Nov 9, 2012

Tips Sabar Menghadapi Tuduhan dan Fitnah

Asslkum,lam knl ustd mo ny nih...gmn y spy ttp sabar menghdpi tuduhn2 yg sm sex ga bnr,tp byk org menganggp itu bnr.syukron. Zbd

Jawab: Bapak-bapak Ibu-ibu sekali lagi kami informasikan kepada anda semua bahwa saya bukan ustadz dan nggak mau dibilang ustadz. Saya orang biasa seperti anda-anda semua yang sedang belajar untuk selalu memperbaiki diri. Makanya kritik dan saran sahabat semua saya terima dengan senang hati.

Kalau ustadz ketika menjelaskan permasalahan tentunya penjelasannya bagus dan banyak dalil yang dia berikan kepada anda. Kalau saya memberikan tips dan solusi kepada anda jika saya sendiri sudah pernah merasakannya kemudian mencari hikmah dan hakikat masalah tersebut. Kalau ada dalil yang saya sampaikan itu semua berasal dari pembelajaran selama ini baik langsung maupun tidak langsung.

Jika anda bertanya bagaimana tips supaya tetap sabar dalam menghadapi fitnah jawabannya sudah anda jawab sendiri. Ya tetap sabar saja... Gampang khan? Gampang ngomongnya tapi susah prakteknya memang benar. Tetapi memang begitulah adanya. Makanya sabar perlu dilatih. Bukankah anda menginginkan diberikannya kesabaran? Maka kejadian yang membuat hati anda sakit hati itulah jawabannya. Sabar tidak diberikan cuma-cuma namun harus diraih ketika kita sedang menghadapi ujian atau musibah.

Sabaaarrr sabaarrr, begitulah biasanya kata-kata yang keluar dari mulut kita ketika menerima respon sakit hati baik karena fitnah atau yang lainnya. Seringkali mulut beristighfar ketika dirasa ada fitnah yang sangat keji. Namun saya melihat banyak juga yang beristighfarnya banyak tetapi balas dendamnya juga banyak.

"Astaghfirullah, sabaarr sabarr, tega-teganya dia melakukannya padaku, semoga Allah membalasnya dengan balasan berlipat ganda. Biarlah hukum karma yang akan dia rasakan. Lihat saja nanti pasti saya balas fitnah yang sangat keji itu"...

Itu yang banyak saya temui ketika kita dihadapkan pada sebuah tuduhan dan fitnah yang keji. Jika anda juga seperti itu ya sama saja alias sami mawon.. Itu mengutuk namanya, bukan bersabar. Seolah-olah kita begitu lemahnya sehingga cuma bisa mendoakan kejelekan untuk mereka yang menfitnah. Kalau anda sabar ya terima fitnahan itu kemudian doakan supaya dia sadar. Doakan kebaikan buat mereka.

Sahabat, sabar memang perlu dilatih. Latihannya tentunya sewaktu kita mendapat ujian, musibah, fitnah, kemiskinan, penderitaan dan lain-lain. Itulah saat dimana kita diuji kesabaran kita. Jika lulus maka anda berhak naik ke level yang lebih tinggi dan lebih mulia.
http://magis7.com/?id=bisnis

Lagian buat apa tidak sabar, toh waktu terus berlalu. Buat apa hidup ini diisi dengan dendam dan sakit hati, ndak ada gunanya. Bukankah hidup ini adalah seperti sebuah syuting sinetron? Ada saatnya kita melihat peran kita sendiri apakah kita memilih peran sabar atau pendendam. Itu nanti di yaumil qiyamah, dimana waktunya nyata, ruangnya jelas dan rasanya juga real. Jika sabar anda layak dapat surga, jika hati anda berpenyakit maka perlu dicuci dahulu dineraka selama berabad-abad. Mau????

Allah melihat anda ketika anda bersabar, Allah mencatat anda sebagai orang yang sabar. Bukankah itu lebih dari cukup? Bahasa saya, bodo amat penilaian mereka yang penting penilaian Allah, titik... Perhatikan ini, jika anda bersabar dan menyandarkan segala permasalahan hanya kepada Allah maka percaya pertolongan Allah segera datang.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

Diatas adalah Firman Allah yang berjanji kepada siapa saja yang bersabar bahwa Allah akan memberikan pertolongan_Nya. Sebenarnya semua permasalahan hidup kita sudah ada solusinya di dalam Al Qur'an, sayangnya iman alias kepercayaan kita terhadap kebenaran Al Qur'an begitu tipisnya. Ini fakta... Makanya baca Al Qur'an kemudian resapi maksudnya dan aplikasikan dalam hidup kita dan nantikanlah keajaibannya. Ini serius, supaya level iman kita bisa naik secara bertahap dikarenakan merasakan sendiri bukti konkret kebenaran Al Qur'an yang kita rasakan dalam hidup.

Bukan masalah yang menurut kita besar, tetapi Allah lah Yang Maha Besar. Yuk, mulai hari ini apapun masalah dan ujian yang kita hadapi katakanlah dengan lantang dan penuh keyakinan. "Wahai masalah, wahai ujian dan fitnah sesungguhnya Allah Maha Besar"


Artikel Terkait



1 comment:

  1. Pernah juga si kluarga saya difitnah lewat fb ama twitter, mencemarkan banget...
    ga tau siapa orangnya, kayaknya si pake akun palsu...
    terpaksa banget beli software hack facebook & twitter di www.TERLACAK.com buat ngehackin akun yg ngefitnah itu...
    eh setelah dapet softwarenya & tau passwordnya, saya buka pesan masuk fbnya, ada inbok tuker2an nomor hp sama cewek...
    iseng2 saya cek tu nomor, eh ternyata nomor sodara saya sendiri...
    sodara penghianat...

    ReplyDelete