Jan 31, 2013

Amalan Rezeki Membentuk Mental Kaya

Saya banyak sekali berteman dan bergaul dengan orang-orang yang rutin mempraktekkan ibadah sunnah sebelum berikhtiar menjemput rezeki.. Bahasa saya lapor dulu kepada Yang Punya Rezeki sebelum beraktifitas dan sesudahnya. Ibadah sunnah yang saya namakan amalan rezeki, baik itu shalat, zikir dan wirid, shalawat, doa dan lain-lain.. Sebagian diantaranya sudah menjadi milyuner. Siapa saja mereka?? Semuanya saya tulis di 10 panduan rahasia kunci sukses.

Saya melihat dan mengamati kharakter sahabat saya tersebut semuanya bermental kaya. Atau dari sebelumnya bermental miskin kemudian berubah menjadi bermental kaya.. Ajaib. Seperti apa mental kaya itu?? Pembaca bisa cek disini

Tapi jangan mengira mereka membiasakan amalan rezeki hanya 40 hari atau 80 hari atau 100 hari kemudian hidupnya berubah dahsyat, bahkan mereka membuat ibadah sunnah tersebut menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun.. Mereka pernah melakukannya sebulan, 2 bulan namun tiada perubahan hidup yang berarti, tetapi mereka mencoba terus untuk meyakini Janji Tuhan bahwa Dia akan merubah hidup hamba-hamba_Nya yang berdoa sesuai dengan apa yang disukai_Nya..

Nyatanya tidak butuh waktu lama untuk membuktikan janji Tuhan. Banyak sekali yang kurang dari satu tahun sudah merasakan perubahan hidup dan rezeki yang dramatis, bahkan ada juga yang kurang dari 1 minggu merasakan Kedahsyatan Janji Tuhan.. Pembaca yang budiman, janganlah ketika saya menulis "keajaiban kurang dari 1 minggu" lalu merasa tergoda untuk menirunya dan berharap hal yang sama.. Tidak, semuanya adalah hak Allah.. Bisa 1 minggu, 1 bulan, setengah tahun atau bahkan bertahun-tahun.. Tidak ada yang pasti namun janji Tuhan itu pasti.. Tentang kapan waktunya itu bukan wilayah manusia.. Tugas kita adalah berbaik sangka dan terus berbaik sangka sebagai bentuk keimanan/kepercayaan akan Janji_Nya.

Ada sahabat saya yang menulis begini (dengan sedikit edit)
Saya melakukan amalan rezeki berjalan 2 minggu, hasilnya saya di pecat oleh perusahaan, berjalan 40 hari tidak ada perubahan, tetap belum kerja dan jadi beban saudara, sudah 80 hari tanpa putus tetap belum dapat kerja dan jadi beban saudara............ saya sudah maksimum dalam beribadah, berdo'a dan kesulitan tak kunjung hilang, Allah belum juga menolong saya.... ini yang membuat keimanan saya terganggu........

Membaca kisah sahabat, saya jadi ingat pernah menonton sebuah film drama dimana pemeran utama yang baik malah mendapat ujian bertubi-tubi. Keluarganya difitnah sementara dia sendiri menjadi orang jalanan. Sebagai penonton saya protes dalam hati.. "Wah ini sutradara bagaimana?? Masak pemeran utamanya malah jadi pesakitan".. Ternyata drama tersebut bersambung.. Dan endingnya bisa ditebak, cerita berakhir happy ending untuk pemeran utama dan keluarganya..

Sob...
Kita seringkali protes kepada Tuhan, "mengapa hamba sudah begini dan begitu namun hasilnya malah begini?" Itulah manusia suka mengeluh dan protes, padahal drama baru berjalan. Bagaimana mungkin drama baru berjalan kemudian langsung berakhir.. Berakhirnya drama dunia yakni setelah kita mati.. Kalau kita masih hidup artinya lakon masih terus berlanjut. So, sabarlah.. Anda adalah pemeran utamanya tetapi bukan sutradaranya. Sudah menjadi alur yang semestinya jikalau aktor utama menjalani lika-liku yang berat dari pada orang lainnya. Akhir cerita selalu saja happy ending. Percaya kepada sang sutradara yang telah membuat cerita untuk kita. Pahit atau manis adalah bumbu-bumbu bagian dari cerita sebelum happy ending. Percayalah Janji Tuhan itu pasti benarnya.. Yakin
http://magis7.com/?id=bisnis

Terakhir saya mau cerita..
Baru saja malam ini habis Isya kamis 31 Januari 2013 kami sekeluarga kedatangan tamu. Namanya Pak Ahen (Nama samaran). Sebelumnya Pak Ahen adalah warga perumahan kami, namun sekarang sudah pindah di perumahan lain yang lebih besar. Sekitar 400 juta rumah dia beli dan sekitar 200 juta uang extra yang beliau keluarkan untuk merenovasi rumah. Luar biasa...

Beliau datang bersama istri mengundang kami sekeluarga untuk datang ke rumah barunya sekalian tasyakuran..

Jauh sebelum pindah saya dan ak Ahen pernah ngobrol. Sebelumnya beliau 7 P yakni pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan, katanya. Setelah merubah doa dan ikhtiar siapa sangka nasibnya berubah dramatis.. Beliau menasehatkan beberapa pesan untuk saya. Apa pesannya?? Sudah saya tulis lengkap di sini..

Sobat... Mulai sekarang jadikan kerja menjadi ibadah supaya hati selalu merasa sukur berapapun yang kita dapatkan. Nikmati hidup ini sebagai karunia Tuhan yang luar biasa. Biasakan amalan rezeki untuk membangkitkan spirit dan keyakinan bahwa siapapun bisa kaya dan bermakna dengan Ijin Allah swt.. Spirit dan keyakinan itulah salah satu mental kaya.. Dan pada saatnya kita semua akan benar-benar kaya. Kaya yang benar yaitu kaya hati dan kaya harta serta bermakna untuk sesama. Amin

Wallahu A'lam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment