Jan 7, 2013

Ilmu Yakin, "Iman Kepada Allah"

Melakukan sebuah amalan tanpa keyakinan tentu saja sia-sia. Yakin bahwa apa yang dilakukan tidak akan sia-sia karena ada yang menjanjikan sebuah ganjaran/balasan. Siapa yang menjanjikan?? Dalam hal ini Allah lah yang menjanjikan. Sayangnya karena iman kita begitu tipisnya sehingga kita melakukan sebuah amal ibadah kadang-kadang tidak tahu untuk apa..

Kalau ditanya untuk siapa? Pastinya untuk Tuhan Semesta Alam.. Tetapi nyatanya banyak diantara kita yang tidak sepenuhnya paham dan mengerti arti atau hakikat yang sebenarnya. Kebanyakan lemah tauhid lemah iman, termasuk saya sendiri..

Kalau nyata iman dan tauhidnya pasti ketika Allah sudah menjanjikan bahwa sedekah akan dilipatgandakan maka kita akan berlomba-lomba menyedekahkan harta yang kita cintai. Nyatanya tidak demikian, kita cenderung menahan harta kita dan takut berkurang karena sedekah. Jika balasan taat adalah surga dengan kenikmatan tiada tara dan takkan pernah terlintas dalam hati sekalipun tentunya kita akan berlomba-lomba melakukan amal kebaikan.. Kalau balasan ingkar adalah neraka yang adzabnya tiada tara dan takkan pernah terlintas kengeriannya dalam hati tentunya kita akan sangat hati-hati dalam bermaksiat. Nyatanya dosa dan maksiat kita lakukan tiap hari dengan terang-terangan. Inilah fenomena...
http://magis7.com/?id=bisnis
Klik disini

Kalau di telaah lebih dalam lagi, artinya kita cenderung kurang percaya akan adanya Tuhan dan cenderung kurang percaya akan adanya hari pembalasan abadi.. Kita harus membuka diri dan jujur terhadap diri sendiri sebatas mana kadar keimanan kita terhadap hal ini...

Makanya waktu yang tersisa dalam menjalani hidup ini luangkanlah sejenak untuk bertafakur dan merenung, kemanakah kita akan menuju??? Untuk apa kita hidup, dan kepada siapa kita persembahkan hidup? Apakah kita mati kemudian berakhir sudah drama hidup?? Apakah cuma begitu saja?? Maka renungkanlah sejenak..

Dari tidak ada menjadi ada. Lalu siapakah yang mengadakan?? Zul ingat waktu masih melajang, tak pernah terpikirkan bahwa akan ada seorang anak lucu di hidup nya. Dahulunya benar-benar tidak ada, tetapi sekarng ini nyata adanya, nyata hidupnya.. Apakah Zul yang menghendaki dan menciptakan??? Sama sekali bukan, karena Zul tidak akan pernah bisa menciptakan walau hanya sehelai rambut dari anaknya.. Berarti ada yang mengadakan dengan sengaja dong?? Jawaban jujur tentu IYA..

Waktu belum lahir menurut Zul apakah dia (anaknya Zul) benar-benar tidak ada?? Jawabannya secara luar biasa dan mengagetkan kita, nyatanya sudah ada dalam alam yang lain tetapi kita tidak mengetahuinya.. Bagaimana supaya anak Zul ada dan lahir?? Siklusnya Zul digerakkan untuk menikah, sehingga sebuah mahluk hidup yang baru dijelmakan dalam hidupnya..

Ketika anaknya Zul sudah dewasa dan Zul sendiri sudah meninggal, apakah artinya Zul sudah tidak ada?? Kasusnya seharusnya sama dengan analogi bayinya Zul.. Zul tidak akan pernah mengerti bahwa anaknya sudah ada dalam Ilmu Tuhan, dan dijelmakan kedalam hidupnya ketika waktunya sudah pas.. Secara material Zul tidak ada, tetapi dia masih ada dalam ilmu Tuhan. Setelah mati menurut anaknya, Zul masih nyata adanya dalam alam lain yang kita tidak akan pernah mengetahuinya. Dialah alam kubur..

Kasus hidup mati ini pasti ada hikmah yang tersirat. Ada tujuan penciptaan dan penghancuran.. Pasti tidak sia-sia adanya. Apakah anda bisa menangkap pesan tersebut? Apakah anda bisa merasakan adanya kekuatan Yang Agung yang menghendaki terjadinya siklus hidup ini??

So, setelah mampu merasakan Kehadiran dan Keterlibatan Tuhan dalam setiap detik nafas anda maka saatnya sekarang memahami tujuan hidup.. Untuk apa kita hidup dan kepada siapa kita persembahkan hidup ini..

Khabar baiknya Dia membuka sebagian Ilmu_Nya dalam sebuah mushaf yang agung. Ialah Al Qur'an.. Ada hikmah, perintah, larangan, meraih kebahagiaan, kisah dan lain-lain. Ialah Firman Tuhan yang bisa kita pelajari setiap hari setiap detik.. Jika kita mengerti dan memahaminya maka yakin bahwa hidup anda akan bahagia dunia akherat...

Maka katakanlah, "Karena Tuhan saya hidup, dan untuk Tuhan aku persembahkan hidup"


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment