Dec 20, 2012

Kematian Datang Tanpa Undangan

Seperti biasa pagi-pagi beraktifitas menjemput rezeki. Di perjalanan saya menyaksikan sendiri terjadinya kecelakaan maut dua kali. Yang pertama serempetan motor di daerah Pondok Kopi Jakarta Timur, korban berdarah-darah, mengerang kesakitan namun tidak bisa bangun. Untung saja pertolongan segera datang, sehingga sang korban segera dievakuasi.

Yang kedua di JL MT Haryono, Jakarta selatan.. Kok ada rame-rame ya?? Kata teman baru saja motor nabrak mobil dengan kecepatan tinggi. Pengendara motor terkapar langsung diam tak bergerak. Motor Tigernya hancur. Tragis, karena beberapa saat tidak ada yang menolong.. Takut salah barangkali..Yang punya mobil melarikan diri..Mungkin takut di massa..Inilah realita negara kita tercinta

Ternyata maut datang tidak perlu surat undangan.. Bayangkan yang kecelakaan kita-kita.. Ayo dibayangkan... Lho ini beneran, hari/waktu kita ya sekarang.. tidak ada jaminan kita masih diberi nafas esok hari.. Apakah anda merasa aman??? Maka renungkanlah sebelum terlambat. Bertaubatlah sebelum ajal datang tidak perlu surat undangannya Poppy Mercury (Alm).. Hmmmm

Untung bukan kita yang kecelakaan, makanya Waspadalah-waspadalah. Bisa jadi besok giliran anda.. Ini serius..


Berikut tulisan yang bagus dari dakwatuna.com yang perlu kita renungkan...

Ketika satu per satu sahabatku pergi meninggalkanku… Menuju alam yang belum pernah kuketahui wujudnya. Aku masih juga belum tersadarkan. Kematian itu datang tak mengetuk pintu. Mencerabut manusia dari orang-orang terkasihnya tak peduli ia miskin atau kaya, tua atau muda, sengsara atau bahagia, siap atau tak siap menyambutnya. Masih saja aku bergeming. Menganggap kematian itu masih jauh dariku. Kematian adalah milik orang lain. Aku? Entah lah..

Yang jelas aku yakin ia masih jauh dariku. Lihat saja tubuhku yang bugar,lenganku yang kokoh,pandangan mataku yang tajam,langkah kakiku yang tegap, tak ada satu pun yang menunjukkan bahwa aku pantas dijemput maut. Aku senantiasa menjaga kebugaran tubuhku. Olahraga dan suplemen vitamin menjadi makananku sehari-hari. Pun check up rutin kulakukan setahun sekali. Sungguh,saat ini aku tak yakin kematian akan menghampiriku. 

Hingga sore tadi tubuhku tiba-tiba menggigil. Bukan,bukan karena sakit,karena seperti kubilang tadi, aku rajin berolahraga, minum vitamin, dan berobat rutin ke dokter. Aku tergetar oleh sebuah pesan singkat yang singgah di selulerku. Seorang sahabat (lagi-lagi) meninggalkanku tanpa pamit. Seorang sahabat yang pagi tadi masih kunikmati tawanya yang berderai-derai, tegap badannya yang gagah, langkah kakinya yang tegap, pandangan matanya yang tajam… 

Oh kematian…pelajaran apa yang hendak kau bagi kali ini? Bahwa kematian itu datang tiba-tiba? Bahwa kita tak pernah tahu kapan ia menjemput kita? Bahwa kematian tak mungkin menghampiri kita di usia yang masih belia? Benarkah? Bukankah Dia telah mengingatkan kita dalam kitab-Nya yang sempurna bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati? Bukankah Dia juga mengingatkan melalui lisan utusan-Nya yang mulia bahwa orang yang paling cerdas diantara kita adalah yang paling banyak menyiapkan bekal untuk kehidupan akhiratnya? Bukankah Dia telah ‘memvonis’ saat kepulangan kita seiring Ia hembuskan ruh di jasad kita? Sungguh,berulang kali Dia mengingatkan kita akan satu kepastian ini. Masihkah kita menganggap bahwa kematian itu (tak=red) datang tiba-tiba?

Allah swt Berfirman:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Jumuah  8)

 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment