Dec 11, 2012

Antara Cerdas Pikiran dan Cerdas Hati

Beberapa kali menonton Jakarta Lawyer Club, sebagai warga negara saya merasa bangga. Kenapa?? Karena ternyata memang benar bahwa di Indonesia ini banyak sekali terdapat orang-orang yang cerdas-cerdas dan pintar-pintar.. Otak mereka sungguh smart dan mengkilap di bidangnya masing-masing. Sungguh jikalau kecerdasan mereka digunakan dalam hal-hal yang baik dan positif niscaya bangsa ini akan maju..

Beberapa orang bilang, "Orang Indonesia memang pintar dan cerdas, pintar menipu, mencuri, korupsi, dan lainnya untuk kepentingan partai dan indifidu". Itu pemikiran beberapa orang yang seharusnya kita hargai dan semoga menjadikan cerminan dan renungan bagi kita semua.

Memang jika kita lihat para pejabat dan pengusaha yang pintar dan cerdas itu banyak menggunakan kecerdasan otaknya, walaupun ada juga yang tidak hanya kecerdasan otak saja yang dikedepankan namun juga kecerdasan hati. Lho ada tho kecerdasan hati??? Ya ada dong...

Suara hati adalah suara fitrah, kecerdasan hati adalah kecerdasan fitrah. Fitrah hati adalah menyuarakan kebenaran.. Itu bagi hati yang bersih dan suci, karena ada juga hati yang kotor. Hati yang kotor adalah hati yang cahayanya tertutup oleh nafsu-nafsu dan keserakahan. Nafsu yang mengajak diri untuk berbuat curang, menipu dan korupsi tadi. Nafsu yang mengajak kepada hal-hal yang berkaitan dengan kenyamanan badan, perut dan kesenangan lainnya. Jika nafsu-nafsu itu selalu dituruti maka jadilah hatinya tertutup cahaya kebenaran.

Makanya banyak sekali orang yang cerdas otaknya namun gelap hatinya. Jadinya ya itu tadi, nafsu keserakahan selalu dituruti. Ada juga orang yang otaknya tidak cerdas hatinya juga gelap. Wah cilaka 12.
http://magis7.com/?id=bisnis

Jika hatinya cerdas niscaya ia akan membimbing pikiran dan otaknya untuk cerdas. Jika hatinya mengatakan "Jangan lakukan, itu melawan kebenaran", kemudian pikiran dan otak anda terbimbing suara hati tersebut maka aktifitas yang dilakukan tentunya menerima dan melakukan kebenaran.
Apakah kebenaran hakiki itu. Para ahli berpendapat, bahwa kebenaran hakiki itu memiliki indicator – paling tidak sebagai berikut: 1. Universal, bisa diterima oleh segala lapisan masyarakat. 2. Tidak memihak. 3. Ada unsur keadilan. 4. Mengandung rahmat. 5. Mendatangkan ketentraman dan kesejahteraan. 6. Berlaku selamanya. 7. Tidak ada keraguan di dalamnya. 8. Datangnya dari Allah Swt.
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al-Baqarah [2]: 147).
Sahabat Indonesia, kita sudah jenuh dengan banyaknya manusia cerdas di negara ini namun hatinya gelap. Kecerdasan yang dimanfaatkan untuk merugikan orang lain. Kita akan bangga melihat sosok yang cerdas otak dan hatinya. Kecerdasan otak yang dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama karena faham suara kebenaran yang mengatakan bahwa "berkah kecerdasan harus di gunakan untuk kebaikan dan manfaat mahluk lainnya".

Kami mengajak kepada sahabat Indonesia untuk sering-sering bertanya kepada suara hati terdalam tentang apa yang kita lakukan. Apakah pilihan otak cerdas kita searah dengan kebenaran atau melawan kebenaran. Jika itu adalah suara kebenaran maka lakukanlah dengan sebuah keyakinan bahwa tentara Tuhan akan menolong sang pembela kebenaran. Jika tindakan itu melawan kebenaran maka hentikan karena ada waktunya yang bathil pasti lenyap. Ada waktunya balasan bagi pelaku dosa dan kezaliman. Itu pasti adanya..

Bagi yang masih menuruti hawa nafsu dan melawan suara kebenaran coba renungkan dan fahamilah dengan sepenuh hati dan perasaan bahwa permainan pasti ada akhirnya. Sudah rumus yang pasti bahwa kebathilan akan kalah dunia akherat. Barangkali apa yang anda dapatkan mampu memberikan kenyamanan hidup, namun hati anda akan percaya bahwa itu hanyalah kenyamanan yang semu dan menipu.. Hidup tidak tenang dan serba was-was..

Permainan pasti akan berakhir. Seribu tahun permainan digelar namun pada seribu satu tahun permainan akan berakhir dan kita semua akan bertanggung jawab terhadap permainan yang kita ciptakan sendiri. Namun kita tidak mungkin hidup seribu tahun. Umur kita rata-rata hanyalah 70 tahun. Dan ingat kita semakin mendekati akhir dari permainan. Dan 70 tahun itu pasti datangnya, nyata ruang dan waktunya. Jika 70 tahun itu sudah mendatangi kita dengan tiba-tiba niscaya mata kita akan terbelalak. Kaget dengan banyaknya perbuatan kita yang melawan kebenaran. Terkejut karena waktunya segera berakhir. Takut luar biasa melihat masa lalu penuh dosa namun tiada waktu lagi untuk memperbaikinya.

Ingat kawan, waktu itu pasti datangnya.. Waktu dimana kita mulai memahami bahwa ternyata hidup didunia ini hanya sebentar. Begitu singkatnya sampai-sampai kita memahami bahwa waktu itu ternyata menipu.. Saat dimana jiwa bergetar ketakutan karena menghadap Sang Pemilik Kebenaran dengan menghabiskan hidup melawan kebenaran dari Tuhan..

Masih ada waktu untuk mencerdaskan hati menerima dan membela kebenaran...Masih ada waktu merubah kepura-puraan, penipuan dan kezaliman. Masih ada waktu memperbaiki diri agar permainan berakhir dengan kemenangan...


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment