Jul 12, 2012

Kenapa belum ada balasan sedekah?

Mengapa sedekah saya belum dibalas? Itulah pertanyaan dari sebagian orang yang sudah merasa bersedekah. Balasan sedekah bisa jadi umur yang diperpanjang, bala'/bencana yang tertolak, penyakit yang tersembuhkan, nama baik atau yang lainnya. Bisa jadi balasannya di tunda, dan diberikan di akherat yakni dijauhkan dari api neraka. Makanya berbaik sangka kepada Allah, karena Dia tidak mungkin menyalahi janji.

Mungkin ada beberapa orang yang tidak terlalu puas dengan jawaban diatas. Saya maunya sedekah saya dibalas uang berlipat ganda dalam waktu yang cepat. Apakah salah? Tidak juga.
Saya beberapa kali menerima pertanyaan tersebut dan ketika saya tanya, berapakah jumlah sedekah anda? Seperti dari Ibu Noer di Lampung

"Saya mulai belajar bersedekah, tapi rasanya masalah saya kian terasa berat. Mohon sarannya, saya merasa hampir patah semangat dengan persoalan yang kian tak berujung"

Buat Ibu Noer, yang tabah dan sabar ya? Pasti sedekah anda akan dibalas dalam waktu yang tidak lama lagi. Pasti dengan Kehendak Allah yang Maha Menepati Janji. Terus bersedekah ya? Dan tetap berbaik sangka kepada_Nya. Ibu bisa mempraktekkan apa yang saya sarankan sewaktu Ibu telfon. Semoga keajaiban_Nya lekas hadir dalam hidup anda.

Berikut cerita setengah fiktif setengah fakta tentang sedekah yang belum terbalas. Kenapa setengah-setengah? Karena ini memang nyata adanya yang saya bumbui dengan sedikit tambahan. Biar sedikit seru....
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

"Sedekah tiap hari kok ampe sekarang gak ada balasan ya? Harusnya gue udah jadi milyader, khan sedekahnya sudah amat sangat banyak sekali"
"Emang sedekahnya berapa banyak?"
"Pokoknya banyak"
"Ya berapa?, coba itung lagi, bulan ini anda sedekah berapa?"
"Pokoknya setiap peminta-minta gue kasih, dan setiap jumat gue bersedekah dimasjid".
"Berapa coba"
"Pokoknya bla-bla-bla...."
"Stop, sekarang coba dihitung, setiap anda kasih pengemis berapa?"
"Kadang seribu kadang dua ribu"
"Tiap hari?"
"Yaa, nggak sih, kalau ada peminta-minta pasti gue beri kok, bri bri briiiii"
"Gimana kalau sekali ngasih ke peminta-minta Rp. 5.000 atau Rp. 10.000?"
"Lah, habis dong duit ku, ke enakan mereka dong?, besok kalo gue udah jadi milyader baru sedekah segitu tiap hareee"
"Gitu?"
"Ya iyalah, masak ya iya dong, duren aja di belah bukan di bedong"

"Lha, kalau sedang jumatan, berapa yang dimasukkan ke kotak amal masjid?"
"Ya sama, tapi khan sering, sedikit-sedikit lama-lama menjadi banyak khan?, plis ya? Ma te ma ti kus"
"Iya"
"Nah benar khan?, secara gue gitcu loch.. padahal gue sudah ikhlas lho, tapi kok balasannya belum kelihatan ya? beneran"
"Bener ikhlas?"
"Beneran ikhlas, suer. Kemarin aja ada nenek-nenek pengemis di perempatan gue kasih 2000. Iiich, najong tuh nenek-nenek. Padahal yang lain pada gak ngasih. Cuma gue doang yang ngasih tau"
"Masak sih?"
"Ya iyalah, guwe kaleee"

"Gini aja, supaya balasannya kelihatan, elo habis gajian sedekahin ke anak yatim 20% gaji. Receh balasannya receh, gede balasannya tentu jauh lebih gede"
"Haah, haree genee kasih 20% cuma-cuma?, enggak kalee, sampai pingsan tetep enggak, tanggal 10 gene aja gaji dah mo abiz, dengerin yaa? Sampai pingsan enggak"
"Lho, katanya pengin sedekahnya dibalas. Justru sedekah di saat kita sehat, saat takut melarat dan mengharap kaya justru balasannya dahsyat?"
"Au ah, pokoknya gue sudah sedekah banyak bin tulus bin ikhlas bin... bin... bingung aku, nyatanya gak ada balasan"
"Banyak receh maksudnya ya?"
"Syirik aja lo, tinggal aja ngontrak, motor aja kredit belagu"

"Saya sudah beli rumah kok, dan motor ini belinya cash"
"Sumpe lo?"
"La iya ini BPKB dan STNK, ini surat-surat rumahnya, nggak cuma itu saya juga baru bangun ruko, ini sertifikatnya"
"Gile lo ya? Banyak duit ni? Ngepet ya?"
"Nggak lah, inilah balasan sedekah saya selama ini bro"
"Emang sedekah lo berapa?"
"Kok sinis amat liatnya"
"Nggak kok, cuma tolong ya?, plis dech, kalau ada pengemis kasih tuh"
"Makasih nasehatnya, bukan cuma pengemis kok. Orang tua, saudara, anak yatim, fakir miskin, orang jompo dll dll saya bagi semuanya"
"Eeeet dach, Banyak bener, Emang berapa lo sedekahin?"
"Mau tau?"
"Iya lah, paling recehan lo kasih"
"Enggak kok"
"Berape?"
"Kasih tau nggak ya?, sebentar tak mikir dulu"
"Plis deh aah, klo eloh sampe gak ngomong, ingat ya?, elo gue end"
"Kok pake monyong-monyong gitu gayanya, Oke deh saya kasih tahu, saya sedekahin semua gaji saya 100% selama 3 bulan, plus motor plus HP Plus baju-baju dan celana plus plus plus, makanya hidup ane selalu ada saja keajaiban. ente mau?. Nih gue ada 2 juta yang emang pengin ane sedekahin?"
"Haaaaaahhhhhhh"
"Eh eh bro. Bro jangan pingsan dong. Broo"

Hehehehe, pingsan beneran deh. Pingsannya dengan gaya unik, monyongnya masih saja di pertahankan. Sebelum anda tutup blog saya ini dengan senyuman, hayo simak 2 buah hadist berikut ini.

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah saw. bersabda, “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris).” (HR. Bukhari – Muslim)

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



20 comments:

  1. Saya dan istri berapa bulan ini juga mengamalkan sedekah bahkan bisa dibilang nekad sedekah dengan barang dan uang kami,namun mungkin Allah membalas di akhirat nanti.sekarang kami hanya bisa yakin dan mencari jalan keluar dalam tumpukan hutang dan keperluan yang semakin bertambah.mohon pencerahannya.

    ReplyDelete
  2. Saya dan istri berapa bulan ini juga mengamalkan sedekah bahkan bisa dibilang nekad sedekah dengan barang dan uang kami,namun mungkin Allah membalas di akhirat nanti.sekarang kami hanya bisa yakin dan mencari jalan keluar dalam tumpukan hutang dan keperluan yang semakin bertambah.mohon pencerahannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah di dunia dan akherat. Maka berprasangkalah yang baik. Sabar dan tawakalkan kepada_Nya

      Delete
    2. Bersedekah itu harus ikhlas karena Allah swt dan jangan disebut2..

      Delete
    3. ikhlas itu beda dengan lega(legowo). ikhlas itu melakukan sesuatu yg diniatkan krn Allah, meminta balasan kepada Allah, lega ga lega hatinya itu namanya ikhlas.

      Delete
  3. Mending sedekah drpd meminjamkan uang kpd org. krn kalau sedekah untung krn pasti ada balasan nya. tp kalau meminjamkan uang rugi. org yg pinjam pd gk mau bayar. malah ada yg menghina gw, menipu gw, mencuri uang gw dan memukul gw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Positif saja mas.. Semoga dapat hikmah. Amin

      Delete
    2. kalau ada yg ngutang, ga mau bayar, diniatkan sedekah, insyaAllah balasannya dahsyat

      Delete
  4. saya dan istri pernah bersedekah yg sangat lumayan gede, meski hanya diangka juataan tapi bagi kami nilai itu cukup wah. karena saat itu kami harus kehilangan tempat tinggal, hutang yang mencapai belasan juta, kehilangan pekerjaan suami yg sampai detik ini masih blm dapat kerja juga, motor rusak, mau makan sehari-hari pusing, anak-anak lagi sakit. ya Allah kok makin lengkap cobaan ini.
    tapi balasannya....??? sabar
    sampai kapan sabar ini akan berubbah jadi balasan???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai kapan balasannya?? Kami tidak tahu.. Tugas kita adalah diperintahkan sedekah, masalah balasan Allah swt Maha Mengetahui.

      Lalu sabarnya sampai kapan?? Ya sabar saja mas.. Karena menurut kami anda belumlah sabar.

      Cobaan berat itu adalah sinyal supaya kita mau bangkit. Karena begitulah manusia, ketika kepepet barulah muncul potensi hebatnya. So, tunjukkan mas.. anda bisa bangkit. Kami yakin akan ada solusinya sepanjang anda mau ikhlas terhadap ujian itu, sabar terhadap proses dan berkomitmen mencari jalan keluar bagaimanapun caranya.. Selamat berjuang

      Delete
  5. saya bersyukur untuk bisa bersedekah..
    berharap sih pasti kan kita punya keinginan,,
    yang ingin saya share adalah..
    bagaimana kalau seorang yang tidak bisa bekerja seperti saya..
    (sibuk kuliah) bisa di balas..
    sedekah saya tergolong lumayan gede buat seorang mahasiswa.yang ngekos..,apakah saya termasuk cara bersedekah yang salah??(SEDEKAH TANPA USAHA CUMA MENGHARAPKAN BALASAN)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedekah yg baik itu harus diimbangi dengan AMALAN lain juga. Yaitu:

      1. Keikhlasan
      2. Restu/Doa dr Ibu
      3. Mendoakan org lain
      4. Berdoa/shalat yg tulus
      5. Memohon ampunan Tuhan
      6. Hati yg bersih

      Kalau amalan diatas baik, PASTI segera terlihat hasilnya! ;)

      Delete
  6. PERCAYALAH!!!
    TUHANMU (ALLAH) BUKANLAH TUHAN YANG PELIT bin KIKIR alias MEDIT!!!
    DAN (DIA) TIDAK MUNGKIN BOHONG!!!

    ReplyDelete
  7. Sya sangat percaya Tuhan adalah Allah Swt. yang sy sangat tidak percaya dan tidak masuk akal adalah kepastian dtg nya keajaiban setelah sedekah, bagi yg pernah ngalamin keajaiban itu hanyalah sebuah kebetulan bukan karena sedekahnya, rejeki dtg karena usaha bukan karena sedekah, daripada sedekah mending uang depositokan di bank yg udah pasti dpt keuntungan nya, sedekah itu sm aja org hrp yg tak pasti, ajaran ustad YM ga usah di dgrin daripada nyesel udah sedekah byk tpi ga keliatan hasilnya..wassalam

    ReplyDelete
  8. Pak adhin ...bagaimana tanggapan anda tentang coment akhmad maruf,,??? Percaya sama Allah tp ga percaya sm ilmu-Nya...percaya sm Allah tp ga prcaya sm janji-Nya....deposito itu kan budaya orang kafir yahudi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya terserah silahkan saja, percaya syukur nggak percaya juga tidak apa-apa.

      But, kalau beriman kepada Allah ya tentu saja kudu beriman kepada janji-janji_Nya, misalnya yang sedekah dibalas berlipatganda, yang tahajud dibalas dengan makom yang baik, yang dhuha dilancarkan rezekinya dll.

      Dimana janji-janji Allah itu ada dan berasal. Ya kata Allah sendiri dalam Al Qur'an.

      Hidup berproses kok, belajar juga berproses. Apalagi belajar iman/ percaya kepada Allah tentu perlu proses. Apalagi belajar iman itu pada titik tertentu kudu mengesampingkan logika. Emang surga dan neraka masuk logika? Emang pernah lihat? Semuanya hanya bisa dipercaya dengan iman. Begitu pula sedekah. Wallahu A'lam

      Delete
  9. Ijin nimbrung ya Pak Adhin....

    SEDEKAH....
    Bahkan ketika itu masih menjadi "NIAT', Allah sudah melihat dan memberikan rezeki yang tidak terduga untuk saya....

    SEDEKAH....
    Setelah 'NIAT' berubah menjadi 'ACTION', Allah membalas dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari 'ACTION' saya....

    AYO SEDEKAH....

    LAKUKAN.... IKHLAS....DAN PERCAYAKAN PADA ALLAH SEPENUHNYA....

    ReplyDelete
  10. Kenapa banyak orang bersedakah seperti yg di sebutkan dia atas. Sedekah saat pelit sehat takut miskin, dst... tapi sampai bertahun2 hidupnya menderita.,soalnya ada org baik di kampung saya rajin sholat rajin sedekah, tapi setelh 10tahun kebih hidupnya makin susah, ni aja kemarin2 org2 penagih hutang mukulin dia sm istrinya karena ga bs bayar hutang,sekarang org itu sakit2an, ga adakah sedikitpun bantuan dr tuhan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebab kita melihat hanya dari kulitnya saja. Tidak mungkin sedekah tidak dibalas dengan kebaikan berlipat ganda

      Delete