TEMPLATE ERROR: Invalid data reference label.name: No dictionary named: 'label' in: ['blog', 'skin', 'view'] 5 langkah membuka pintu rezeki dari bisnis | Adhin Busro (dot) Com

Formula Rahasia

11 Jul 2012

5 langkah membuka pintu rezeki dari bisnis


Bisnis atau perdagangan dari dahulu sampai sekarang merupakan urat nadi perekonomian suatu bangsa. Ini adalah fakta, siapa yang banyak pengusahanya artinya negara tersebut mempunyai potensi untuk menjadi negara yang makmur, karena
  • Menggerakkan roda ekonomi
  • Membuka lapangan kerja
  • Memberi sumbangan besar-besaran
  • Mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah
  • Mampu mengendalikan dunia, kok bisa? Faktanya yahudi dengan bisnisnya sanggup menekuk tengkuk AS dan dunia, padahal jumlah penduduk israel hanya puluhan juta jiwa saja.
Jika kembali kepada sejarah maka islam sangat kental dengan perdagangan/ bisnis. Jika jaman Nabi Musa as. adalah jaman sihir menjadi primadona lain lagi dengan jaman Nabi Isa as. yakni tabib atau pengobatan. Zaman akhir perekonomian adalah tulang punggung suatu wilayah maka diutuslah Nabi Muhammad saw. Lihat fakta sejarah sbb:
  • Nabi Muhammad saw. dari kecil sudah berdagang/ bisnis. Beliau adalah pedagang yang kaya raya
  • Istri Nabi yakni Khatijah adalah miyuner dari bisnis
  • Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali dan sahabat yang lainnya sebagian besar adalah pebisnis.
  • Islam maju berkat kedermawanan para sahabat yang aslinya memang kaya raya
  • Islam di Indonesia di bawa oleh pedagang
  • 9 dari 10 pintu rezeki dari perdagangan (Hadist dhaif), namun maknanya pas dengan kondisi saat ini. 
  •  Berdagang adalah cara yang masuk akal untuk kaya raya, bukan karyawan
Melihat fakta diatas apa yang harus kita lakukan?
Jelas berdaganglah atau bisnislah yang paling masuk akal untuk membuat anda kaya raya. Jika saat ini anda adalah seorang karyawan atau buruh apa yang harus dilakukan? Keluarlah dari zona nyaman anda. Bikin surat resign dan pamit pada bos anda lalu ucapkanlah, bos saya resign mau menjadi pengusaha seperti teladan Nabi saya.
Membaca statement saya diatas mungkin anda geram, emang mudah alih profesi?. Siapa yang bilang mudah?. Tidak ada yang mudah, apalagi alih profesi menjadi pengusaha.  Maksud saya jangan terburu-buru, sebelum memutuskan untuk menjadi pengusaha harus ada perencanaan yang memadai. Sebelum resign paling tidak anda sudah ada pemasukan dari sumber bisnis anda minimal sama dengan gaji anda.

Lalu bagaimana?
Pertama niatkan karena Allah swt. Yakinkan diri anda bahwa rezeki Allah itu luas
Allah swt berfirman,
 
Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin oleh Allah rezekinya. Dia Maha Mengetahui tempat kediamannya (dunia) dan tempat penyimpanannya (akhirat). Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).” (QS. Huud [11] : 6)
“Dan berapa banyak binatang yang tidak menanggung rezeki-Nya, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya ( kepada binatang ) dan kepadamu ( para manusia ), dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al-Ankabut: 60)
” Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu. Adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia, maka betapa kamu bisa dipalingkan?”(Al-Fathir: 3)

“Barang siapa hijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…” (QS. An Nisa 100).
Jika anda takut maka pahamkan firman Allah berikut ini;


”Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah 268)
Hadist
"Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan."
  • Imam As Suyuthi menghasankan hadits ini. (Al Jami’ Ash Shaghir, 1/130)
  • Sebagian besar Ulama mendhaifkan, Namun, walau pun hadits ini dhaif, bisa jadi secara makna adalah benar. Pada kenyataannya berdagang merupakan induk semua mata pencaharian. Baik itu petani, nelayan, industri,  guru, dokter, wartawan, dan lainnya, tidak akan lepas dari aktifitas tijarah (perniagaan), pasti semua akan berhubungan dengan jual-beli, baik secara langsung atau tidak. 
  • Imam Al Munawi Rahimahullah berkata:Ini tidak menunjukkan keutamaan berdagang di atas industri dan pertanian, ini hanya menunjukkan bahwa rizki dari perdagangan lebih banyak, dan tidak ada pertentangan antara jumlahnya yang lebih banyak dan lebih keutamaannya. (Faidhul Qadir, 3/322) 
  • Jika ada beberapa hadist yang kami nukil barangkali merupakan hadist lemah atau dhaif kami mohon maaf dan kami Mohon ampun kepada Allah swt. Tujuan kami adalah baik. Insya Allah
Kedua, belajarlah. Cari ilmunya baik dengan membaca maupun dengan belajar dari ahlinya. Jika anda ingin berbisnis makanan, belajarlah seluk beluk tentang makanan, tentang lokasi untuk bisnis makanan dll.
Ketiga, percepat keinginan anda supaya terkabul dengan ibadah. Ibadah sholat seperti dhuha dan tahajud serta berdoalah dengan doa penarik rezeki. Ini nyata untuk mempercepat impian anda.
Keempat, tindakan. Setelah semuanya dirasa sudah siap langkah berikutnya adalah lakukan. Tidak usah takut memikirkan takdir yang belum jelas. Jangan takut oleh sesuatu yang belum terjadi. Ketika anda bertindak percayalah bahwa itu bagian dari terkabulnya doa anda untuk menjadi pengusaha sukses. Gagal/berhasil hanyalah suatu proses yang harus anda nikmati. Proses terkabulnya doa anda.
Kelima, pasrahkan hasil akhir kepada Allah swt. Jika gagal tetap tawakal. Justru itu moment tepat untuk belajar kemudian bangkit. Jika sukses, selamat. Tularkan ilmu anda kepada yang lainnya.


Itulah 5 langkah sederhana yang sudah saya buktikan. Di awali dengan niat ingin berdagang satu tahun yang lalu dan Alhamdulillah, kami pernah mempunyai 7 usaha sekaligus dengan 8 orang karyawan. Walaupun jujur saat ini sudah berkurang karena sebagian mengalami kendala teknis. Tetapi bagi kami itu adalah proses keajaiban menuju keajaiban besar berikutnya.

So, camkan kata-kata saya, abad ini adalah dunia dimana perekonomian adalah nyawa suatu bangsa. Nabi saw. mencontohkan sejarah dimana salah satunya perdagangan yang membuat islam pada waktu itu mempunyai pengaruh yang besar dalam kemajuan islam pada saat itu. Dan pada abad ini akan di gelar lagi drama mega besar dimana islam akan mempunyai pengaruh yang kuat sebagai sarana ditegakkannya bendera tauhid. Pengaruh yang kuat itu salah satunya ditunjang oleh perekonomian islam yang maju yang disokong oleh pengusaha muslim sedunia. Maka itu, mulai sekarang niatkanlah dan mohonkan kepada Allah swt. sang pemilik rezeki untuk menjadikan saya dan anda adalah salah satu orang yang terlibat dalam kemajuan ekonomi islam pada abad 21. Abad dimana drama kebangkitan islam ke dua akan di gelar. Insya Allah

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar