TEMPLATE ERROR: Invalid data reference label.name: No dictionary named: 'label' in: ['blog', 'skin', 'view'] Tips Hidup Bertetangga yang Baik | Adhin Busro (dot) Com

9 Des 2012

Tips Hidup Bertetangga yang Baik

Assalamualaikum wrwb
Mohon maaf sebelumnya, artikel berikut adalah tentang kehidupan bertetangga yang baik, sedikit menyimpang dari topik blog. Tidak lain sebagai salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kehidupan bermasyarakat seluruh warga dimanapun berada ke depan supaya menjadi lebih baik lagi. Disini bukan berarti saya lebih pintar, lebih hebat atau apapun namanya, sama sekali tidak ada niatan untuk itu…
Semua sama di mata Tuhan YME. Kami mohon Bapak dan Ibu, bacalah dengan niat dan hati yang bersih tanpa adanya sebuah prasangka sedikitpun agar supaya menjadi berkah. Kami mohon jangan dilihat dari siapa dan umur berapa orang yang berbicara, tetapi lebih dilihat dari ajakan kebaikan yang hendak disampaikan.

Bapak Ibu yang kami hormati. Kita sekarang ini hidup bermasyarakat dimana terdapat berbagai macam kharakter, berlainan suku /asal daerah dan perbedaan agama, atau mungkin berlainan mazhab, namun kita tetaplah satu dalam lingkup warga RT anda semua. Dengan berbagai macam perbedaan itulah pada hakikatnya kita diuji oleh Tuhan siapa-siapa yang secara ikhlas mau menerima perbedaan itu sebagai sebuah rahmat. Perbedaan itu sudah pasti adanya dan sudah menjadi takdir. Makanya ayok lihatlah perbedaan itu dari sisi yang positif-positif saja.. Kita memang berbeda tetapi kita telah menjadi satu saudara, satu komunitas, yakni warga yang menginginkan perbaikan demi perbaikan untuk kemajuan lingkungan anda..

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.” (HR. al-Bukhari no. 6019, dari sahabat Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhu)

Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya." (HR Bukhari).

Hidup bertetangga ada kalanya akur ada kalanya berselisih, dan itu juga sudah lumrah. Namun sebaik-baik kita adalah yang mau menerima kodrat tersebut kemudian saling memaafkan agar supaya indah pada akhirnya. Orang yang gentle dan hebat bukanlah orang yang suka menjatuhkan orang lain, membicarakan aib tetangga dan lain sebagainya, tetapi dialah yang mau saling memaafkan apapun masalah itu, kemudian saling berjabat tangan. Jika hal ini bisa diaplikasikan niscaya kita akan mendapatkan applause/tepuk tangan yang meriah, bukan dari manusia saja tetapi lebih kepada tepuk tangan penuh berkah dari pasukan malaikat dari langit. Karena memang begitulah fitrah manusia diciptakan, yakni menjadi rahmatal lil ‘alamin.

"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS Fushshilat: 34).

Seperti yang kami katakan sebelumnya, kita semua sama di mata Tuhan, Sang Pencipta. Artinya tidak ada yang lebih pintar, lebih hebat, lebih kaya, lebih benar dan lebih-lebih yang lainnya. Yang mengetahui itu semua Hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Tetapi diantara kita ada yang lebih utama, yakni siapa saja yang mengedepankan keikhlasan, kejujuran, tolong menolong, kebersamaan dan lain-lain. Yang paling tinggi di mata Tuhan adalah orang yang paling tulus dalam beraktifitas kemudian mempersembahkan segala aktifitas tersebut hanya untuk Tuhan, bukan untuk pamrih kepada manusia. Kita semua menginginkan status yang tinggi di mata Tuhan, dan kami yakin kita akan mengedepankan sikap-sikap mulia tersebut ke depannya terutama dalam hidup bertetangga.

Bapak Ibu yang berbahagia, kadang-kadang kita mengatakan “Ah itu teori, Ah itu sulit”. “Tidak bisa, saya lebih benar dari dia” dan kata-kata lainnya. Itu memang bisa dimaklumi. Makanya berlatihlah untuk memaafkan dan lebih menjalin keakraban dari pada mencari celah demi celah untuk menjatuhkan orang lain. Susah memang, tetapi bisa di latih… Jika kita bisa dan mampu untuk mengelola kesabaran dan saling memaafkan maka pantaslah kita disebut dengan orang yang baik dan bijaksana. Dan kami yakin Bapak/Ibu merupakan salah satu orang yang baik dan bijaksana..

Kita ingin anak-anak kita mempunyai kharakter yang baik, shaleh dan shalehah. Itu bukan hanya doa yang terucap dimulut saja, namun juga tentang perilaku. Kita sebagai orang tua merupakan figure percontohan bagi anak-anak kita. Jika kita baik Insya Allah anak-anak kita juga akan baik ahlaknya.. Dan itu diawali dengan hal-hal sederhana seperti dalam kehidupan bertetangga yang baik. Untuk kemudian bisa menjadi contoh untuk keluarga-keluarga yang lainnya.
Terakhir kami mengajak diri kami sendiri dan seluruh warga negara tercinta pada umumnya untuk melihat optimis ke depannya. Untuk melihat sebuah harapan tentang kebersamaan, kebahagiaan dan kemajuan.  Jika pada waktu lalu ada masalah dalam kehidupan bertetangga maka maafkanlah dan lupakanlah. Lupakan masa yang lalu tatap masa depan. Yang lalu biarlah berlalu tidak ada gunannya di ingat dan diungkit-ungkit lagi. Tetapi tataplah masa depan dengan sebuah harapan akan kebaikan yang terhunjam di dalam dada.. Tatap masa depan dengan senyuman penuh keikhlasan seraya bersyukur atas karunia hidup yang luar biasa yang diberikan oleh Tuhan YME.


Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ngeri.. Menyadarkan..!