TEMPLATE ERROR: Invalid data reference label.name: No dictionary named: 'label' in: ['blog', 'skin', 'view'] Cara Mendapatkan Rezeki Tak Terduga | Adhin Busro (dot) Com

Oct 13, 2012

Cara Mendapatkan Rezeki Tak Terduga

Tentu senang dan bahagia rasanya jika saya dan anda mendapatkana rezeki dari arah yang tidak diduga sebelumnya. Tahu-tahu datang dan menghampiri kita. Saya beberapa kali (=baca sering) merasakan bagaimana mendapatkan rezeki yang tidak saya duga sebelumnya. Umpamanya...

  • Saya ingin membeli buku dengan judul "Dahsyatnya Doa Ibu", namun uang tidak cukup untuk membelinya. Sekitar 2 hari kemudian ada sahabat yang memiliki buku tersebut, jadilah saya meminjamnya dan membacanya sampai selesai dan gratis
  • Saya ingin sekali bertemu Ustad Yusuf Mansur namun terkendala aktifitas harian. Sekitar 2 hari setelahnya saya menjumpainya di sebuah masjid di daerah Bekasi ketika beliau mengisi tausiyah
  • Istri saya ingin membeli motor baru namun uangnya belum cukup. Ajaibnya sekitar seminggu kemudian ada yang datang ke rumah membayar hutang kepada saya dan menambahkannya dengan ikhlas sekian kali lipat. Akhirnya motor terbeli dan cash

Enak khan?? Anda mau tahu rahasianya?? Oke, saya buka untuk pembaca setia blog kami.. Namun sebelumnya anda kudu faham penjelasan berikut ini
  • Rezeki itu sudah ada yang mengaturnya
“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya. ” (QS. Hud : 6)
  • Allah yang meluaskan dan menyempitkan rezeki. Dia meluaskannya kepada hamba-hamba_Nya yang dikehendaki_Nya. Dia juga yang memberikan rezeki kepada siapa saja hamba-hamba_Nya tanpa batas dan ukuran. Tentunya yang secara sadar berupaya untuk menjadi bagian dari hamba_Nya yang diluaskan rezekinya tanpa batas.
" Allah meluaskan rezeki siapa saja yang Ia kehendaki dan menyempitkan (rezeki siapa saja yng Ia kehendaki)…" (QS.13: 26)

"Dan Allah memberikan rezeki kepada siapa yang ia kehendaki tanpa batas." (QS.24: 38)


Lantas para ulama pun kemudian membuat klasifikasi rezeki yang sudah pasti dan rezeki yang mungkin diperoleh manusia melalui perbuatan tertentu. Di antara ulama ada yang membagi rezeki menjadi empat macam:

1.Rezeki yang sudah dijamin
2.Rezeki yang digantungkan pada usaha (kasab)
3.Rezeki yang dijanjikan
4.Rezeki dari arah yang tidak diduga

Cara mendapatkan Rezeki dari arah yang tidak diduga

1. Selaraskan hati rasa dan pikiran (Takwa)Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara. "memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk Allah". Dari kata waqa ini taqwa bisa di artikan berusaha memelihara dari ketentuan Allah dan melindungi diri dari dosa/larangan Allah. Bisa juga diartikan berhati hati dalam menjalani hidup sesuai petunjuk Allah.

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya. ” (QS. Ath Thala : 2)

Yaitu ‘dari jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan ,’ demikian komentar Qatadah, seorang tabi’in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).

Jika saya bahas lebih mudah dengan bahasa yang gampang difahami tentu anda akan ngeh dan setuju. Taqwa adalah memelihara fitrah kesucian kita sebagai manusia yang diciptakan dengan kemuliaan yang sempurna, maka itu jagalah atau bertaqwalah. Ketika jiwa memahami kebenaran, kemudian masuk kepada rasa dan pikiran kemudian anda melakukan perbuatan yang benar. Berarti taqwa itu harus selaras antara hati, pikiran dan perbuatan anda. Contoh. Ketika anda menemukan dompet dijalan, hati anda mengatakan takutlah kepada Allah itu bukan hakmu, kemudian rasa, akal dan pikiran akan bertarung apakah memenuhi ucapan hati atau memenuhi godaan nafsu dan syaitan. Ketika hati, rasa dan pikiran anda setuju bahwa itu bukan hak anda sehingga anda tidak mengambilnya maka itulah yang dinamakan bertaqwa/menjaga diri

Contoh lainnya. Jika hati anda mengatakan,"Rezeki adalah urusan Allah", kemudian akal pikiran anda tidak terlalu percaya kepada matematika Tuhan dimana hal itu menahan anda untuk mengambil resiko dalam hal pekerjaan. Ketika hati, rasa dan pikiran bertentangan artinya anda kurang bertaqwa, maka hasilnya adalah kejenuhan dan kebosanan. Buktinya anda sampai sekarang masih bertahan di pekerjaan rutin anda yang melelahkan dan menjemukan, padahal nurani anda percaya bahwa rezeki itu urusan Allah swt. Hehehe maaf bercanda..

Makanya jika anda menginginkan rezeki yang tidak terduga datangnya latihlah diri anda untuk menyelaraskan hati, rasa dan pikiran. Hati memahami kebenaran, rasa memberikan kesejukan, pikiran untuk memerintahkan dan badan untuk melakukan kebenaran yang di ilhami oleh hati nurani anda.

Setelah itu semua terlatih, artinya anda berhasil membangkitkan energi penuh daya dan akan menghadirkan keajaiban demi keajaiban dalam hidup anda...

2. Merubah pola ikhtiar (Istighfar)

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah swt atas segala hal yang sebelumnya kita kerjakan dengan cara yang salah dan mengubahnya dengan cara yang benar sesuai anjuran agama. Supaya lebih mudah dipahami saya ingin menjelaskan begini. Istigfar adalah merubah dosa menjadi kebaikan. Jadi bukan semata-mata mulut bersitighfar setiap hari 100 kali namun perbuatannya tetap tidak diubah.

Contoh,
  • Barangkali rezeki anda berasal dari sumber yang haram kemudian anda bertaubat dan merubahnya dengan cara yang halal.
  • Barangkali anda suka mengurangi takaran dan timbangan, tidak perhatian dengan pelanggan atau apapun maka rubahlah
  • Barangkali anda banyak meninggalkan shalat dan kewajiban-kewajiban lainnya, makanya rezeki anda selalu seret. Atau mungkin lancar namun ada saja pengeluarannya sehingga tidak pernah cukup. Makanya ubahlah dari sering meniggalkan kewajiban-kewajiban agama kepada selalu mengerjakan kewajiban-kewajiban agama.
  • Mungkin anda suka berbohong maka ubahlah dengan kejujuran
  • Makanya ubahlah perbuatan-perbuatan dosa anda kepada kebaikan demi kebaikan niscaya rezeki yang anda takutkan akan berkurang justru akan bertambah dan datang dari arah yang tiada pernah anda sangka sebelumnya.. 
  • Ganti energi negatif yang sering anda pancarkan dan ubah salurannya menjadi bening dan positif.

Percaya dan jangan takut, ketika anda merubah pola ikhtiar dan bertaubat dengan cara-cara yang tidak baik dalam mencari rezeki ke arah yang baik maka rezeki yang anda takutkan akan berkurang justru akan bertambah. Dan caranya seringkali justru dari jalan yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

3. Memberi

Sebagian orang barangkai menyangka bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan rezeki dan karunia Allah, sebab dengan berinfaq harta kita menjadi berkurang. Ketahuilah Dzat Yang Maha Memberi Rezeki telah berfirman :
“Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya. ” (QS. Saba: 39)

Mungkin sebagian Anda ada yang berkata, “Untuk diri sendiri saja susah kok harus ngasih orang lain.” Ya, itu logika kita. Padahal rezeki datang dan perginya sering tidak pakai logika.Itulah alasan kebanyakan orang yang enggan untuk memberi/sedekah. Mengapa dengan memberi/sedekah harta kita tidak akan berkurang justru bertambah? Disini penjelasannya. Anda wajib membacanya
Apakah anda pernah mendengar "Gara-gara banyak memberi saya jadi jatuh miskin" Nggak ada..

Banyak sekali bukti nyata justru dengan banyak memberi maka kita akan menerima lebih banyak lagi, dan caranya seringkali dari arah yang tiada kita sangka sebelumnya.

Untuk menambah keyakinan tentang cara mendapatkan rezeki tidak terduga klik disini


Artikel Terkait



17 comments:

  1. Untuk rekan2 yang berminat keluar dari krisis finansial...bisa SMS saya di 082334382124...dijamin berhasil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bgmn caranya ya..minta tolong infonya ke 083807713986.trimakasih..

      Delete
  2. trims, inspiratif dan perlu dilatih

    ReplyDelete
  3. Terimakaish semuanya
    Semoga tambah lancar rezekinya Amin

    ReplyDelete
  4. esungguhnya Allah adalah satu-satunya pemberi rizki, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

    “Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

    قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

    “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

    Tidak ada yang berserikat dengan Allah dalam memberi rizki. Oleh karena itu, tidak pantas Allah disekutukan dalam ibadah, tidak pantas Allah disembah dan diduakan dengan selain. Dalam lanjutan surat Fathir, Allah Ta’ala berfirman,

    لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

    “Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah; maka mengapakah engkau bisa berpaling (dari perintah beribadah kepada Allah semata)?” (QS. Fathir: 3)

    Selain Allah sama sekali tidak dapat memberi rizki. Allah Ta’ala berfirman,

    وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ شَيْئًا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ

    “Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).” (QS. An Nahl: 73)

    Seandainya Allah menahan rizki manusia, maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

    مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

    “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Itu memang benar, tidak mungkin ada yang dapat memberikan makan dan minum ketika Allah menahan rizki tersebut.

    Allah Memberi Rizki Tanpa Ada Kesulitan

    Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,

    يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

    “Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari). Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya.”

    ReplyDelete
  5. Terimakasih tambahan dan masukannya
    Disini adalah berikhtiar memperlancar rezeki sesuai anjuran Allah baik yang ada dalam Al Qur'an Maupun Al Hadist
    Ingin rezeki lancar dhuha
    Ingin tempat terpuji Tahajud
    Ingin hujan istisqa
    Ingin rezeki berlipat ganda sedekah
    Ingin surga ibadah yang tekun
    Ingin apapun doakan
    Semua ada petunjuk dan caranya

    Apa yang Allah anugrahkan kepada manusia perlu usaha untuk menjemputnya, bukan langsung turun dari langit. Semua keinginan ada usaha yang harus kita lakukan. No Pain No Gain. Semua dalam kaidah hukum Allah (Sunnatullah)...
    Setuju???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu'alaikum wrwb, contohlah Rasullullah SAW dan para sahabat bagaimana cara menjalani hidup, bukan testimoni manusia hedonism dan konsumtif yang pragmatis , wallahu 'alam

      Delete
    2. Waalaikum salam

      Sdr/i anonim
      Untuk anda yang ingin Zuhud (Jauh dari keduniaan) silahkan, itu baik, doa kami semoga istiqomah. bagi pembaca yang mau keduanya sekaligus (dunia dan ekherat) silahkan, itu juga baik.

      Lebih baik berbaik sangka. Banyak yang ingin meraih dunia untuk kemanfaatan sesama

      Delete
  6. astaghfirullah,,y Allah ampuni dosa hamba

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah, terima kasih atas informasinya

    ReplyDelete
  8. InsyaAllah walau keadaan ekonomi saya sedang kritis selama 2thn saya masih istiqamah untuk bersabar juga berusaha untuk menyelesaikannya,mungkin saat ini Allah menolong saya dengan memberikan kemudahan saat saya menjanjikan hutang2 saya kepada orang entah kelak apa yg akan Allah bantukan kepada saya saya tak tau!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya melihat keyakinan anda masih rapuh. Terus belajar agar rasa yakin itu tumbuh. Anda bisa belajar di blog ini. Salam

      Delete
  9. Bantu saya 083857573611 sungguh saya perlu bantuan

    ReplyDelete
  10. InsyaAllah walau keadaan ekonomi saya sedang kritis selama 2thn saya masih istiqamah untuk bersabar juga berusaha untuk menyelesaikannya,mungkin saat ini Allah menolong saya dengan memberikan kemudahan saat saya menjanjikan hutang2 saya kepada orang entah kelak apa yg akan Allah bantukan kepada saya saya tak tau!

    ReplyDelete
  11. Astagfirallah...ampuni hamba ya allah yg selalu menuntut kepadaMU,sedangkan hamba blom melaksanakan kewajiban hamba

    ReplyDelete

Ngeri.. Menyadarkan..!