Jul 7, 2012

Karyawan vs pengusaha, pilih mana?

Lebih enak mana? Jadi karyawan atau pengusaha?. Jawabanya tergantung.

Karyawan : Minimnya kesempatan anda untuk berkreasi dalam lingkungan kerja, disebabkan oleh karena terikatnya anda dengan job description yang diberikan oleh perusahaan tempat anda bekerja, walaupun dapat anda temui banyak sekali perusahaan yang mengatakan memberikan kebebasan bagi karyawannya untuk berkreasi namun pada faktanya penerapan batasan berupa job-description kepada karyawan membatasi lingkup kreativitas dari pekerja.

Seorang karyawan, semakin dia sukses yang artinya karirnya semakin tinggi, otomatis ia akan semakin dibutuhkan oleh perusahaan tempat ia bekerja. karena semakin dibutuhkan yang berarti jabatannya semakin tinggi, maka akan semakin banyak waktu yang harus ia curahkan untuk perusahaan. otomatis, ia akan memiliki waktu tersisa yang amat sedikit untuk keluarga. yang berarti pula, perhatian pada keluarga -termasuk di dalamnya adalah istri, anak-anak, orang tua dan mertua- akan berkurang karena alokasi waktu untuk mereka memang sedikit. dan tak jarang pula waktu yang harusnya digunakan untuk sanak keluarga digunakan untuk istirahat karena lelah bekerja selama seminggu.

lain karyawan, lain pula dengan pengusaha. semakin besar dan semakin sukses perusahaannya, waktunya akan semakin bebas. dengan syarat: pengusaha tersebut tidak masuk dalam sistem. artinya ia hanya menjadi bos sekaligus pemilik bagi perusahaannya itu. gak ikut kerja. bisa jalan-jalan tapi dapet duit. yang kerja orang lain. ia cuma ongkang-ongkang kaki. duit mengalir ke rekeningnya bukan hanya tiap bulan, tapi tiap detik. dan tentu pula akan punya banyak waktu untuk mengurus keluarga. inilah perbedaannya.

Secara umum menjadi pengusahalah yang lebih enak. Bebas berkreasi, bebas waktu, banyak uang dll. Itu tentunya bagi pengusaha yang sukses. Nyatanya untuk menjadi pengusaha yang sukses perlu menanggung resiko yang berat. Kegagalan adalah sahabat para pengusaha. Survey membuktikan bahwa dari 100 orang yang pindah kuadran menjadi pengusaha/enterpreneur hanya 20 orang yang bertahan selama satu tahun dengan usahanya. Dan dari 20 orang yang bertahan hanya tersisa 2 orang saja yang bertahan lebih dari 3 tahun. Dan 1 dari 2 orang tersebut bisa jadi gagal semua dalam 5 tahun.Melihat fakta ini tentunya para karyawan akan ketar ketir dan berpikir dua kali untuk meninggalkan zona nyaman. Ya kalau takut gak usah berpikir pindah kuadran, gitu aja kok repot.

Anda takut khan, hayoo jujur... Anda adalah penakut

Tetapi kalau anda ada pemikiran untuk pindah kuadran, berikut ulasan saya mudah-mudahan bermanfaat

Anda harus berubah


Jika anda yakin bahwa ada sesuatu yang anda cintai dan anda yakin bahwa itu dapat memberikan uang lebih banyak, rumah lebih besar dan kehidupan ideal yang anda dambakan mengapa anda tidak mau mengambil resiko yang diperlukan untuk menciptakannya? Anda bisa menjadi seperti bayangan diri anda yang ideal menurut ukuran anda sendiri, syaratnya sederhana anda harus berubah.

Tidak gampang?

Perubahan itu akan menanggung resiko menganggur, ditinggalkan, diejek, ditentang, gagal. Anda bisa menghabiskan uang anda, tenaga dan waktu anda. Ada dua energi yang akan anda pancarkan. Hanya ada dua pilihan menerima kenyataan bahwa anda tetap memilih situasi dan pekerjaan anda sekarang yang selalu anda keluhkan atau bertanggung jawab untuk mengambil resiko untuk menciptakan kehidupan yang anda inginkan.  Jika anda ingin beranjak dari situasi yang tidak menyenangkan tentu saja anda harus mengambil resiko itu. Jika anda fokus pada hasil akhir, merasa bahagia dan seolah-olah sudah menerima apa yang anda impikan bahkan resiko yang anda ambil terasa begitu ringan dan anda menikmatinya. Karena anda yakin itu hanyalah proses menuju impian anda.

Ingatlah anda yang menentukan apakah anda akan melakukan perubahan atau tidak. Apakah anda akan melakukan sesuatu yang lain atau tidak. Semesta tidak menahan sesuatu untuk anda karena andalah yang menahannya dengan pilihan anda. Anda harus berani menciptakan perubahan.

Alasan pindah kuadran menjadi pengusaha
  • Allah berfirman :“Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak”. (QS. An Nisa : 100)
  •  
  • Ada hadist yang mengatakan 9 dari 10 pintu rezeki adalah dari perdagangan. So mengapa anda tidak mencoba membuka 90% pintu rezeki tersebut? Mau nggak menguasai 90% pintu rezeki? Paling tidak jika sekarang anda bukan pebisnis mulailah mimpi bahwa anda akan berbisnis bulan depan atau tahun depan. Mimpi yang harus anda percaya dengan iman yang total bahwa anda bisa sukses.
  •  
  • Karena anda tidak mungkin menjadi Raja seperti Nabi Sulaiman as atau menjadi Menteri seperti Yusuf as. Tetapi jadilah pengusaha seperti contoh Nabi SAW dan para sahabatnya.
  •  
  • Karena andalah yang wajib membahagiakan kedua orang tua anda, istri dan anak anda saudara anda, tetangga anda dan kepada sesama. Menjadi pengusaha punya peluang yang jauh lebih besar dari pada karyawan. Jangan sampai anda menangis karena tidak bisa berbuat apa apa ketika orang yang anda cintai membutuhkan dana besar untuk menyembuhkan penyakitnya.

  • Karena di pundak andalah Islam maju atau mundur. Sebentar lagi kebangkitan islam ke dua Insya Allah. Perekonomian pada abad ini menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Maka pastikan anda kaya

Lalu bagaimana caranya agar rasa takut pindah kuadran menjadi pengusaha bisa di eliminir dan kemudian merasa yakin bahwa kita bisa sukses dengan dunia enterpreneur? Nanti saya bahas. Sementara ini dulu

Bagaimana apakah anda ingin tetap menjadi karyawan seumur hidup atau anda mempunyai niat yang kuat merubah hidup menjadi pengusaha?

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment