Oct 31, 2012

Menunggu Iklhas dulu baru ibadah, benarkah??

Kali ini saya ingin membahas ikhlas dan tidak ikhlas dalam beribadah dan tentunya berdoa. Ibadah khan doa juga?. Artikel ini saya buat karena masih saja banyak yang tidak faham dan mengerti ikhlas yang sesungguhnya sehingga menunda ibadah atau mengurangi ibadah dan doa. Kebenaran datang dari Allah swt, manusia hanyalah berikhtiar mencari kebenaran.


Ikhlas itu urusan Allah. Yang Tahu hanya Allah swt. Kita tidak ditugaskan mencatat amal orang lain iklas atau tidak. Bukan kita yang menilai, tetapi kitalah yang dinilai. So berlomba-lombalah dan berlatihlah untuk ikhlas karena Allah swt.

Sebelumnya simak Firman Allah dalam QS Al Mu'min 60
Berdoalah kepada-KU niscaya akan aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku mereka akan masuk neraka jahanam dengan penuh kehinaan “ (Q.S. Al-Mu`min:60)

Pointnya adalah beribadah dan berdoalah kepada Allah. Apa urgensi dari Ibadah dan doa? intinya meminta kepada Allah. Apa yang diminta? Ya surga, ya ampunan, ya jodoh, ya rezeki, ya ya ya..... ya lainnya. Banyak karena memang manusia banyak butuhnya dan Allah Maha Mengetahui fitrah manusia. Jangan karena urusan ikhlas dan tidak ikhlas jadi tidak berdoa meminta jodoh, tidak berdoa meminta panjang umur, tidak meminta rezeki melimpah, tidak meminta surga dll dll.

Kedua, ibadah pamrih? Boleh-boleh saja, karena memang watak manusia adalah pamrih. Yang tidak boleh adalah pamrih kepada selain Allah. Apakah dhuha dan tahajud kita kerjakan karena pamrih itu salah? Bukankah petunjuk itu ada dalam Al Qur'an. Bagi yang ingin kedudukan tinggi dan terpuji maka tahajudlah. Itu adalah petunjuk dalam Al Qur'an. Jika ingin kaya sedekahlah, itu juga petunjuk Allah dalam Al qur'an (Al Baqarah 261). Lha untuk apa Allah memberikan petunjuk seperti itu kalau bukan untuk solusi pamrihnya manusia ciptaan_Nya?.

Karena takut tidak Ikhlas dan takut pamrih maka saya tidak akan shalat, tidak sedekah, tidak akan tahajud dan dhuha. Takut pamrih. Biar sedikit asal ikhlas padahal aslinya memang pelit (hehe red)

Fakta yang anak kecil juga tahu. Gak percaya tanya anak kecil di sekitar anda
  • Shalat berjamaah apa shalat munfarid yang lebih banyak ganjarannya?
  • Shalat sunnah lebih baik 2 rakaat atau 4 rakaat?
  • Puasa sunnah lebih baik 1 atau 2 hari?
  • Kurban 1 ekor kambing apa 1 ekor sapi?
  • Sedekah 1000 apa 1.000.000?
Saya akan menunggu ikhlas dulu baru Ibadah, atau menunggu ikhlas dulu baru membantu tetangga yang sekarat gara-gara belum makan 3 hari.... Menungggu shalat kalau sudah tidak ada seorangpun melihatnya, takut riya. Bagi saya itu adalah bentuk kesombongan bahwa dia tidak mau beribadah dan meminta kepada Allah. Lihat Firman Allah diatas, Dia murka kepada mereka yang tidak mau meminta kepada _Nya.

Lagian kalau kita tidak beribadah, berdoa dan meminta kepada_Nya lantas kita mau meminta kepada siapa? Dukun? Kata Mas Ippho Santosa hanya ada dua orang dukun yang boleh didatangi yaitu Dukun beranak dan Deddy Dukun. 

Tentang shalat dan sedekah ada fakta yang menggelitik
  • Sedikit yang penting ikhlas. Faktanya lebih banyak lebih baik lebih bermanfaat buat sesama
  • Sedekah banyak nanti di bilang riya'.  Sholat duha cukup 2 rakaat, soalnya kalau banyak takut hatinya riya'. Jangan berbuat baik di depan banyak orang, riya' loh. Sekali lagi anjurannya lebih banyak lebih baik. Dan yang paling baik bersegera lebih banyak. Tidak menunda-nunda
  • Shalat wajib nunggu sepi, wah keburu lewat tuh..
Yuk belajar ikhlas by doing. Tidak nunggu ikhlas dulu baru doing. Waktu kecil kita di suruh orang tua ibadah sholat umpamanya, apakah anda ikhlas? Kemungkinan besar anda melakukannya karena mengharap hadiah atau takut dimarahi orang tua anda. Bukankah walaupun tidak ikhlas ketika anda melakukan perintah orang tua anda, anda tetap dapat hadiah? Ya to? Setelah dewasa baru kita shalat bukan karena disuruh orang tua tetapi karena kesadaran, bahwa shalat itu kewajiban.

Lucunya adalah kebanyakan saya mendengar beribadah atau bersedekah banyak takut tidak ikhlas dan riya', nyatanya mereka memang pelit. Atau anda sudah bersedekah dan beribadah banyak dan anda memang pamer, namun bagi sebagian orang yang bersedekah banyak dan terang-terangan karena ingin menyemangati orang lain. Jadi jangan samakan sifat anda dengan sifat seseorang. Lebih mulia kalau kita berbaik sangka.

Ibadah terang-terangan boleh-boleh saja, sebagai syiar agama. Ibadah diam-diam dan sedekah diam-diam juga baik. Celakanya kalau diam-diam tidak ibadah, diam-diam tidak bersedekah. Runyam. Hee
Ibadah kok mengharap rezeki. Mana boleh? Ibadah itu ikhlas karena Allah semata. Betul. Nenek jenggotan juga tahu. Bocah meriang juga tahu. Atau katakanlah saya mengikuti kata anda. Lha jika saya ada masalah, masak saya akan bengong bengong saja menunggu solusi jatuh dari langit? Apa saya dilarang sholat hajat atau sholat dhuha untuk mengatasi masalah saya? Apa solusi anda?

Ibadah ikhlas semua orang juga tahu. Ibadah hanya kepada Allah, menyampaikan hajat hanya kepada_Nya. Ada ibadah yang keutamaanya untuk urusan dunia ada ibadah yang keutamaanya untuk akherat. Kalau tidak berharap kepada Allah, kita berharap kepada siapa lagi?

Terakhir jawab dengan jujur, ini bener apa bener
  • Bingung? Istikharah
  • Perlu Hujan? Shalat isttisqa'
  • Punya Impian? Sholat hajat, dan tahajud
  • Mau rezeki bertambah? Dhuha
  • Mau Minta ampun? Sholat taubat
  • Melipat gandakan rezeki? Sedekah
Juga jawab
Ingin masuk surga? Ibadahlah dengan pamrih kepada_Nya dan meminta surga_Nya jangan kepada yang lain. Shalat wajib jangan sampai lewat, puasa ramadhan jangan bolong, zakat jangan lewat, haji kalau mampu, berbuat baik dan beramal shaleh, berjuang dengan harta dan jiwa dll. Lakukan itu karena Allah, percaya kepada Allah bukan kepada deddy dukun dan dukun beranak. Supaya apa? Supaya Allah berkenan memberikan Rahmat dan Kasih Sayangnya kepada kita. Karena pada hakekatnya bukanlah amalan/ibadah yang memasukkan kita ke surga_Nya, tetapi karena Rahmat_Nya.

So, perhatikan ini dan tanyakan kepada hatimu
Sebaik-baik meminta adalah mengikuti cara yang diajarkan Yang Maha Kuasa, Allah swt yang di contohkan Nabi saw, tidak ada cara yang lebih baik lagi. Tidak ada....


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment