Dec 19, 2012

Keajaiban Ikhlas dan Sukur

Kisah nyata dengan tambahan. Zul seorang penjual asongan.. Seringkali pagi-pagi berangkat mencari sesuap nasi dari terminal bekasi. Naik KRL jurusan kota untuk membeli barang dagangan yang akan ia jual di pinggiran sekolah atau mall..

Berapa penghasilan Zul?? Tak menentu yang pasti berapa sih hasil ngasong?? Bisa diperkirakan sendiri..
Suatu hari setelah belanja dari Pasar Pagi Lama Mangga Dua, Zul hendak menjajakan dagangannya. Walaupun capek ia rasakan namun Zul memaksakan diri untuk mencoba mengais rezeki hari itu.. Ia sambar sepeda ontelnya yang selama ini menemaninya jualan asongan untuk pergi menuju salah satu sekolah dasar.

"Huh, cuapek bener". Kata Zul sambil mengayuh sepeda
Memang saat itu baru saja hujan jadi jalannya becek. Sepeda ontel bututnya susah untuk dikayuh karena tanah basah banyak menempel ke roda.. Sampai akhirnya di sebelah parit tiba-tiba sepeda Zul oleng

"Byuurr"... Zul terpeleset ke pari tersebut. Sialnya dagangannya jatuh juga ditambah paritnya kotor dan berlumpur... Buru-buru ia coba selamatkan barang daganganya, namun apa lacur, hampir semuannya rusak dan terkena lumpur

"Mengapa............................"..... Zul berteriak sesampainya dirumah
"Mengapa hidupku selalu begini?????" Zul menumpahkan kekesalannya dengan mengacak acak kontrakannya. Antara marah, sedih dan menyalahkan nasib.........Sudah dagangannya rusak, hutang belum dibayar pula...
...........................................................

Suatu saat Zul bertemu dengan seseorang yang nampaknya orang kaya. Dandanannya rapih dan mobilnyapun mengkilap.. Biarpun kaya Zul melihat bahwa ia orang yang baik...
"Dik, apapun keadaanya hidup harus disukuri" Kata Bapak itu memulai pembicaraan
"Tapi susah Pak, bagaimana mau bersyukur sementara kondisi saya seperti ini" Jawab Zul
"Itulah hendak di coba kualitas sukurmu, apa yang terjadi semua sudah jauh-jauh hari tercatat dalam Ilmu Tuhan. Syukur atau tidak syukur, sabar atau tidak sabar tetap saja terjadi. Pilih mana??
"Iya Pak, tapi kok susah sepertinya buat saya"
"Susah karena kamu fokus pada penderitaanmu, memangnya hidupmu hanya ada penderitaanmu??"
"Ya tidak Pak, saya masih sehat, masih bisa makan dengan enak walaupun lauk seadanya, masih punya tempat tinggal"
"Nah itu dia, carilah apa-apa yang bisa kamu sukuri, kemudian berbahagialah"
http://magis7.com/?id=bisnis
Klik Disini

"Bener sih Pak,tapi Pak kalau Bapak khan kaya, mudah untuk bersyukur"
"Saya kaya khan sekarang"
"Memang dulu Bapak pernah menderita??"
"Jauh menderita Dik, saya dulu kerjanya satpam.. Hutang banyak sampai tukang tagihnya meneror saya dan keluarga. Anak saya ada 3, dan istri saya di teror. Mereka ketakutan. Akhirnya rumah dan isinya disita, kemudian selama beberapa tahun kami hanya jadi orang jalanan. Bayangkan istri dan 3 anak saya jadi orang jalanan.. bagaimana perasaan saya waktu itu. Tetapi kemudian saya sadar bahwa kita adalah wayang, semua sudah diskenariokan.. Tugas kita hanyalah menerima dengan ikhlas takdir yang sudah digariskan_Nya.. Saya bersukur karena anak dan istri masih hidup. Saya mencoba untuk terus bersyukur apapun yang terjadi"
"Maaf Pak bukannya bermaksud membuat Bapak sedih"
"OOO Gak papa, justru keadaan itulah yang membuat jiwa saya tertempa. Jiwa syukur dan ikhlas saya terlatih... Makanya jangan menyalahkan nasib, tetapi rubahlah keluhan dengan syukur yang dalam, ucapkanlah "Terimakasih Tuhan, atas berkah hidup yang Engkau berikan kepada kami.. Dengan Nama_Mu aku mengucap syukur Alhamdulillah"
"Menarik sekali Pak, terus??"
"Apa yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan. Semakin saya menerima suratan nasib dengan bersukur, semakin keajaiban sering terjadi sampai sekarang"
..............................................................................

Selepas pertemuan dengan Bapak2 tadi, Zul mulai melatih otot sukurnya
"Terimakasih ya Allah, hari ini saya rugi, tapi khan masih bisa makan"
"Terimakasih ya Allah hari ini untung dikit, walaupun dikit namun sangat bermakna"
"Terimakasih ya Allah, hari ini saya diusir kepala sekolah ketika mencoba menggelar dagangan, ini melatih kesabaran"
Semakin Zul berlatih menciptakan "peristiwa sukur dan ikhlas" dalam sanubari, semakin bahagia dan tenang Zul menjalani hidup. Semua hidup matinya, shalat dan ibadahnya ia serahkan kepada Sang Pencipta.. Justru disitulah optimisme dan keyakinan luar biasa besar mulai bercokol dalam hati Zul. Sebuah keyakinan akan kesuksesan yang diluar nalar logika Zul, namun begitu jelas terdengar di hati sanubari.....

Sampai pada suatu saat ketika Zul sedang memarkir sedannya, ada seorang satpam parkir yang mengeluh kepada Zul tentang nasibnya.. Zul memberi nasehat...

"Apa yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan. Semakin saya menerima suratan nasib dengan bersukur, semakin keajaiban sering terjadi sampai sekarang" Kata Zul kepada satpam parkir



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment