Jan 6, 2013

Ikhlas dan Tidak Ikhlas dalam Ibadah 2

Saat masih miskin Zul dibilang pelit. Ya karena memang tidak ada uang untuk disumbangkan. Begitu kaya dengan sarana shalat dhuha Zul dibilang tidak ikhlas dalam ibadah. Ibadah kok mengharap dunia. Sedekahnya tidak berkah tuh... katanya..Serba salah khan? 
Saat masih miskin dihina dan disebut pemalas.. Menjadi beban masyarakat sehingga enggan bergaul dengannya. Apa yang si miskin ucapkan selalu salah, alasannya ya karena ia miskin. Begitu dia kaya raya dianggap kayanya tidak wajar. Ia mabuk harta dan kekayaan.. Celakalah orang yang menumpuk-numpuk harta, katanya mengambil ayat dalam kitab suci.. Terus yang benar bagaimana???   
Sahabat. apa urgensi ikhlas menurut anda?? Apakah beribadah tanpa pamrih kepada Allah??. Artinya shalat anda ikhlas, tidak ada permintaan dan doa didalamnya. Mau masuk neraka/surga tidak masalah yang penting ikhlas. Padahal shalat itu isinya penuh dengan pamrih yakni doa.. Lihat saja contoh misalnya bacaan duduk diantara 2 sujud.. "Yaa Allah, Ampuni aku, sayangi aku, perbaiki aku, angkat derajad ku, berilah rezeki kepadaku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku"..Berarti orang yang sholat tanpa ada permintaan menunjukkan ia tidak tahu arti dan makna bacaan shalat..
Dalam shalat wajib saja pamrih meminta rezeki apalagi shalat dhuha?? Yang pasti meminta rezekinya lebih di fokuskan. Betul?? Lihat saja doa shalat dhuha.. Demikian juga dengan zikir atau sedekah....
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/
Ippho Santosa pengarang buku best seller 7 keajaiban rezeki mengatakan. Saat kita miskin, dibilang pemalas..
Saat kita kaya, eh dibilang budak harta..
Padahal, yg terpenting itu niatnya, caranya & sikapnya..
Apa pendapat teman-teman tentang HARTA ? :)
Sedekah itu mengayakan. BUKAN berarti kt langsug kaya. Tp dengan izin-Nya sedekah itu membantu memperbaiki nasib & rezeki kt.
Secara hakikat, jelaslah hanya DIA yg bs memperbaiki keadaan kt. Tp melalui apa? Nah bs jadi melalui doa, amal & ikhtiar kt. Right?
Lalu apa sih sebenarnya makna ikhlas yang sebenarnya?? Wallahu A'lam. Tetapi menurut saya jika amal ibadahnya ditujukan dan dipanjatkan hanya kepada Allah semata itulah yang namanya Ikhlas. Memurnikan ketaatan, doa dan ibadah hanya kepada Allah bukan kepada yang lainnya. Pamrihnya hanya kepada Allah saja. Karena banyak sekali yang pamrih kepada selain Allah. Seperti minta kepada patung, dukun, orang mati dan lain sebagainya. Atau meminta kepada patung atau orang yang sudah mati sebagai perantara kepada Allah, itupun bukan memurnikan ketaatan. Juga riya' atau ingin pamer supaya dibilang shaleh, itupun tidak memurnikan ketaatan kepada Allah, alias tidak ikhlas.
Kalau begitu sedekah, zikir dan lain sebagainya tidak murni ketaatan dong? Khan lewat sebuah perbuatan supaya sampai kepada Allah?.. Ya tentu saja tidak begitu. Beda jauh antara membandingkan Allah dengan amalan yang mendekatkan diri kepada_Nya.. 
Perbuatan atau amalan yang ada dalilnya sebagai sarana menghidupkan hati itulah yang sampai kepada Allah. Anda shalat kemudian hati anda tersentuh dengan bacaan shalat lalu menangis, itu salah satu gambaran hati yang takut akan Kebesaran_Nya.. Atau anda berbuat baik kepada tetangga dan tidak mengharapkan balasan dari tetangga tersebut tetapi mengharap balasan keutamaan dari Allah saja, itulah ikhlas.
Sekarang bukan meributkan ikhlas dan tidak ikhlas dalam ibadah, tetapi lebih kepada berlomba-lomba memperbanyak ibadah. Baik ibadah wajib maupun sunnah, baik ibadah yang keutamaan dan keuntungannya akherat atau dunia dan akherat sekaligus.  
Kalau meributkan ikhlas dan tidak ikhlas, apalagi merasa dirinya paling ikhlas (Riya' namanya) takutnya tidak jadi ibadah. Atau ibadahnya kering dari pujian dan doa. Jangan-jangan diam-diam tidak ibadah, diam-diam tidak sedekah karena takut tidak ikhlas..
Yuk memperbanyak ibadah dan doa sambil belajar memurnikan ketaatan kepada Sang Pencipta..
  

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment