Jul 7, 2012

Fakta, potret kemiskinan rakyat yang memilukan

Baru saja saya melihat berita di TV, bagaimana seorang Ibu yang berasal dari serang Banten terjun bersama kedua anaknya ke kali cisadane. Alasan utama adalah masalah kemiskinan. Untung anak nya selamat karena menolak untuk diajak bunuh diri.

Berikut ulasan media Metro TV
http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2012/07/07/13188/121/Tragedi-Kemiskinan-


KEMISKINAN punya dampak begitu mengerikan. Tidak hanya bisa memicu manusia menjadi maling demi menyambung hidup, kemiskinan ternyata juga mampu mendorong seseorang bunuh diri untuk mengakhiri hidup. Efek terakhir itulah yang mengharu biru perasaan kita akhir-akhir ini.
Lantaran tak kuasa menahan impitan ekonomi, Markiah nekat menjemput kematian dengan menceburkan diri ke Sungai Cisadane, Bogor, Rabu (4/7). Tragisnya lagi, janda berusia 30 tahun asal Serang, Banten, itu tidak bunuh diri sendirian. Ia mengajak buah hatinya berumur tiga tahun, Salman, kembali ke alam baka. Tiga anaknya yang lain ia tinggalkan di dunia fana sebagai yatim piatu.

Nasib Markiah sungguh memilukan. Ia pun bukan orang pertama yang bunuh diri karena miskin papa. Pada 11 Agustus 2010, Khoir Umi Latifah melakukan hal serupa. Warga Klaten, Jawa Tengah, itu membakar diri bersama dua anaknya. Kemudian, pada 25 Oktober 2011, Suharta dan putranya tewas setelah gantung diri di Riau. Jauh sebelumnya pada 2007, seorang ibu dan empat anaknya di Malang, Jawa Timur, mengambil jalan pintas dengan menenggak racun potasium. Ia memilih mati. Ia menyerah melawan kemiskinan yang kejam mendera.

Kasus-kasus itu hanyalah sedikit contoh dari banyaknya fakta bunuh diri akibat kemiskinan di negeri ini. Itulah tragedi luar biasa yang menyayat perasaan dan mencabik-cabik kemanusiaan. Terus terulangnya bunuh diri karena miskin sulit diterima akal sehat di negeri ini yang katanya gemah ripah loh jinawi. Sulit pula dipahami sebab bukankah konstitusi dengan gamblang mengamanatkan fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara?

Padahal, pemerintah selalu membanggakan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan. Pada Senin (2/7), Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan warga miskin telah berkurang 890 ribu jiwa. Pada Maret 2011, warga miskin berjumlah 30,1 juta jiwa dan pada Maret 2012 turun 0,53% menjadi 29,13 juta orang.


Pemerintah boleh silau dengan angka-angka itu. Namun, tragedi Markiah merupakan realitas yang musykil dibantah betapa kemiskinan justru makin kuat menjerat rakyat. Masih berbanggakah pemerintah ketika rakyatnya bunuh diri karena terimpit oleh kemiskinan? Juga kepada anggota DPR yang terhormat, masih punya hatikah Anda menyaksikan rakyat memilih mati lantaran tak tahan lagi menghadapi kesulitan hidup?


Tragedi Markiah merupakan penegasan bahwa kemiskinan telah menjadi monster menakutkan dan perlu langkah nyata untuk memeranginya. Tidak cukup dengan memamerkan data di atas kertas yang sepintas memang indah. Anekdot orang miskin dilarang sakit atau orang miskin dilarang sekolah karena butuh biaya selangit sudah lama mengemuka. Kita tidak ingin ada anekdot tambahan bahwa orang miskin tidak dilarang bunuh diri.


Sumber Metro TV News

Huff, itulah sebagian kecil saja potret memilukan rakyat sebuah bangsa yang katanya kaya raya. Bandingkan dengan wakil rakyatnya yang katanya terhormat sebagai penyambung lidah rakyat. Nyata adanya bahwa ada kesenjangan sosial yang sangat tinggi.

Sebagai rakyat saya cuma bisa mendoakan semoga baik pak pejabat maupun rakyat sama-sama intrsopeksi diri kemudian bertaubat kepada Allah swt. Ngeri jika sampai mati masih menanggung dosa seluruh rakyat. Ngeri membayangkan bagaimana menjawab pertanyaan malaikat, ngeri membayangkan Murka Tuhan. Mengerikan........

Masalahnya mungkin banyak dari kita tidak percaya bahwa ada hidup setelah mati. Atau percaya ala kadarnya. Yah, sudahlah tidak usah dibahas lebih panjang lagi. Sebagai rakyat sepertinya sudah antipati, tidak percaya dan tidak ada harapan lagi untuk merubah watak dan karakter bapak-bapak yang terhormat.

Yang pasti adalah bahwa anda dan saya pasti mati. Jika akherat tidak ada maka anda aman, jika akherat ada maka anda akan merasakan penyesalan tiada habisnya. Sekedar mengingatkan, sebagai sesama manusia dan dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar bahwa akherat itu pasti adanya. Ruang dan waktunya nyata sebagaimana nyatanya hari esok.

Nyatanya orang yang mau meninggal jika banyak dosanya dijamin merasa sangat takut. Gelisah dan cemas yang dalam. Merasa yakin bahwa ia akan menanggung dosa dan kemurkaan Tuhan. Kenapa seperti itu? Ya itulah fitrah manusia yang memang ber Tuhan.

Ketika sedang kepepet siapa yang disebut?, ketika ujian kelulusan siapa yang disebut?, ketika terombang-ambing di tengah laut siapa yang di sebut? Ketika menginginkan sesuatu dengan amat sangat siapa yang di sebut? Allah swt. Lagi-lagi itulah fitrah manusia.

Saudaraku rakyat Indonesia khususnya yang di dera kemiskinan. Plis, yang tabah dan sabar ya? Kami mengerti bahwa anda merasa stress, marah, sedih dan seabreg penderitaan lainnya. Tetapi perlu di ketahui wahai saudaraku. Itulah cobaan Tuhan, sabar atau tidak sabar waktu akan terus berjalan. Lalu apa gunanya mengeluh, kalau mengeluh atau tidak sama saja? Akan lebih baik kalau kita sabar dan mencoba bersyukur apapun takdir kita. Bukankah itu ujian Allah swt. Dalam ujian tentu ada yang lulus dan ada yang tidak lulus. Maka jadilah kita bagian dari yang lulus ujian. Setuju?

Saudaraku, ini perlu di camkan dan dimasukkan ke dalam hati ya? Saya dahulu pernah merasakan kesedihan persis seperti anda. Ini serius dan nyata. Ketika saya banyak mengeluh dan bersedih, itu semua tidak merubah keadaan saya sedikitpun, justru keadaan saya malah semakin miskin dan menderita. Tetap sabar dan bersyukur apapun takdir kita, berbaik sangka selalu kepada Allah dan yakin bahwa Dia akan merubah keadaan kita jika kita mau bersabar dan bersyukur. Ingat kata-kata saya barusan ya? Karena justru dengan itulah keadaan saya berubah menjadi lebih baik dan lebih baik. Anda akan percaya kepada saya jika anda sudah dengan jujur mempraktekkan apa yang saya katakan barusan.

Sholat wajib jangan di tinggalkan ditambah sholat dhuha yang rutin Insya Allah jika memang sudah saatnya kehidupan anda akan berubah.

Banyak-banyak berdoa kepada Allah swt. Berikut ini doa memohon terbebas dari kemiskinan


Allaahumma inni a’udzubika minal faqri wal qillati wadzdzillati wa a’uudzubika min an azhlima au uzhlama

Ya Allah, aku berlindung kepada_Mu dari kefakiran, kekurangan dan kehinaan, dan aku berlindung kepada_Mu dari menzhalimi orang lain atau dizhalimi
(HR Abu Dawud, Nasaai dan lainnya)       

Doa kami untuk kebaikan dan kebahagiaan anda, khususnya rakyat indonesia yang sedang dilanda kemiskinan dan beban hidup. Kita perbaiki iman dan mental kita ya? Untuk bapak pejabat, biarlah itu urusan Allah, tidak usah terlalu di permasalahkan. Karena Allah Melihat, Allah Mencatat setiap pekerjaan hamba_Nya.

Semoga anda semua segera terlepas dari semua masalah hidup dan himpitan ekonomi dengan kuasa Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment