Jan 19, 2013

Bukan Amalan Rezeki tetapi Allah

Ketika usaha dan ikhtiar tidak berhasil kemudian nglokro atau putus asa. Ketika ibadah dan amalan sunnah tidak mengindikasikan perubahan rezeki kemudian patah semangat, sehingga menjadi malas berusaha dan malas berdoa.. Artinya dia menuhankan usaha/ikhtiar dan menuhankan amalan rezeki.. Dia tidak yakin akan Allah swt..

Ketika sudah berpikir positif namun apa yang ia inginkan tidak tertarik kepadanya. Ketika rasa sudah diusahakan distell untuk positif namun tidak ada perubahan rezeki kemudian putus asa, artinya ia tidak menuhankan Allah swt.

Sudah dhuha dan sudah tahajud namun rezeki tak kunjung lancar kemudian menjustifikasi bahwa janji Allah itu tidak benar artinya kita sedang mengalami kering iman. Perlu ditanyakan kepada hati sanubari benarkah kita beriman atau percaya Tuhan??

Apapun usaha anda apapun ikhtiar dan doa kita semua kembali kepada keputusan Allah swt. Semua hasil, semua kejadian dan takdir apapun hanya Allah yang punya hak.. Tugas manusia sebatas usaha dan doa, doa dan usaha dan sama sekali tidak bisa menjamin akan hasil akhir dari doa dan usahanya kecuali Allah swt.

Semua artikel kami baik amalan sukses atau amalan rezeki. Ada juga management pikiran dan perasaan hanyalah sebuah ikhtiar sesuai apa-apa yang ditunjukkan rosul. Sesuai apa-apa yang ada dalam Al Qur'an yang mulia. Semua itu tidak bernilai apa-apa kecuali atas Kehendak Allah swt.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Bukan amalan rezeki, bukan pikiran dan perasaan, bukan hukum tarik menarik yang menjadi fokus disini, tetapi itu semua hanyalah sarana perbuatan yang mendekatkan diri kepada_Nya. Ia adalah sarana ibadah untuk melatih rasa yakin kepada_Nya. Karena semua atas Kehendak Allah saja, bukan ciptaan yang lain. Allah swt berfirman;

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudharat kepadamu selain Allah SWT. Sebab jika kamu berbuat demikian itu maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkan kecuali dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuania-Nya. Dia memberikan kebaikan pada siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". QS 10 : 106 - 107



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment