Dec 20, 2012

Menggunjing dan Ghibah, Sangat Berbahaya

“Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (Al Hujurat: 12)
 
Menggunjing dan ghibah atau menjelek-jelekkan orang lain khususnya dibelakang layar sungguh sangat berbahaya. Hati-hati..... Saya banyak menemukan orang yang sukanya menggunjing dan ghibah ternyata kehidupannya sempit.

Kisah nyata.. Alkisah Budi adalah seorang manager diperusahaan antah barantah. Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu suka mencari aib orang lainnya. Semuanya disebutkan semuanya dikuliti habis.. Ketika ngobrol dengan Zul, ia membicarakan aib/cela Pak Bambang dan teman lainnya..
"Masak, itu si Bambang, cari muka dia, kemarin waktu Bos datang bla-bla bla"

Ketika ketemu Pak Bambang, ia mencari-cari kesalahan Zul
"Masak si Zul, sungguh serakah dia, seperti kacang lupa sama kulitnya, padahal khan semua karena bantuan saya, bla bla bla......"

Singkat cerita Budi karena satu dan lain hal ia dipecat dari perusahaanya. Sudah berbulan-bulan ia menganggur sementara sebenarnya ia sedang mengidap penyakit jantung.. Sudah gitu anaknya juga sedang sakit dan perlu dirawat...Tragis nian nasib Budi

Cerita nyata 2.
Pak Maman seorang warga yang sebenarnya rajin, namun kebiasaanya suka mencari kesalahan orang lain.. Juga berbicara dan memberi nasehat sementara ia sendiri tidak melakukannya.. Ia menasehati untuk berbagi sementara ketika ada kegiatan warga ia enggan untuk menyumbang.. Pelit setengah mati.. Ia suka mencela dan protes namun tidak memberikan solusi.. Suka menyusun rencana busuk untuk membuat warga lainnya terhina. Sebenarnya banyak warga yang tahu karakter Pak Maman.. Sebenarnya banyak yang membencinya namun tidak ia ketahui.. Karna dia merasa yang paling benar...

Alkisah ia menyusun rencana jahat untuk melengserkan seorang ketua dewan syuro disebuah masjid.. Ia dengan gigih membentuk opini bahwa sang ketua tidak layak memimpin masjid di daerahnya.. Beberapa bulan kemudian rupanya niat jahatnya menampakkan titik terang. Ia berhasil meyakinkan Pak Lurah bahwa sang ketua dewan syuro tidak layak untuk memimpin. Kemudian Pak lurah mendatangi Ketua dewan syuro untuk menegaskan apakah masih mau memimpin masjid atau tidak. Ketua dewan syuro kemudian menyatakan mundur dari jabatannya..

Ketika dilakukan pemilihan ketua dewan syuro yang baru tentu saja Pak Maman menjadi kandidat...Padahal dari segi keilmuan Pak Maman jauh dari mumpuni. Memang begitulah ia, suka menjatuhkan orang lain namun tidak memberikan sebuah solusi yang baik..Menjadi dewan syuro mempunyai tanggung jawab yang besar. Ia tidak digaji namun dituntut untuk meluangkan banyak waktunya demi masjid dan warga.. Jarang sekali ada warga yang secara suka rela mencalonkan diri menjadi ketua dewan syuro, keculai hanya orang yang benar-benar ikhlas
"Pak Maman anda adalah kandidat disini" Kata Pak Lurah
"Tidak Pak, saya tidak mau.. Kalau sampai saya dipilih warga, maka saya akan pindah" Kata Pak Maman
"Lho kok gitu Pak, bukannya Bapak yang menginginkan ini?"
"Nggak Pak, warga sudah memutuskan saya dan beberapa orang tidak boleh menjadi kandidat"

Tentu saja banyak sekali warga yang protes. "Tidak bisa begitu Pak" Kata warga. "Nggak ada keputusan seperti itu"

Muka Pak Maman merah padam mendapat hujatan warga
"Jangan saya Pak, plis.. Masih banyak kandidat lain seperti Pak Amin" Kata Pak Maman melemparkan tanggung jawab
"Saya tahu Pak, ini akal-akalan bapak khan?? Bapak harus tanggung jawab.. Kalau sampai saya kepilih maka artinya bapak nantang berantem sama saya" Pak Amin nampaknya tersinggung.
"Betul Pak, berani berbuat berani bertanggung jawab. Bapak laki-laki harus jantan" Pak Slamet menambahi

Malam itu benar-benar Pak Maman skak mat, malu dia belangnya kebuka didepan warga
"Pak, pokoknya kalau saya ditunjuk, besok saya akan pindah dari kampung ini..." Kata Pak Maman dengan bersungut-sungut kemudian pergi meninggalkan forum
Mau nggak mau forum dilanjutkan. Sampai kepada terpilihnya Pak Tulus sebagai ketua dewan syuro yang baru...

Apakah kebiasaannya berkurang?? Tidak, nampaknya ia merencanakan sebuah makar terhadap ketua dewan syuro yang baru. Nampaknya ia dendam terhadap kejadian malam itu.. Ia susun rencana jahat dengan Pak Waluyo untuk membuat kondisi masjid tidak kondusif. Namun Pak Tulus orangnya lain. Ia sudah kenyang dengan berbagai makar. Ia sudah pengalaman menghadapi semua itu. Pak Tulus cuma berharap, semoga niatan Pak Maman tidak dilanjutkan. Atau Karma segera ia rasakan. Pasti akan ia rasakan...

Bersambung........

Pembaca, buat apa mencari kesalahan dan kekurangan orang lain?? Buat apa menggunjing?? Bukankah lebih baik introspeksi diri?? Bukankah lebih baik memperbaiki diri dari pada sibuk mencari aib orang lain?? Percayalah, saya banyak menemukan kisah nyata dimana orang yang suka menjatuhkan orang lain akan menerima balasannya. Ia akan menerima hukum karma dari apa yang telah ia lakukan... Kehidupannya sempit.. Perekonomiannnya morat marit.. dan lain sebagainya

Mulai sekarang berpikirlah yang positif-positif saja. Sejelek-jelek orang pasti ada kelebihannya. Lebih baik fokus kepada kelebihan orang lain dan kebaikannya dari pada membuka aibnya. Orang yang suka menggunjing pada hakekatnya ia menggunjing dirinya sendiri tanpa diketahuinya. Ia memancarkan energi negatif yang justru akan menarik lebih banyak energi negatif lain dalam hidupnya. Apa yang anda tanam pasti akan anda tuai. Pasti...

Hadist berikut layak dijadikan bahan perenungan

“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian menjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.” (H.R. At Tirmidzi dan lainnya)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika dimi’rajkan Saya melewati satu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar-cakar wajah-wajah dan dada-dada mereka dengan kuku-kuku tersebut, lalu aku berkata, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Ia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging Manusia (berbuat ghibah) dan mencemarkan kehormatan manusia.“ (HR. Abu Dawud dan Ahmad, hadits hasan).

 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment