Nov 23, 2012

Cara Kaya, Yakinilah Bahwa Kaya Itu Baik

Zulkarnaen seorang wirausahawan/enterpreneur sukses sedang ngobrol dengan Joy (aslinya paijo namanya) seorang Buruh Pabrik. Malam itu Zulkarnaen habis dari yayasan Yatim Piatu untuk membagikan sedikit rezeki pada anak-anak yatim sementara Joy habis pulang kerja dan ngopi-ngopi bareng teman kongkownya. Zulkarnaen adalah tetangga dari Joy ketika malam itu mereka membahas sebuah topik tentang kekayaan
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Joy: Lu udah kaye wajarlah sedekahnye banyak. Kalau gue mana bisa, buat makan aja suseh
Zul: Nggak gitu bos, sedekah dulu yang banyak ntar baru kaya

Joy: Banyak orang kaya yang sombong dan suka pamer
Zul: Makanya Joy, jadilah orang kaya yang baik. Harta bukan alat pamer, tapi sarana ibadah

Joy: Nggak gitu, agama juga melarang kite kaya
Joy: Ah Masak sih, kok Nabi Muhammad SAW kaya, juga umar usman, Abdurrahman Bin Auf dan masih banyak lagi. 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga hampir semuanya kaya kok, Bahkan banyak yang mewarisi trilyunan untuk perjuangan islam

Joy: Banyak kok ayat yang tidak menganjurkan kekayaan. Dunia ini hanya senda gurau dan permainan bro. Jangan bermewah-mewahan
Zul: Lebih banyak lagi ayat yang menyuruh kita supaya berguna dan bermakna bagi sesama kok. Menjadi rahmatal lil aalamiin

Joy: Maksudnya orang kaya itu suka bermewah-mewah dan membangga-banggakan kekayaannya, kelak mereka akan mengerti bahwa azab Tuhan itu sangat keras
Zul:  Betul itu orang yang tidak mengerti tujuan kekayaannya. Mereka hanya mencari dunia saja dan melupakan akherat. Waktunya dihabiskan dengan mencari kekayaan dan kemewahan ndak peduli halal dan haram. Makanya Allah memperingatkan bukan mengharamkan. Makanya jadilah orang kaya yang bermanfaat. Makanya jangan salah menyikapi kekayaan. Contohlah Nabi SAW dan para sahabatnya dalam menyikapi kekayaan. Ia bisa menjadi mulia karena hartanya juga bisa menjadi hina karena hartanya. Sama saja bro, kaya atau miskin semuanya ujian. Kaya atau miskin sama mendapatkan azab Tuhan kalau tidak lulus ujian...

Joy: Kaya itu tidak baik bos, ntar banyak godaannya
Zul: Nabi SAW itu pedagang yang sukses dan kaya lho. Juga salah satu dari ummatnya seperti Abdurrahman bin Auf:
- Ia adalah segelintir sahabat Nabi yang berani bersedekah seratus persen.
- Ia hampir selalu menemani perjuangan-perjuangan Nabi di lapangan.
- Ia menyantuni veteran-veteran perang dan istri-istri Nabi setelah Nabi wafat.
- Ia berpakaian sederhana, sampai-sampai tiada bedanya ia dengan budaknya.
- Apakah mungkin orang sesoleh ini susah masuk surganya? Tidak mungkin!
- Bahkan seluruh ulama sepakat, ia adalah satu di antara sepuluh orang yang dijamin
masuk surga. Dan ribuan tahun sebelumnya, inilah yang terjadi...
Nabi Ibrahim (Abraham) adalah orang kaya. Salah satu bukti kekayaannya, sekali berkurban saja, ia sanggup memberikan ratusan bahkan ribuan hewan kurban.  Nabi Sulaiman (Raja Salomo) pernah berdoa agar menjadi orang terkaya sepanjang sejarah dan doa itu dikabulkan oleh-Nya. Masih banyak lagi nabi-nabi yang kaya, di antaranya Nabi Yusuf. Jelaslah sudah, tidak ada yang salah dengan kekayaan. Asalkan kita mampu mempertanggung-jawabkan ‘dari mana’ dan ‘ke mana’ kekayaan itu. Tentu saja, walaupun kaya, kita tetap sederhana, rendah hati, dan murah hati.
Kamu mau kaya nggak? Apa mau miskin terus??

Joy: Yaaa, mmmmm, anu ... mmmm mau sih, tapi kaya yang baik dan bermanfaat khan?? Seperti Nabi SAW dan Abdurrahman Bin Auff Khan??
Zul: Heheheh kayak pernah kaya aja

Joy:  Gak ah takut tergoda, Gue pengin jadi orang biasa saja
Zul: Ya sukur deh, biasa yang bagaimana??

Joy: Ya biasa saja, punya uang yang cukuplah buat makan. Buat anak sekolah, buat bahagiain anak istri dan keluarga, sukur-sukur bisa naik haji sekeluarga besar
Zul: Itu namanya ingin kaya bro...

Joy: Iya yaa
Zul: La iya lah, jangan cuma itu, tapi jadi orang biasa saja yang selalu bersukur. Punya uang cukup2an lah. Cukup buat beli rumah, beli kendaraan, naik haji, beli sesuatu buat kebahagiaan keluarga. Punya uang yang cukup buat ndiriin masjid, buat bantu yatim piatu, buat bantu orang lain yang kesusahan dll dll. Mau nggak jadi hamba Tuhan yang seperti itu?? Apa mau jadi orang yang nyusahin anak istri dan keluarga karena miskin.

Joy: Ya nggak lah
Zul: Bukankah doa setiap harinya ingin bahagia dunia dan akherat serta dijauhkan dari azab neraka? Makanya belajar sesuatu jangan sepotong-sepotong

Joy: Betul betul. Nggak munafik lah kalau hampir semua manusia ingin segalanya cukup alias ingin kaya sebenarnya. Orang yang bilang kaya itu jahat karena dia sendiri belum kaya, padahal kalau diberi 2 pilihan antara kaya atau miskin pasti memilih hidup kaya dan masuk surga. Ditambah-tambah sendiri...
Zul: Lah itu tahu

Joy: Iya Zul, gue bilang kaya itu tidak baik sebenarnya buat ngehibur diri aja. Pas barusan baca di selebaran jumat ada ayat gituan jadi tambah kehibur. Padahal sebenarnya selama ini gue sudah stress dengan kemiskinan gue..
Zul: Lengkap kap

Joy: Sori bro... Gue salah menyikapi kekayaan, makanya hidup gue miskin terus kali ya? Udah gitu suka nyalahin dan nganggap orang yang kaya selalu sombong, padahal nggak semuanya. Gue suka ngejudge orang kaya kagak pernah ibadah, padahal gue sendiri juga jarang ibadah. Udah miskin sombong, waduh cilaka 12. Lebih cilaka lagi sudah miskin gak mau doa. Gak mau dhuha, gak mau sedekah, gak mau nyumbang anak yatim, gak mau tahajud dlldll. Dengan alasan iklhas dan tidak ikhlas jadi nggak ibadah. Parah banget sih gue. Namanya miskin yang sombong. Allah murka kepada orang yang gak mau doa.. Hwaduuuh
Zul: Udah dijawab sendiri... heheheh.. Aku juga makasih diingatkan bro

Joy: Terus supaya hidup gue bisa berubah kaya kayak elo dan bermakna buat sesama gimana ya bro?
Zul: Simple ajah, mulai dari berpikir dan meyakini bahwa kaya itu baik adanya. Baik untuk duniamu dan baik untuk menjadi sarana bekal akheratmu.. Lalu seperti kata mu barusan. Ibadahlah karena Allah semata. Pamrihnya sama Allah. Ada ibadah yang keutamaannya dunia ada yang akherat dan ada pula yang kedua-duanya dapet..

Joy: Makasih bro
Zul: Makasih juga bos

Joy: Ngomong-ngomong pinjemin cepek bro, buat beli susu anak
Zul: Heheheh, nih gue kasih 200

Joy: Hadeh2, ngenes amat sih gue. Ya Allah jadikan aku orang kaya yang bisa membahagiakan keluarga dan berguna bagi agama_Mu
Zul: Huahahahaa. Amin Joy, Amin, Insya Allah kabul


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment