang sholeh dan bertaqwa. Beberapa tahun terakhir saya sudah berusaha merubah diri menjadi hamba Allah yang sholeh, memperbaiki diri, memperbaiki ibadah dan sebagainya, ibarat kata saya sudah mulai bertaubat. Saya sudah mulai menjaga sholat fardhu di tambah sunnah rowatib, sholat tahajud hampir tiap malam walau kadang terputus juga, bila ada kesempatan slalu sholat dhuha, zakat bulanan, shodaqoh hampir tiap hari, beberapa bulan ini istigfar ratusan kali  bahkan ribuan kali sehari, selalu menjaga sholat fardhu di masjid bila tidak ada halangan, dan sholat shubuh hampir tiap hari di masjid , bahkan sholat shubuh ini Alhamdulillah selalu terjaga, dalam tiap tahun bisa di hitung dengan jari, saya tidak sholat shubuh ke masjid  (jika tidak ada halangan), sampai – sampai...mohon ma’af ada tanda hitam/kapalan di jidat saya. Bahkan ada tetangga saya yang mualaf karena pernikahan mulai rajin ke masjid, kata dia ke saya, dia ingin seperti saya, mencontoh saya rajin sholat ke masjid... Singkatnya, saya sudah semampu saya bertaubat, beribadah pada Allah..... (Astagfirullah...mohon ma’af, tidak ada maksud saya untuk riya’ )

Bulan Juli 2011 saya pindah kerja dengan niat mendapatkan perubahan yang lebih baik dalam hidup. Bahkan kalau tidak salah, gaji pertama saya yang masih belum full saya shodaqohkan sekitar 25% (dua puluh lima persen) sebagai rasa syukur kami dan sisanya buat biaya kami sekeluarga. Seiring perjalanan waktu suasana kerja mulai tidak nyaman buat saya, dan saya hanya bisa berdo’a dan berdo’a pada Allah, semoga Allah memberikan saya pekerjaan yang lebih baik. Bulan Rhamadhan tahun kemarin saya manfatkan bener-bener untuk berdo’a. Dan sekitar minggu ke-2 bulan November 2012, saya mengajak istri saya untuk meningkatkan do’a dan tahajud selama 40 hari full 11 rokaat tanpa putus karena sebelumnya terkadang tahajud kami terputus juga dan tidak sampai 11 rokaat. Kami melakukanya dengan harapan semoga Allah memberi jawaban atas do’a kami yang serius dan istiqomah. 

Akhir November 2012 saat tahajut kami berjalan sekitar 2 minggu, saya di panggil managemen perusahaan, apa kira – kira yang saya dapat....? secara mendadak Saya di pecat olah perusahaan tanpa tau apa kesalahan saya, waktu itu saya hanya bisa berucap Innalillahi wa innalillahi roji’uun, saya sangat sedih dan kecewa..... apakah ini buah dari tahajud saya...? padahal do’a yang selalu saya panjatkan dalam tahajud agar Allah memberikan saya pekerjaan yang lebih baik lagi  tapi saya malah kehilangan pekerjaan. Tapi saya tidak mau berhenti berdo’a, saya lebih tingkatkan lagi ibadah saya, do’a saya dan sampai saya tulis kisah saya ini tanggal 12 Januari 2013, tahajud saya sudah berjalan 64 hari (2 bulan) tanpa putus dan full 11 rokaat di samping juga usaha saya mencari pekerjaan sacara lahiriah. Masih menganggur dan belum dapat pekerjaan, membuat saya sedih dan merasa sempit hidup ini, mengapa saya memohon pada Allah suatu kebaikan dengan cara yang di anjurkan Allah sendiri, malah keburukan yang saya dapat? Kebingungan dan keraguan mulai mengahantui saya, tentang Allah, tentang do’a, tentang taqwa, tentang ibadah, tahajud, shodaqoh, istigfar, dhuha dan lain sebagainya.....

Beberapa kali saat saya sedang bingung sekali, saya mulai bertanya tentang Allah. Allah akan mengabulkan do’a hamba yang berdo’a kepadaNYA di sepertiga malam terakhir.... saya sudah lakukan dan tahajud juga sudah menjadi bagian dari ibadah yang rutin saya lakukan walau sebelumnya pernah terputus juga, tapi saya selalu berusaha untuk istiqomah tahajud. Nah.. saya memohon pekerjaan yang lebih baik pada Allah, malah saya di pecat managemen perusahaan tanpa tahu kesalahan saya apa..... inikah  buah tahajud saya....?
 
·     Zakat setiap bulan sudah saya tunaikan dan lebih dari yang seharusnya saya bayar.....Saya senang bershodaqoh! Dari mulai ribuan, ratusan ribu bahkan pernah juga sampai 1 juta yang mana angka itu sudah teramat besar buat saya, apalagi waktu shodaqoh 1 juta kondisi keuangan saya juga pas pasan. Waktu itu saya sedekahkan di  PPPA  Darul Qur’an. Begitu juga saat sekarang saya tidak bekerja saya masih usahakan untuk bersedekah. Kemarin saya punya uang kalo saya buat bayar hutang dan biaya hidup juga membyar keperluan yang lain selama satu bulan ini (Januari) tidak akan cukup, saya masih shodaqohkan 500 rb lebih, dengan harapan Allah akan memberi balasan pada saya atas shodaqoh saya. Minggu lalu saya pernah ngetes Allah, dompet saya ada 106 ribu, semua saya sedekahkan, semoga saya mendapat balasan Allah lewat keajaiban sedekah yang saya lakukan dalam kondisi kepepet dan sampai saya tulis kisah inipun saya belum membuktikan akan Janji Allah, akan keajaiban sedekah. Bukankah Allah akan mengganti setiap sedekah dengan balasan 10kali, 70 kali, 700kali lipat bahkan lebih banyak lagi tergantung kehendak Allah....? Lalu dimana balasan dan keajaiban sedekah saya yang sudah saya lakukan? tentang sedekah inipun saya masih belum banyak mambuktikan akan janji Allah..... (mohon ma’af atas nilai sedekah yang saya sebut, tidak ada maksud untuk pamer atau riya’) 

·     Fadillah Istigfar diantaranya, Allah akan memberi kemudahan dalam setiap urusan, melapangkan setiap kesempitan dan memberi rezeki dari arah yang tiada di sangka sangka... saya sudah lakukan ratusan kali dalam sehari kadang sampai ribuan kali, dan rezeki saya/pekerjaan saya malah hilang dan urusanpun menjadi rumit.....inikah fadillah Istigfar yang saya lakukan..... mana Janji Allah....?
·     Setelah saya kehilangan pekerjaan, saya berusaha berkhusnudhon pada Allah “ mungkin setelah saya tahajud 40 hari tanpa putus Allah akan mengabulkan do’a saya, ternyata tidak juga. Atau mungkin setelah tahajud sekian hari-sekian hari Allah akan mengabulkan do’a saya... sampai saya tulis kisah inipun dan tahajud saya tidak putus, Allah belum juga mengabulkan do’a saya. Bukankah Allah itu tergantung dari prasangka hambaNYA...? saya sudah berusaha berprasangka baik pada Allah, ternyata prasangka saya tidak juga menjadi kenyataan..... betulkah Allah tergantung dari prasangka hambaNYA....?

·     Barang siapa yang bertaqwa pada Allah maka Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak di sangka sangka. saya  sudah berusaha bertaqwa pada Allah semampu saya, dan menurut saya pun, saya sudah berada dalam jalan Allah. Dan rezeki/pekerjaan saya pun hilang, inikah buah dari taqwa yang sudah saya lakukan....?
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/


·     Bertawakal dan bersabar... ini yang teramat sulit dan tetap saya lakukan, dan yang membuat kesabaran saya terkikis karena  saya belum banyak membuktikan akan Janji-janji Allah, kemurahan Allah, pertolongan Allah, jawaban dari do’a saya pada Allah, bukan Cuma kesabaran, bahkan keimanan saya pada Allah, tentang Allah sudah mulai terganggu, karena saya merasakan semakin saya meningkatkan ibadah, semakin jauh Allah dari saya......

·    Terbersit dalam benak saya untuk melakukan seperti tetangga dan temen-temen kebanyakan yang lain. Mereka ibadahnya biasa saja, yang penting sholat walaupun tidak di masjid, puasa yang penting sudah puasa, bahkan ada yang kadang sholat dan meninggalkanya (boro boro tahajud), tetapi mereka justru urusanya seperti di permudah, rezekinya banyak hidupnya terlihat bahagia.... tetapi saya tidak mau! Saya harus menjadi hamba Allah yang sholeh, bertaqwa, rajin ibadah. Tentu keinginan saya adalah menjadi orang sholeh dan kecukupan/banyak rezeki, mudah urusan dunia dan akhirat. Dan pertanyaanya kenapa justru mereka yang ibadahnya biasa saja bahkan kurang kok malah rezekinya banyak, urusanya mudah dan bahagia....? bukankah ini terbalik..? apakah Allah salah melihat dan menilai hambaNYA?

·    Saya sudah berusaha penuhi semua faktor – faktor agar do’a di kabulkan Allah, dari waktu berdo’a, adab berdo’a, keyakinan dalam berdo’a sampai saya banyak menangis mengharap pada Allah, terasa sudah mentok saya berdo’a pada Allah.....

Intinya... saya sedang mencari Allah, kebenaran tentang Allah dan janji-janjinNYA, pertolongan Allah yang katanya teramat dekat, kasih sayang Allah, pengabulan do’a kepada Allah, rencana Allah yang indah dan masih banyak lagi. Saya sedang mencari Allah....keimanan saya sedang terganggu, hidup saya berasa sempit, saya tidak punya penghasilan lagi, sementara saya hanya menjadi beban saudara saya untuk mencukupi kebutuhan.... sampai kapan yaa Allah.....?

Walau demikian, saya berusaha tetap istiqomah beribadah pada Allah, mensyukuri apa yang bisa saya syukuri, berusaha menyakini tetang Allah walau mulai terganggu, berusaha sabar dan tawakal walau berat, tetap berdo’a dan yakin akan di kabulkan walau terasa gamang/ragu, tetap berkhusnudhon pada Allah walaupun merasa pesimis...... Yaa Allah....ampuni hamba atas segala dosa dan kedholiman hamba, hanya kepadaMU hamba berdo’a dan berharap, hanya kepadaMU hamba memohon dan meminta,  hanya kepadaMU hamba bersandar dan berlindung, hanya kepadaMU hamba berserah diri dan memohon pertolongan.......

Saya tau, mungkin ini ujian Allah....... tetapi saya sangat berat menanggungnya, karena kondisi iman saya yang masih lemah, saya takut akan semakin melemah lagi keimanan saya pada Allah.....
(cerita ini murni yang saya alami sekarang, tidak ada maksud riya’, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan. saya memohon do’a semoga Allah memberi pertolongan pada saya dan keluarga serta mohon nasehat/komentar....Jadzakullah)
Hamba Allah.....

Sebelum dibahas lebih lanjut pembahasan berikut barangkali bermanfaat
Iman Kepada Allah swt
Tuhan Yang mana?? 

Sudah dhuha sudah tahajud rezeki tak kunjung lancar..

Disini jawaban atas masalah diatas, semoga bermanfaat
Klik disini untuk artikel jawabannya  

 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment