Jan 4, 2013

Bosan dan Lelah dengan Amalan Rezeki

Zul,,, karena menghendaki kondisi hidup dan rezekinya berubah dia memutuskan untuk merutinkan amalan rezeki. Sholat, zikir dan amalan rezeki lainnya ia lakukan.. Memang terkadang rezekinya lancar, terkadang pula surut lagi. Begitu seterusnya.. Suatu saat ketika rezekinya sedang susah ia bimbang, "Jangan-jangan rezeki saya lancar bukan karena mempraktekkan amalan rezeki, barangkali memang Allah swt berkehendak membuka kran rezeki saya"..

Karena seharusnya ketika Zul merutinkan amalan rezeki maka rezekinya akan lancar terus. Usahanya maju dan memberikan keuntungan berlipat. Kalau ini, usaha terakhir Zul malah gulung tikar. Bangkrut. Memang sampai sekarang Zul masih bisa makan.. Tetapi Zul tidak menghendaki seperti ini. Ia ingin apapun yang ia inginkan akan mudah kesampaian. Makanya Zul galau... Ia mulai jarang shalat sunnah dan shalat rezeki.. Ia bosan dan lelah.. Ia hanya ingin fokus saja bekerja keras supaya ekonominya melejit tanpa mebel-embel amalan rezeki..

Sampai pada suatu masa masalah demi masalah rupanya senang sekali mampir dalam hidup Zul. Rezekinya barang kali lancar tanpa mempraktekkan ini dan itu. Ia pernah mempunyai banyak sekali tabungan, namun mendadak ia enggan untuk berbagi dengan sesama.. Masalah demi masalah yang jauh lebih berat sering zul hadapi. Ia seringkali terlihat pusing dan stress. Masalah itu ia hadapi dengan emosi yang menyebabkan usaha dan pekerjaanya justru amburadul..

Ia ingat dahulu ketika menyandarkan segala rezeki hanya kepada cara-cara Tuhan, hatinya menjadi tentram. Uangnya memang tidak sebanyak sewaktu ia berhenti dari rutinitas shalat dan zikir.. Tetapi hatinya tenang dan tentram. Uang yang sedikit terasa banyak dan berkah.. Ia bahagia waktu itu, beda dengan sekarang..

Zul telah terlupa, bahwasanya dahulu benar-benar dalam titik nadir yakni ketika harus tidur di kontrakan di tengah-tengah rawa. Sepi dan sunyi tanpa teman. Ia lupa waktu dahulu rutinitasnya adalah pengamen dan pedagang asongan.. Ia lupa Tuhan telah mengangkat hidupnya waktu itu. Ia diberikan istri yang baik dan anak yang lucu. Ia mampu membeli rumah dan kendaraan. Ia mempunyai beberapa usaha yang lumayan.. Ia lupa dan melupakan semuanya, bahwasanya ketika ia mendekatkan diri kepada cara-cara Tuhan dalam berikhtiar menjemput rezeki, maka hidupnya akan berubah.

Karena Zul galau dan bingung apakah hidupnya berubah dikarenakan sarana amalan rezeki atau bukan.. Apakah Allah mengangkat hidupnya karena sering dhuha dan tahajud atau bukan.. Apakah karena memang rezekinya lancar tanpa syarat ini dan itu..

Tetapi sekarang Zul kering hatinya. Matanya berkaca-kaca karena masalah demi masalah tak henti-hentinya melanda. Uang yang ia dapatkan seringkali habis untuk ini dan itu. Uang yang banyak namun tidak berkah akan habis tanpa tahu kemana dan untuk apa habisnya..

Dahulu ada atau tidak ada rezeki Zul tetap bahagia, tetap berterimakasih atas berkah hidupnya. Sekarang ketika ada rezeki Ia baru mengatakan "ini berkah Tuhan", namun ketika rezekinya seret ia menyalahkan nasib dan takdir.. Hatinya kering dan merana.. Ia selalu saja kurang dan kurang..

Baru saja Zul menyadari dan mengerti lagi ketika sudah mendapatkan pelajaran.. Selalu saja begitu buat Zul.. Ketika lagi susah baru sadar, ketika senang ia kemana?? Lupa ketika mendapatkan nikmat, dan menganggap itu semua karena kepintarannya.. Susah bukan karena rezekinya tidak ada, susah ketika sedang mendapatkan masalah kemudian hatinya merana. Zul hanya ingin bahagia. Ada atau tidak ada rezeki tetap tersenyum, tetap bahagia dan bersyukur.. karena sejatinya itulah REZEKI yang sebenarnya..

Makanya Zul merutinkan lagi shalat dan zikir sunnah, termasuk shalat dan zikir rezeki. Ia ingin dekat dengan Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki. Ada atau tidak ada tambahan rezeki Zul ingin dekat dengan Tuhan.. Ia ingin bahagia dan selalu tersenyum apapun takdir yang sudah digariskan Tuhan. Ia ingin berjalan lurus dalam jalan Tuhan..

Niat tulus tersebut sudah memberikan kebahagiaan pada hati Zul.. Hatinya mulai tentram menatap masa depan. Toh ia sudah membawa/zikir nama Tuhan dalam dada.. Masak, Allah akan membuatnya busung lapar gara-gara berniat mengikuti jalan Tuhan?. Biarlah rezeki Tuhan yang kasih dan atur.. Sepanjang kita mau berusaha pasti Tuhan kasih jalan keluar..

http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Itulah Zul beberapa tahun yang lalu.. Sekarang Zul benar-benar telah menjadi orang yang sukses. Bahagia lahir dan bathin.. Ia telah menjadi orang besar dan berpengaruh di kotanya.. Ia niati semuanya dalam rangka ibadah.. Ia tetap bahagia ada atau tidak ada makanan. Nyatanya ia malah berbagi banyak makanan kepada yang membutuhkan.. Bukankah Allah lah yang menjamin rezeki hamba_Nya?? Apalagi hamba yang sholeh yang selalu berusaha berada dalam jalan_Nya..

Hidup ini tidak ada yang pasti
Tetapi Janji Tuhan itu PASTI....

Allah swt Berfirman,
Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (QS 30:60)

Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (QS 40:55)

Siapa Zul?? Nantilah kami kasih tahu.. Intinya Zul itu nyata orangnya

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment