Nov 20, 2012

Selamatkan Gaza dan Palestina



Beberapa saat kemudian setelah suasana agak reda berbondong-bondong warga lainnya melakukan evakuasi. Ya Allah saya hitung ada 3,4,5,7, dan hampir semuanya anak-anak dibawah 10 tahun dengan luka disekujur badan. Darah mengalir deras, mengumandangkan suara kematian yang menyayat. Sanak saudara yang melihat anaknya meninggal dengan mengenaskan hanya bisa menangis sedih... Sebuah adegan yang menyesakkan dada


Berbagai berita tentang pemusnahan biadab yang dilakukan oleh agresor Israel sungguh menyentak dada. Di TV dan media lainnya menyuguhkan adegan-adegan pemboman nan sadis. Baru saja saya menonton bagaimana yang jadi korban justru kebanyakan wanita dan anak-anak. Bagaimana dalam sebuah bangunan terdengar ledakan keras kemudian teriakan-teriakan takbir berkumandang.

Hati saya bergetar seraya berdoa, semoga Israel lekas dihancurkan oleh tentara-tentara Allah swt. Sebuah janji yang pasti. Tak terasa air mata mulai menetes ikut larut dalam kesedihan tiada tara. Bagaimana kalau yang menjadi korban anak kita sendiri?? 

 
Berikut sebuah cerita dari Gaza, semoga hati pembaca tergugah paling tidak mendoakan kesabaran bagi saudara di Palestina kemudian berharap pertolongan Allah swt segera datang untuk memusnahkan bangsa sombong dan congkak yang telah membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang jelas. Bangsa yang telah mencela Allah swt dengan celaan yang belum pernah ada sebelumnya dimuka bumi ini.. 


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ...

http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/
Ahmed putraku...
Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau bersiker
pergi ke pasar untuk belanja dapur kita
Dimana biasanya Ummi yang melakukannya
katamu,"Biar Ummi di rumah,
Ummi mengaji saja di kamar
Biar Ahmed yang pergi ke pasar
Sekali ini saja."
Kau sangat bersikeras ...Ahmed putraku
Ummi tak ada prasangka padamu
Lelaki kecilku yang dibanggakan Abimu juga aku

Lalu kau pun pergi membawa keping logam tersisa
Untuk ditukar dengan apa saja sekedar hidup hari ini
Ummi lalu kembali larut dalam ayat Quran tercinta kita...
Kemudian mendadak suara langit menggelegar...
Pesawat dari neraka datang lagi...
Diikuti dentuman keras terdengar...
Serasa dekat di telinga Ummi

Lalu tiba-tiba saja Ummi merasa khawatir denganmu...
Lalu bergegas keluar rumah seperti para tetangga
Ummi mencari tahu apa yang telah terjadi
Semua berlari ke arah pasar tempat kau pergi...
Ahmed putraku...

Lalu ummi melihatmu terkapar di jalan...
Diantara raga-raga tak bergerak lainnya
Kau sekarat disana...Tanganmu saja yang bergerak
Ahmed putraku...
Ummi spontan membopongmu mencari pertolongan.
Di mulutmu hanya ada suara...
Suara yang sangat kita kenal...
"Allah! Allah! Allah! Allah!"

Lirih Lemah...
Tapi menembus kuat hingga langit tertinggi
Dan Allah ternyata memberi cinta di pagi ini padamu
Juga pada Ummi lalu kubisikkan kata di telingamu,

"Putraku tersayang, Sampaikan pesan Ummi pada Abimu di syurga bahwa ummi akan lanjutkan perjuangan kalian .
Ummi akan teruskan perlawanan kalian.

Selamat jalan Ahmed anakku terkasih
Selamat jalan syahidku cintaku

Ternyata Allah telah memanggilmu pagi ini
Biarkan Ummi menangis terakhir kalinya
mengantarmu pergi ke taman kehidupan sebenarnya
dimana Abimu menunggu di pintu gerbangNya
Tunggu Ummi ya nak, tunggu
Kita kelak akan bersama lagi seperti dulu …

Laa ilaaha illallah Muhammadarrasuulullah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun…"

“Oh, Rabb! Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini.” Kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu-sedu.
Foto Kekejaman Yahudi Israel
Bangkitlah wahai kaum muslimin
Hidupkan kesadaran yang selama ini mati
Bantulah mereka....
Bantulah dengan doa
Harta dan jiwa
 
 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment