Dec 17, 2012

Salahkan beramal dan berdoa untuk kepentingan dunia??

Banyak sudah orang-orang yang mencela keinginan sebagian orang lainnya untuk bisa menikmati kebahagiaan hidup dunia akherat.. Banyak juga dalil yang di berikan tentang bahayanya beramal dengan niat keduniaan.. Kadang-kadang hal itu membuat sebagian lainnya nglokro/putus asa terhadap hidup ini.. Kok kayaknya hidup ini semakin rumit saja

Contoh, dari sumber sebelah

Itulah yang sering kita lihat pada umat Islam saat ini. Mereka memang gemar melakukan puasa sunnah (yaitu puasa Senin-Kamis dan lainnya), namun semata-mata hanya untuk menyehatkan badan sebagaimana saran dari beberapa kalangan. Ada juga yang gemar sekali bersedekah, namun dengan tujuan untuk memperlancar rizki dan karir. Begitu pula ada yang rajin bangun di tengah malam untuk bertahajud, namun tujuannya hanyalah ingin menguatkan badan. Semua yang dilakukan memang suatu amalan yang baik. Tetapi niat di dalam hati senyatanya tidak ikhlash karena Allah, namun hanya ingin mendapatkan tujuan-tujuan duniawi semata. Kalau memang demikian, mereka bisa termasuk orang-orang yang tercela sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut.

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama dan kekuatan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib)

Sebenarnya jika seseorang memurnikan amalannya hanya untuk mengharap wajah Allah dan ikhlash kepada-Nya niscaya dunia pun akan menghampirinya tanpa mesti dia cari-cari. Namun, jika seseorang mencari-cari dunia dan dunia yang selalu menjadi tujuannya dalam beramal, memang benar dia akan mendapatkan dunia tetapi sekadar yang Allah takdirkan saja. Ingatlah ini ... !!

******************

Kurang lebih begitulah sedikit ajakan dari orang lain yang meminta ikhlas dalam beramal.. Pembaca yang selama ini rutin Dhuha, Tahajud, Sedekah, Zikir dan Wirid agar Allah berkenan memperlancar rezekinya sehingga bisa bermanfaat kepada agama dan sesama tentu saja merasa semakin nglokro dan putus asa.. Di satu sisi takut resiko amalan tersebut disisi lain kok amalan tersebut disebutkan dalam Al Qur'an dan Hadist.. Mereka hanya ingin hidup yang lebih baik DUNIA AKHERAT dengan melakukan ikhtiar bathin seperti anjuran Allah dalam Al Qur'an, tiba-tiba kemudian kena smash tajam dan menukik menghujam hati.. Kalau begitu lebih baik tidak usah dhuha, tidak usah tahajud, tidak usah sedekah, zikir dan wirid, tidak usah silaturahim dsb. Malah menjadi semakin rumit khan???

Bukankah Allah menyuruh hamba_Nya khususnya saat terjadi masalah dan keruwetan hidup untuk berdoa

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS Al Mukmin 60

Bagi saya apapun masalah anda maka berdoalah kepada Allah agar Dia berkenan memberikan jalan keluar. Inilah ikhlas yang benar menurut saya, yakni meminta hanya kepada Allah saja bukan kepada dukun atau berhala. Meminta apa?? Ya dunia akherat.. Saya yakin muslim yang lemah imannya sekalipun yang gemar melakukan amalan tertentu dikarenakan menginginkan fadhilah dunia dan akherat..Bahkan orang yang enggan meminta akan masuk ke neraka jahanam.. Tetapi kok masih ada saja yang menyalahkan orang yang gemar dhuha agar masalah perekonomiannya bisa segera teratasi dengan Ijin Allah??

“Setiap malam Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika datang sepertiga malam terakhir, lalu Allah berfirman, “Barang siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku berikan, siapa yang memohon ampun kepada-Ku Aku ampuni”. (HR Bukhari Muslim).

Ini tentang shalat tahajud.. Kita tidak disarankan melaksanakan shalat tahajud jika tujuannya dunia saja.. Misal ingin tempat terpuji, ingin kaya dll.. Lalu mengapa Allah swt memberikan informasi tentang fadhilah shalat tahajud yang luar biasa??? Tentu saja menurut saya untuk memberikan khabar gembira bagi setiap hamba_Nya yang sedang ditimpa masalah, supaya mau berdoa pada waktu tersebut.. Karena apa?? Karena Allah swt akan mengabulkannya..

Bagi saya fadhilah tahajud adalah dunia akherat.. Lalu apa niat sebagian ahli tahajud?? Ya niat dunia akherat.. "Tidak, saya shalat tahajud supaya hati menjadi tenang". Tenang dimana?? Jika masih hidup di dunia supaya tenang dunia akherat khan?? Apakah menginginkan hati tenang dalam menjalani hidup itu bukan doa di dunia??

“Perumpamaan orang – orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap – tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan Allah melipat gandakan (balasan) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Al- Baqarah : 261)

Ayat diatas tentang sedekah dan keutamaanya. Lalu apakah salah orang-orang yang termotivasi karena Janji Allah seperti ayat diatas?? Kalau salah kenapa ada dalam AL Qur'an?? Bukankah fadilah sedekah adalah dunia akherat?? Bukankah salah satu amalan yang tiada putusnya walaupun yang melakukannya sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat dan sadaqah jariyah??

“Tiada seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung unsur dosa dan memutus silaturahim, melainkan Allah berikan kepadanya tiga kemungkinan: dipercepat pengabulan doanya, ditangguhkan pengabulan doanya sampai di akhirat nanti, atau dihindarkan dari keburukan sebanding dengan kebaikan yang diminta. Para sahabat berkata, “Kalau begitu kita minta sebanyak-banyaknya.” Nabi bersabda, ”Allah lebih banyak lagi (karunia-Nya).” (HR. Ahmad).

Siapa yang berkata seperti diatas?? Nabi Muhammad SAW.. Bahkan ada doa-doa Nabi SAW yang isinya supaya dihindarkan dari kefakiran, hutang dll. Bukankah itu doa untuk dunia?? Apakah kalau begitu Nabi SAW salah karena berdoa dan menganjurkan para sahabatnya untuk meminta sebanyak-banyaknya??

http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu“Hai hambaKu, seandainya yang pertama dari kalian dan yang terakhir dari kalian, seluruh manusia dan jin berdiri di satu tempat, lalu mereka meminta kepadaku, maka akan aku kabulkan permintaannya masing-masing, tidak ada yang berkurang sedikitpun dari-Ku, kecuali seperti berkurangnya air laut ketika jarum dimasukkan ke dalamnya lalu diangkatnya” (HR. Muslim)

Apa yang bisa anda ambil hikmah dari hadist Qudsy diatas?? Ya, anda betul... Mintalah kepada Allah sebanyak-banyaknya karena itu semua tidak mengurangi Kekuasaan_Nya sedikitpun
Coba ingat ingat fakta berikut
Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Albaqoroh: 126)

Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml: 19)

Nabi Zakaria as (Kalau tidak salah) yang susah memiliki keturunan karena telah renta sementara istrinya mandul. Ia berdoa tidak kenal lelah sehingga terkabul..

Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.Lalu apakan Nabi-Nabi tersebut telah berbuat salah karena berdoa meminta dunia???

Drs. H. Hosnan, M. Pd.I mengatakan, Dunia ini milik Allah dan diperuntukkan bagi hamba – hamba yang dikehendaki-Nya. Kemudian Allah menyediakan jalan – jalan yang mudah bagi hamba-Nya dalam meraih dunia yang diinginkannya dengan jalan ibadah. Siapa saja yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah tidak mesti juga dikatakan tidak ikhlas. Bukankah sholat, sedekah, dan doa adalah bentuk – bentuk ibadah yang sesuai anjuran Allah. Berharap sesuatu dengan menggunakan jalan ibadah dan bertujuan untuk menambah nilai ibadah artinya mengerti bahwa dengan beribadah dunia akan Allah dekatkan, namun pada saat yang sama ibadah pun harus sepenuh hati kepada Allah.

Sahabat, tidak usah nglokro dengan banyaknya kecaman dan celaan terhadap doa dan amalan yang anda lakukan.. Orang yang menghendaki dunia ini dan hanya mendapatkan dunia saja karena ia telah puas dengan kehidupan dunia sehingga enggan berdoa. Atau orang yang menginginkan dunia beserta kemewahannya dengan memalingkan diri dari meminta kepada Allah swt karena tidak ada iman dalam dadanya. Apakah ia meminta kepada dukun?? Boleh jadi demikian.. Maka Allah akan berikan dunia kepadanya dan di akherat termasuk orang-orang yang merugi. Kenapa merugi?? Karena ia menjalani hidup tidak menyandarkan hidupnya kepada Allah melainkan kepada dukun..

Jika anda mengamalkan amalan akherat yang fadhilahnya dunia seperti dhuha, tahajud, sedekah dll Insya Allah dunia dapat akherat juga dapat.Yang tidak dapat ganjarannya adalah orang yang melakukannya dengan niat riya atau pamer. Riyak biar dikatakan orang yang gemar ibadah dll.. Jika anda ikhlas meminta kepada Allah (Pamrihnya kepada Allah bukan kepada sesama apalagi kepada dukun) kemudian menyerahkan mekanisme terkabulnya doa dengan Kekuasaan_Nya, maka Insya Allah doa anda dikabulkan. Tidak di dunia maka di akherat..Atau malah dunia dikabulkan akherat ditambahkan..Wallahu A'lam

Terakhir marilah kita berdoa dengan doa sapu jagad. Doa kebahagiaan dunia akherat...

"Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar"("Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".) QS. Al Baqoroh 201. 




Artikel Terkait



2 comments:

  1. Alhamdulillah, terimakasih atas infonya

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, terimakasih atas infonya

    ReplyDelete