Jun 17, 2012

Keajaiban Amalan Penarik Rezeki

Saya adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. Saya keturunan orang yang susah. Fakir bin Miskin. Bapak saya awalnya adalah buruh tani dan emak saya membantu bapak di sawah. Bapak tidak mempunyai sawah sendiri sama sekali. Hanya berharap ada tetangga yang mau berbelas kasihan, yaitu menggarap sawah tetangga dan kalau panen maka ada bagi hasilnya. Rumah kami kecil dan reot untuk ukuran waktu itu. Berdinding Dabag dan jerami, beralas tanah. Kalau sekarang saya bilang persis kandang sapi. Masa kecil saya cukup memprihatinkan, karena sejak mulai SD saya sudah di paksa bekerja di sawah yang menyebabkan saya kurang pergaulan. Saya jadi merasa rendah diri dan kurang PD kalau berbicara dengan orang lain. Badan saya pendek, tidak seperti teman-teman lainnya. Udah pendek, item, jelek, pokoknya kalau bercermin tambah deh mindernya. 

Kalau makan kadang nasi kadang tiwul. Kadang pakai telor goreng yakni di goreng di lebarkan dan di iris menjadi 12 bagian. Keluarga kami 6 orang jadi bisa buat lauk makan pagi dan makan siang. Piring masih pakai seng dan sendoknya kuningan. Meskipun kami serba kekurangan, gizi tidak terpenuhi namun anak-anak bapak hampir semuanya pintar di sekolah. Saya sering rangking 1 dan sering mendapat hadiah buku tulis. Mungkin turunan dari emak. Di luar itu semua saya menilai bahwa kehidupan masa kecil saya kurang menyenangkan. Banyak dikekang oleh keinginan orang tua. Dan saya maklum, kami berjuang keras untuk mendapatkan sesuap nasi. Kadang kalau bapak cerita masa kami kecil beliau sering menangis. Gak tahu kenapa, mungkin kasihan sama kami..

Lulus SMA merantau dijakarta ikut kakak saya yang bekerja di pabrik garmen, selama setahun tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Disatu sisi kakak saya juga kurang pengalaman dan saya hanya mengandalkan kakak saya untuk cari kerja, disisi lain selama itu saya hanya mengurung diri di rumah yang saya dan kakak saya tempati yakni rumah paman saya di pedalaman betawi yang memang tidak di tempati. Karena tidak kunjung dapat pekerjaan beberapa kali saya mencoba aktif, dan mencari kerja. Apapun itu saya lakuin demi sesuap nasi. Hasilnya Nihil. Terus terang saya stress. Pernah suatu kali di tengah saya terkena gejala ginjal yang sangat-sangat sakit. Dan saya hanya mengerang dan menjerit menahan sakit sementara kakak sedang bekerja. Paginya baru dibawa ke dokter umum. Stress, malu sama keluarga dan perasaan-perasaan lain berkecamuk di dalam dada. Begini kejamkah Jakarta, batin saya waktu itu..

Akhirnya setelah benar-benar putus asa dan putus harapan dikarenakan hampir setahun tidak mendapatkan pekerjaan, saya pulang kampung. Emak menangis mendapati waktu itu badan saya sangat kurus dan tidak terurus. Waktu itu saya tidak bisa lagi berfikir masa depan, bagi saya masa depan memang sudah tergambar dan sangat suram. Paling banter bantu babak buruh tani di sawah.

Kakak saya punya inisiatif apa salahnya coba mendaftar di perguruan tinggi. Tentu saja saya sangat senang karena waktu itu menjadi mahasiswa adalah kebanggaan tersendiri. Harapan saya mungkin fisik yang jelek bisa tertutupi oleh status sebagai mahasiswa. Tentu saja bapak tidak menyetujuinya, mau bayar pakai apa?? Kata bapak waktu itu. Namun kakak saya bilang bahwa dia akan membiayai. Singkat cerita jadilah saya masuk perguruan tinggi di semarang. Jurusan yang saya ambil asal saja, yang penting bisa lolos UMPTN dan menjadi mahasiswa. 

Sedikit demi sedikit mulai timbul rasa PD. Biar jelek yang penting status. Akirnya saya berkenalan dengan seorang ustad muda yang mengajari saya mengaji, kaligrafi dan berdagang. Sejak saat itu disamping kuliah saya juga belajar bagaimana berbisnis dengan ustad muda tersebut. Keluar masuk sekolah SD dan SMP untuk menawarkan produk kaligrafi. Awalnya sungguh saya tidak bisa membayangkan, seorang yang kaku, gagap, minder dan tidak bisa ngomong dengan orang lain harus masuk ke sekolahan ijin dengan kepala sekolah untuk menjajakan dagangan. Berhubung ada kekuatan kepepet ‘the power of kepepet’ mau tidak mau ya harus mau. Kalau tidak mau ya tidak makan, putus kuliah dll pilih mana, batin saya waktu itu. Akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai berani..
  • Pernah sebenarnya masuk kuliah namun saya bolos hampir 1 bulan dan pergi ke Jakarta tempat kakak saya. Gara-gara kurang duit buat bayar SPP. Saya dagang buku dan kaligrafi menggunakan sepeda onthel. Satu saat dagangan saya jatuh ke parit berlumpur, cepat-cepat saya ambil dan bersihkan sisa dagangan saya dari lumpur. Ngenes karena orang-orang pada ngeliatin..
  • Saya pernah menggelar dagangan di beberapa sekolah SD, namun diusir satpam
  • Saya pernah diusir dan dikejar-kejar satpam karena menggelar dagangan di Mall Pondok Gede.
·         Untuk mengisi waktu luang saya pernah diajak ngamen, hanya untuk menambah uang makan. Akhirnya setelah 5 tahun 3 bulan saya berhasil lulus dengan nilai cukup baik. Sejujurnya saya tidak bisa menikmati belajar di jurusan yang saya ambil, disamping memang bukan minat saya waktu saya juga habis buat berdagang. Tapi tidak apa-apa yang penting lulus, barangkali bisa buat sarana mencari kerja di ibukota.

Begitu wisuda saya berbekal ijasah S1 saya pergi ke Jakarta. Akhirnya setelah 4 bulan nganggur saya bisa bekerja di perusahaan farmasi sebagai sales obat. Gak papa yang penting kerja. 3 bulan saya pindah di perusahaan lain karena diajak mantan bos dahulu dan bekerja di perusahaan farmasi lain sebagai sales obat juga. Hampir 3 tahun lamanya saya bekerja di perusahaan tersebut. Gaji dan kadang bonus tidak pernah tersisa setiap bulan sehingga nyaris saya tidak ada tabungan.

Umur 29 tahun saya belum menikah. Tentu saja saya malu karena teman-teman lainnya sudah menikah. Akhirnya sebisa mungkin saya harus menabung untuk membiayai pernikahan. Akhirnya saya berdoa kepada Allah SWT dimana selama ini saya sering melupakan-Nya. Saya butuh teman untuk hidup. Saya berdoa dengan khusuk dan sungguh-sungguh supaya di berikan jodoh yang baik. Maret 2009 saya berkenalan dengan seorang gadis cantik, Alhamdulillah perkenalan lancar dan bersedia saya lamar. Puji sukur kepada Allah SWT karena begitu cepat mengabulkan doa kami walaupun kami amat sering melupakan-Nya

Malang tak dapat ditolak, 1 bulan sebelum pernikahan saya dipecat di perusahaan tempat saya bekerja karena masalah performance. Panic saya menghadapinya. Bagaimana mungkin sebulan sebelum nikah saya dipecat, mau makan apa anak istri saya nantinya?? Batin saya waktu itu. Disinilah awal titik balik spiritual saya. Bagaimana kalau kita beserta Allah SWT maka Allah SWT juga beserta kita. Saya berdoa sampai menangis mengadukan permasalahan saya kepada Allah SWT. 

Akhirnya seminggu sebelum pernikahan saya diterima bekerja diperusahaan lain sebagai pekerja lapangan mengurus masalah proyek. Syukur Alhamdulillah lega hati saya. Berkali-kali Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa padahal begitu seringnya saya melupakan-Nya. Akhirnya kami menikah pada bulan Oktober 2009 dan istri hamil 5 bulan kemudian.

Sidang pembaca yang budiman, ternyata benar janji Allah bahwa menikah dan memiliki keturunan akan memperlancar rezeki. Bagaimana sebelum menikah saya adalah pengangguran dan setelah menikah bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang cukup besar dengan standard gaji yang lumayan. Dan setelah istri saya hamil ada saja rezeki yang dikaruniakan kepada kami. Baik berupa kenaikan gaji, bonus yang cukup besar dan lain-lain. Walaupun saat itu kami masih ngontrak namun kami sudah sangat bersukur. Subhanallah…
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu
Setelah 9 bulan 7 hari istri saya melahirkan anak pertama saya. Selama itu kami menunggu dengan bahagia dengan harapan menjadi anak yang shaleh. Yah, anak kami laki-laki persis seperti yang kami minta dan doakan. Sungguh saya menangis haru atas karunia tak terhingga, bahwa selama ini Allah selalu mendengar doa kami. Selalu dan selalu mendengar dan mengabulkan doa kami. Persis yang kaimi minta. Menangis haru atas kelahiran bayi kami yang mungil dan lucu. Terharu mendengar tangisan bayi yang lugu. Ini anak saya yang akan kami banggakan kepada dunia.

Untuk pembaca yang belum menikah percayalah, pegang kata-kata saya bahwa jika kita memang berniat untuk mengikuti sunah rasul, Insya Allah akan dicukupkan rezekinya. Pasti itu.. dan jangan takut punya anak karena anak juga membawa rezeki. Bahkan ketika kehamilan istri saya menginjak 6 bulan rezeki mengalir deras kepada kami. Gaji naik, karir naik dan bonus yang besar saya terima setiap bulan. Bahkan terus naik dan bertambah seiring kelahiran anak pertama kami.

Saya akui silau ketika kenikmatan terus melimpahi kehidupan kami. Saya mulai melupakan Allah SWT, dan Allah juga melupakan kami. Bagaimana shalat sering telat bahkan ditinggalkan. Ibadah sunah nyaris tidak ada. Puasa pasti ada yang bolong. Ada saja kebutuhan kami yang tidak bisa kami penuhi dikarenakan bonus sudah tidak dapat lagi, gaji sering kurang karena alasan absen. Akhir bulan sering kasbon.

Waktu sisa yang saya miliki terlalu sedikit untuk Istri dan Anak hanya karena terikat dengan pekerjaan rutin yang melelahkan dan membosankan. Waktu kerja lebih banyak dari sebelumnya ketika performance kami masih bagus dan bonus masih banyak. Saya stress setiap hari, tertekan karena beban target penjualan. Berangkat kerja di pagi hari sebelum anak saya bangun, terjebak macet jalan raya Jakarta dan kembali di rumah terjebak macet lagi, sampai rumah penuh dengan rasa lelah di malam hari... dan besok di ulangi lagi rutinitas ini.

Karena gaji tidak cukup saya sampai suatu waktu saya menjual motor kesayangan saya. Dan yang cukup tragis pernah pada suatu waktu dikarenakan anak saya yang baru 4 bulan sakit panas dan seminggu tidak bisa BAB. Saya panic,saya tawarkan HP saya ke beberapa counter dan semuanya menolak, akhirnya saya jual 1 set computer kesayangan saya dan hanya dihargai Rp. 300 ribu untuk untuk berobat, membeli susu dan pempers anak saya. Bulan berikutnya sama saja, akhir bulan pasti duit kurang. Kesana-kemari cari pinjaman akhirnya bisa dapat Rp. 50.000, dan habis buat beli susu anak saya. Bahagia dan haru, mata berkaca-kaca akhirnya si mungil bisa ngedot susu setelah beberapa waktu hanya minum sedikit asi dan air putih. Kadang kadang kalau ingat pengalaman itu saya sampai meneteskan air mata… Oh Tuhan… Ampuni kami yang lemah ini

Yah, akhirnya saya sadar, lama kami melupakan Allah SWT dan beginilah akibatnya. Ampun ya Allah…
Kami memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan kami. Dan kami mencoba untuk bersabar akan ujian Allah SWT. Ibadah kami tingkatkan dan doa rutin kami panjatkan. Kami kembali kepada Allah dan mengadukan permasalahan yang sebenarnya adalah kesalahan kami sendiri yang merasa bahwa rezeki adalah hasil kerja keras kami. 

Beberapa bulan kemudian keadaan mulai membaik. Saya mulai dapat bonus lagi dari pekerjaan saya. Ada saja proyek yang bisa kami menangkan, padahal usaha kami biasa-biasa saja. Bagi saya ini adalah benar-benar pertolongan Allah SWT. Asalkan kita perbanyak rasa bersyukur, istighfar dan sabar Insya Allah keadaan akan berubah menjadi lebih baik. Sungguh ada keajaiban pada Istighfar dan sabar. Insya Allah rezeki dimudahkan kembali. Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Apalagi hamba-nya yang mau kembali kepada-Nya

Saat itu titik puncak spiritual kami telah kembali. Tidak cuma syukur, sabar dan istighfar, kami juga mulai rutin tahajud, dhuha dan bersedekah setelah banyak membaca Alqur’an dan Hadist Nabi serta mendengar kesaksian Ustadz Yusuf Mansur di beberapa tausiahnya. Sedekah kami perbanyak, dan benar kata ustadz Yusuf bahwa harta yang kita sedekahkan akan dibalas minimal 10 kali lipat dan tidak pakai lama, apalagi ditambah Tahajud dan Duha. Sungguh keajaiban akan segera menyambar kehidupan anda seajaib-ajaibnya, secepat-cepatnya. Saya tidak akan mengemukakan dalil-dalilnya namun Kali ini Percayalah….

Kami bisa mendapatkan proyek-proyek besar sehingga otomatis bonus yang kami dapatkan juga besar. Saya beberapa kali tes janji Allah SWT tentang sedekah seperti:·    
  1. Saya sering Tahajud, rutin dhuha dan pernah sedekah 1.000.000 beberapa minggu kemudian saya dapat 10.000.000
  2.  Saya iklaskan utang teman saya sebesar 367.000, beberapa hari kemudian saya mendapatkan 3.670.000
  3. Saya sedekahkan Motor bekas saya ke bapak saya, sebulan kemudian kami bisa beli motor baru
  4. Dan banyak contoh lain yang tidak kami tulis disini karena saking banyaknya.

Puncaknya saya bisa beli rumah dengan DP cukup besar. Saya bangun rumah tersebut lebih besar lagi dengan dana yang jauh lebih besar. Kami bangun juga toko di depan rumah dan kami isi toko/ minimarket dengan etalase dan segala isinya. Subhanallah…

Tidak sampai disitu kami juga membuka usaha lain seperti Nasi Uduk JS, counter HP, PPOB online AKses Plus BPRKS, dawet Hitam dan warung makan khas bumbu desa namanya Gondhes alias Gondho Deso di lingkungan perumahan kami. Total karyawan kami 7 orang. Dan sekarang sedang mencoba peruntungan dengan merambah bisnis internet disini dan disini, karena kami yakin bahwa bisnis ini adalah asset yang berharga dimasa mendatang sekaligus membantu sesama yang sedang mengalami berbagai penyakit. Total asset bisnis kami baik offline maupun online bernilai ratusan juta rupiah. Dan terus bertambah tiap harinya. 

Begitulah kisah saya, seorang manusia yang sebelumnya saya yakin lebih miskin dan lebih susah dari anda. Alhamdulillah kehidupan kami berubah 180 derajad secara ajaib dan cepat. Dan itu semua sungguh saya tidak pernah menduganya sama sekali. Itu semua karena kami benar-benar yakin akan metode dari Allah dan Rosul-Nya di dalam menjemput rezeki-Nya adalah yang terbaik. Mudah-mudahan bisa menjadi ilmu dan pelajaran buat saya dan anda. Dengan senang hati kami menunggu kesaksian anda tentang keajaiban amalan diatas di www.adhinbusro.com atau email adhindraeger2@gmail.com HP 081210806897 supaya bisa menjadi contoh untuk saudara-saudara kita yang lain yang sedang susah.

Jika anda membutuhkan panduan saya dalam menjalankan amalan penarik rezeki yang sudah teruji dalam 40 hari juga doa dan amalan yang tidak mungkin saya jelaskan disini segera aktifkan account anda. Kunjungi rahasia kunci sukses


Artikel Terkait



8 comments:

  1. mksh pak. memotivasi bgd. doakan sy pak. triz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smg anda sukses. Tidak ada yang mustahil jika kita memasrahkan Ikhtiar dan hasil kepada Tuhan

      Delete
  2. subahanalloh....betapa besarnya rohman dan rohim Alloh kepada kita . tinggal kita saja bagaimana harus membalas kasih sayang Alloh kepada kita....................

    ReplyDelete
  3. Salam silaturahim untuk saudara-saudara semua.. semoga Maunah dan Ridho Allah selalu menyertai kita semua. Satu amalan untuk sejuta doa dan hajat dalam hal mudah dan lancar rezeki, rejeki, kesuksesan hidup, sukses usaha, bisnis, wirausaha, dagang, jualan, perniagaan, keselamatan dan perlindungan diri, toko, warung, tempat usaha, bisnis, kantor dari kejahatan dan gangguan ghaib, lancar karir kerja dan politik. www.riyadhohayatkursi.com

    ReplyDelete
  4. Saya lg dalam keadaan terlilit hutang yang besar saya mohon petunjuk dan jalan..

    ReplyDelete