Dec 24, 2012

Waktu adalah ilusi, "Benarkah Neraka Kekal?"

Numpang nanya gan, keabadiaan hakiki itu seperti apa? dan Apakah Neraka atau Surga itu kekal/abadi? Neraka dan Surga itu hakiki atau semu?
Dan seusuai judul, saya ingin tafsiran tentang wal-ashr,,,
bisa?

Keabadian??? bagi manusia itu adalah kekal selama-lamanya. Ini jika kita berpikir dalam kerangka manusia yang memahami matematika.. Tidak ada keabadian hakiki, karena yang abadi hanya Sang Pencipta keabadian.. Makanya jangan coba-coba berpikir seperti cara Tuhan Berkehendak, pasti otak tidak akan nyambung. Jika anda berkata kepada seorang bayi untuk memperbaiki motor anda yang rusak tentu tidak bisa. Otaknya belum sampai. Apalagi kita mau dibandingkan dengan Kebesaran Tuhan, ndak ada apa-apanya..

Kalau bertrilyun-trilyun tahun abadi atau bukan?? Bukan, karena masih bisa dihitung. Abadi itu tidak bisa dihitung lagi menurut manusia.. Abadi diluar batas otak manusia karena sudah tidak bisa dihitung lagi. Abadi bukan berarti abadi menurut Tuhan.. Kembali kepada bayi dan motor.. Bayi gak paham motor, namun bukan berarti motor itu tak ada.

Intinya abadi ya abadi, otak kita tidak akan mampu menterjemahkan dengan sebenarnya. Kalau penasaran ikuti saja alur cerita hidup kita dari lahir, dewasa, mati, ke surga atau neraka dan seterusnya. Ntar khan mengerti apa hakikat keabadian tersebut..

Apa parameter keabadian?? Apakah waktu?? Kalau iya maka keabadian yang dimaksud adalah abadi dalam keabadian. Karena apapun yang dihitung dengan waktu itu tidak abadi. Waktu adalah ciptaan untuk menggelar sebuah drama. Drama itu silih berganti.. Artinya abadi itu ya tidak abadi kalau parameternya adalah waktu.. Bingung?? Sama, saya juga bingung.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Neraka dan surga tentu saja abadi, itu khan sudah tertulis dalam Al Qur'an.. Ia ada jauh sebelum manusia diciptakan, namun sampai saat ini belum benar-benar di perlihatkan kepada manusia. Ia adalah ujian untuk membuktikan siapa yang beriman/percaya dan siapa yang ingkar.. Mengenai sifat keabadian neraka/surga balik lagi kepada definisi abadi.. Abadi menurut Tuhan tidak sama dengan keabadian manusia. Karena yang abadi hanyalah Yang Menciptakan Keabadian.. Lagian apa susahnya menciptakan keabadian bagi Tuhan?? tinggal Kun Fayakun, kalau bahasa kita "Abadi maka abadilah ia, menurut pemahamannya"..

Neraka/surga hakiki atau semu?? Kalau yang dimaksud semu/hakiki adalah ada atau enggak jawabannya adalah nyata adanya. Kalau gak percaya ya sudah, toh waktu terus maju.. ntar tahu sendiri lah..Kalau hubungannya dengan waktu, Ya semu ya hakiki.. Semu karena setiap nikmat di surga akan terus berganti, demikian juga siksaan di neraka akan terus berganti...Satu hilang lenyap ganti kejadian lainnya.. Begitu seterusnya.. Semu karena pasti lewat, hakiki karena nyata adanya, nyata rasanya, nyata semuanya...

Bagaimana tafsir wal ashr?? Saya orang bodoh, silahkan tanya yang lebih mumpuni. Tapi menurut saya Tuhan mewanti-wanti kepada manusia untuk hati-hati terhadap waktu. Ia adalah ciptaan berdimensi satu. Majuuuuuuu terus tidak ada mundurnya. Sekali salah memanfaatkan waktu tidak mungkin diputar lagi. Menyesal namun tiada guna lagi. Makanya manfaatkan waktu dengan kebaikan dan kesabaran. Bagaimana tidak sabar??? Orang waktu maju terus. Sabar atau tidak ya maju terus... Barangkali kita tidak sabar terhadap waktu tetapi sang waktu akan sabar untuk maju terus gak habis-habis...

Pointnya apa? Gini, dahulu kala tidak ada apa-apa kecuali Allah swt. Ialah Yang Maha Ada. Ia lah Yang Maha Mujud. Ia lah Yang Maha Abadi.. Kemudian Ia Berkehendak menciptakan alam semesta dari ketiadaan..Menciptakan waktu supaya drama alam semesta bisa digelar.. Intinya semua berasal dari ketiadaan, kemudian ada dan kemudian tidak mustahil tiada lagi.. Tidak ada apa-apa keculai hanya Wajah Tuhan Semesta Alam. Apapun itu merupakan Kehendak Ilahi tanpa campur tangan mahluk..

Tugas kita ngapain?? Ya mengikuti Kehendak Ilahi, berjalan diatas jalan yang lurus yang diridhoi_Nya. kalau tidak maka sangat mudah memberikan sangsi kepada manusia yang ingkar.. "Si Fulan ingkar maka ia dalam siksaan yang abadi", maka abadilah siksaan tersebut menurut si fulan. Padahal menurut Tuhan, sama sekali tidak abadi..

Wallahu A'lam. Ini adalah ulasan dari orang yang cekak ilmu namun berusaha mengambil hikmah..Hanya Allah Yang Maha Tahu...

Wassalam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment