TEMPLATE ERROR: Invalid data reference label.name: No dictionary named: 'label' in: ['blog', 'skin', 'view'] Doa terhindar dari fitnah, musibah, balak dan bencana | Adhin Busro (dot) Com

Aug 8, 2012

Doa terhindar dari fitnah, musibah, balak dan bencana

Ada yang share kepada saya tentang kehidupan muamalahnya sbb
"Pak, ketika saya mencoba untuk mengajari tetangga dan warga di sekitar rumah saya yang notabene masih minim dalam hal agama, namun yang terjadi justru saya terkena fitnah. Apa yang harus saya lakukan" Adry Semarang
Kurang lebh begitu pertanyaannya dengan sedikit editing.


Mulia sekali hati anda yang menghendaki untuk berdakwah atau mengajari kepada sanak saudara dan tetangga tentang agama. Mudah-mudahan Allah mencatatnya sebagai perbuatan baik dan bernilai ibadah.

Dalam berdakwah tentu saja harus dimulai dengan niat baik kemudian mengajak kepada jalan Tuhan dengan hikmah dan kebijaksanaan. Artinya mengajak saudara yang lain untuk berbuat baik dengan cara yang baik. Mengajak ibadah, shalat umpamanya dengan cara yang lembut dan bijaksana. Jangan sampai ada kesan kita menggurui karena kebenaran adalah milik Allah. Tahan kata-kata yang menjurus membid'ahkan, mengkafirkan, menyalahkan dll.



Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS An Nahl 125)

Dalam ayat tersebut di atas dijelaskan bahwa ketika mengajak manusia ada metode yang mesti dia tempuh sesuai dengan siapa orang yang mereka ajak. Metode dakwah tersebut antara lain:
  1. Mengajak manusia dengan cara yang hikmah atau bijaksana. Hikmah yang dimaksud adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
  2. Mengajak manusia dengan memberikan nasihat yang baik, dalam segala hal.
  3. Mengajak dengan cara berdiskusi dengan cara yang baik pula. Hal ini merupakan diskusi untuk mencarai solusi kebenaran dan tidak keluar dari aturan Allah dan Rasul-Nya.
Berdakwah dijalan Allah Subhaanahu Wa Ta’aala tidaklah mudah.Tantangan dan rintangan pasti akan selalu ada. Bahkan Allah Ta’ala menjelaskan bagaimana perjuangan dakwah Nabi Nuh ‘Alaihissalam yang tidak mengenal lelah mengajak umatnya siang dan malam sebagai upaya untuk mengajak umatnya ke jalan Allah Subhaanhu Wa Ta’aala. Sebagaimana firman-Nya:

“Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan” (Nuh: 8)

Mengajak dan menunjukkan kebaikan pada saudara kita merupakan amal kebaikan yang punya memnfaat ganda, yaitu untuk dirinya dan juga orang lainnya. Yang mengajak dapat pahala dan yang diajak pun dapat pahala kebaikan ketika dia melakukannya, tanpa mengurangi pahala kebaikan yang mengajaknya. Begitu pula orang yang mengajak pada keburukan dia dapat dosa sebanyak orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa yang memberikan contohnya.

Dari Abu Mas'ud yaitu 'Uqbah bin 'Amral Anshari al-Badri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang memberikan petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah seperti pahala orang yang melakukan kebaikan itu." (HR Muslim)

Dalam hadits yang lain dijelaskan yang bersumber dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (HR Muslim)

Oleh karena itu ajaklah saudaramu kepada kebaikan, dan jangan mengajak saudaramu untuk berbuat dosa dan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sebagian diambil dari  http://www.penerbitakbar.com

Ketika yang kita ajak ternyata ingkar dan menyombongkan diri bahkan membuat fitnah maka kembalikan kepada Allah. Dia Maha Tahu dan Maha Melihat. Maka bersabarlah karena itu lebih baik




Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (QS An Nahl 126)

Ketika kita mendapatkan fitnah, cobaan, balak, musibah dll maka seharusnyalah kita pasrahkan dan kembalikan kepada Allah swt. Berikut doa ketika kita mendapat fitnah, cobaan musibah dan sejenisnya. Bacalah sesering mungkin ketika kita menerima fitnah cobaan atau balak bencana

1. Doa Nabi Yunus



Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al Ambiya' 87)

Doa dimulai dari Laa ilaaha illaa anta, inni kuntu minadzoolimiin

2. Doa Nabi Ibrahim AS

Hasbunallah wani'mal wakiil (QS Ali Imran 173)
Ni,mal maula wani'man nasyiir (QS Al Anfal 40)

...Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung
...Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong

3. Doa perlindungan dari kejahatan

Allaahumma yaa man nuuruhu fii sirrihi wasirruhu fii qolbih. Akhfinii 'an a'yunin naadziriina wa quluubil haasidiina wal baaghiina kamaa akhfaitar ruuha fil jasad. innakaa 'alaa kulli syai'in qodiir

Wahai Allah, Wahai Dzat yang Cahaya_Nya berada dalam rahasia_Nya. dan rahasia_Nya berada dalam mahluk_Nya, sembunyikanlah aku dari pandangan dari orang-orang yang mengintai dan hati orang-orang yang hasud dan zalim, sebagaimana engkau sembunyikan ruh dalam tubuh. Sungguh engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu

Terakhir jika kita berilmu dan berharta biasanya nasehat kita akan lebih di dengar oleh masyarakat. Makanya belajar dan belajar dalam menuntut ilmu, sekaligus memohon kelancaran rezeki. Faktanya Ustadz yang kaya akan lebih di dengar daripada ustadz yang miskin. Wallaahu A'lam

Demikian semoga ada manfaatnya

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment

Ngeri.. Menyadarkan..!