Jan 7, 2013

Ilmu Yakin, "Tuhan Yang Mana?"

Sebagian dari kita menginginkan perbaikan dalam hidup dan rezeki. Sebagian memakai sarana amalan rezeki untuk melatih otot-otot keyakinannya. Melatih mengalahkan logika dan lebih percaya kepada Ilmu Tuhan.. Janjinya Pasti Benar bahwa Dia akan merubah ahli dhuha, ahli sedekah dan ahli Tahajud.. Namun sebagian orang bimbang karena merasa sudah rutin praktek amalan rezeki tetapi hidup tak kunjung berubah. Sia-sia melakukan amalan yang melelahkan karena Tuhan tidak merubah hidup dan rezekinya.. Ia ragu dengan Tuhan nya.. "Tuhan yang mana yang membagi rezeki??" Katanya..

Zul pulang kampung.. Malam itu perjalanan sampai alas roban.. "Kok gelap dan sepi ya?" batinnya...
Zul mulai takut dengan keangkeran alas roban.. Apalagi ia membawa anak dan istrinya..
Tak terasa ia mulai menyebut nama Tuhan dengan jujur dan ikhlas. Ia meminta pertolongan_Nya agar perjalanannya lancar..
Tiba-tiba di sebuah tikungan ia dikagetkan dengan pohon yang melintang di tengah jalan. Lalu segerombolan orang mirip begal muncul dan mendekati Zul.. Ia sangat panik, anak dan istrinya menjerit-jerit..
Zul sadar dan mengakui bahwa tidak akan ada seorangpun yang mampu menolong ia dan keluarganya..,, kecuali Tuhan Sang Pencipta
Tanpa sadar mulut, diri, jiwa dan segenap hatinya melantunkan sebuah doa.. "Ya Allah tolonglah kami"
Ia memasrahkan semuanya kepada pertolongan Tuhan. Hanya Dia satu-satunya yang dimintai tolong. Hanya Tuhan yang satu, bukan dua apalagi tiga.. Hilanglah sudah semua benda-benda yang ia pertuhankan sebelumnya. Hilanglah sudah kekayaan dan jabatan yang kadang menjadi tuhannya.. Hilanglah sudah segala patung, jimat, batu akik dan semua kebendaan yang ia yakini sebelumnya..
Tiba-tiba Zul menjadi orang islam yang sebenarnya. Islam atau menyerahkan diri..
Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, bukan yang lain
.........................................................................
Beberapa saat kemudian Zul dan keluarganya terlihat istirahat sambil ngopi-ngopi bersama keluarganya.. Juga ada beberapa pemudik lain dan warga sekitar. Ternyata saat itu listrik sedang mati. Dan pohon yang melintang memang baru saja roboh...
Setelah melanjutkan perjalanan Zul bergumam dalam hati, "Terimakasih Ya Allah"
Zul mengucapkan dan menzikirkannya dengan tulus dan bahagia... Mengucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Satu.. Yang Esa

Pembaca, apakah anda bisa mengambil hikmah dari cerita fiksi diatas? Benar, secara fitrah semua hati manusia mengangguk akan fitrah ketuhanan.. Universal
Manusia banyak terlupa dan ingkar karena hati yang kotor dan nafsu yang selalu dituruti...

So, apapun permintaan anda maka panjatkanlah secara tulus ikhlas hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.. Sebagaimana anda memanjatkan doa disaat keadaan genting..
Panjatkan kepada Allah Yang Esa, Bukan amalan, bukan jimat apalagi patung...

Apapun yang terjadi baik ataupun buruk tetaplah memurnikan permintaan anda kepada Tuhan Yang Esa.. Tugas manusia berdoa dan berusaha.....
Hidup dan rezeki anda belum membaik itu kehedak Tuhan
Hidup anda berubah dengan keajaiban itu juga dari Tuhan
Miskin ataupun kaya Kehendak Tuhan
Penderitaan itu cobaan dari Tuhan
Maka...
Sabar dan tetap berhati syukur...
Tetaplah kepada kesabaran apapun hidup kita. Sabar tanpa batas, sabar tanpa syarat


Dan sesuatu yang pasti,pasti dan pasti..........
Setelah kesulitan ada kemudahan
Dan setelah kesulitan ada kemudahan
Itulah Janji Allah, Tuhan Yang Maha Esa



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment