Jun 3, 2012

12 Tahun Menuju Kebangkitan Islam

Berita ini penting untuk menggugah ghiroh atau semangat kemuliaan dan kejayaan Islam yang sudah luntur oleh hingar bingar dunia yang sangat pandai menipu. Semangat untuk mempersembahkan kepada Sang Khalik, bahwa umat ini adalah umat pilihan yang selalu beramar ma'ruf nahi munkar untuk rahmatan lil alamin.

Ayolah, bangun dan buktikan bahwa kita Umat Islam segera merubah dunia menjadi bumi yang makmur mengatasnamakan Kebesaran Allah Ta'ala, merindukan Ridho_Nya

12 Tahun Menuju Kebangkitan Islam

Menurut Max Weber, sosiolog dari barat mengatakan bahwa Muhammad SAW telah berhasil mengubah butiran pasir gurun Sahara menjadi misiu yang ketika beliau wafat, misiu padang Sahara tersebut lantas meledak dan mengguncangkan dunia. Setelah itu dua pertiga belahan dunia menjelma menjadi peradaban Islam yang gemilang. Itulah keberhasilan Muhammad SAW setelah hijrah, hingga 700 tahun kemudian Islam menguasai peradaban dunia.

Berawal dari abad 7 masehi, ditandai dengan dakwah Nabi Muhammad SAW, peradaban Islam meroket pada abad 7-14 masehi. Abad 12 masehi perkembangan Islam mulai menurun dan puncaknya pada abad 14 masehi, dimana salah satu penandanya adalah wafatnya imam Al Ghazali tahun 111 masehi. Mulai abad itu barat terutama Inggris, prancis, spanyol, italia dan Yunani mempelajari buku-buku Islam. Islam pada abad itu tidak lagi mlahirkan daerah-daerah baru dan ulama-ulama baru, namun sebaliknya justru barat mengalami fase renaissance atau kebangkitan. Islam tidak lagi kreatif sementara barat menemukan berbagai hal yang dimulai dari penguasaan Ilmu Pengetahuan.

Barat belajar sekitar 200 tahun hingga akhirnya unggul di segala aspek peradaban seperti sekarang ini. Abad 14 M adalah starting point bagi mundurnya peradaban islam dan mulai bangkitnya dunia barat. Titik potong kedua peradaban itu terjadi kira-kira pada abad 16 M, ukurannya adalah jatuhnya malaka ke tangan Portugis tahun 1511. Sejak saat itu tidak ada lagi sejengkal tanah yang tidak dikuasai oleh peradaban barat.

Disinilah sekarang abad 21 M, jika kita melihat periode naik turunya islam adalah siklus 7 abad. Pertanyaanya adalah apakah peradaban Islam akan terpuruk terus-menerus atau akan bangkit kembali pada abad-abad mendatang? Tentunya kita sebagai muslim harus punya harapan dan positif thingking akan kembalinya peradaban yang hilang. Allah berjanji akan mempergilirkan menang kalah bagi suatu kaum, yakni pada surat Ali Imran 140

….dan masa (Kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diatara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan_Nya (gugur sebagai) Shuhada… (QS Ali Imran 140)

Jika kita meyakini abad 21 Masehi ini adalah periode kebangkitan kembali umat islam maka pertanyaanya adalah apakah kebangkitan tersebut akan diusung oleh bangsa arab seperti dulu atau bangsa muslim yang berada di benua lain?

Banyak analisa yang mengatakan bahwa kebangkitan islam tidak terjadi di bangsa arab lagi, melihat kondisi timur tengah saat ini. Kita pesimistis jika kebangkitan Islam aka dipelopori oleh timur tengah, dan berharap bahwa kebangkitan tersebut akan terjadi di Indonesia.

Seorang tokoh dan ulama besar dari Mesir yakni Dr Yusuf Al-Qardlawi, tahun 1980an dating ke Indonesia dan mengajak umat islam Indonesia untuk membangun keyakinan bahwa abad 21 Masehi dan abad 15 hijriah ini adalah abad kebagkitan kembali dunia spiritualitas yang dipimpin oleh Islam. Yang menarik adalah beliau selalu mengingatkan dan selalu menyampaikan keyakinanya setelah mengatakan bahwa abad 21 Masehi adalah abad kebangkitan Islam. “saya yakin bahwa bangkitnya dunia Islam di masa yang akan datang akan berangkat dari Indonesia.

Sekarang tahun 2012, kekhalifahan islam terakhir runtuh pada tahun 1924 pada masa Bani Utsmaniah, yakni pada masa Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M), artinya sudah 88 tahun tanpa kekhalifahan yang menyebabkan umat islam mudah sekali tercerai berai tanpa adanya ikatan persatuan.

Anda perlu membaca masa kekhalifahan dalam sejarah islam disini

Jika dihitung dari 1924 sampai dengan 2012 ada kurun waktu 88 tahun, dan pada 2024 genap 100 tahun. Berarti pada 2024 tersebut sudah turun seorang mujaddid islam yang memperbaharui dan melaksanakan agama sebagaimana mestinya. Harapanya pada tahun tersebut yakni 2024 sudah terjadi kebangkitan dan kejayaan islam yang sesungguhnya. Dimana pada masa itu kemakmuran begitu melingkupi bumi.

Rasul Saw bersabda “bersedekahlah kalian, akan datang satu masa sedekah tidak akan lagi diterima oleh semua orang karena semua orang sudah berkecukupan”. Shahih Bukhari

Dari manapun asal mujaddid tersebut tentunya akan kita bela dengan harta dan jiwa kita. Tentunya harapannya mujaddid itu berasal dari Indonesia. Tidak tanpa alasan, bukankah Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar didunia, ditambah dengan toleransi dan kerukunan yang tidak pernah terjadi di dunia islam kecuali di Indonesia. Negara ini adalah negara besar dengan kekayaan yang luar biasa besar. Dari ujung ke ujung adalah surga, itulah Indonesia.

Jika kebangkitan Islam sudah terjadi puncaknya pada 2024, maka proses sesungguhnya terjadi sebelum tahun tersebut. Pada tahun-tahun ini adalah proses dekadensi moral, kerusuhan, pembunuhan, bencana alam dan lain sebagainya yang sangat parah dan kronis. Ini seharusnya menggugah kita sebagai muslim untuk melihatnya dengan hati nurani, bahwa kita membutuhkan persatuan, Kita membutuhkan persaudaraan agar supaya segala macam problematika dunia abad 21 ini bisa teratasi dengan Ijin Allah. Penyakit yang sudah sangat komplikatif ini sepertinya memang sudah tidak ada obatnya, hanya Rahmat Allah lah yang Insya Allah akan menyembuhkannya dengan menyatukan hati setiap muslim.

Allah SWT berfirman:

Dan berpegangteguhlah kamu pada tali Allah, semuanya, dan janganlah kamu berpecah belah, dan ingatlah akan rahmat Allah ke atas kamu ketika kamu bermusuh-musuhan, lalu Dia menyatukan hati-hati kamu, supaya dengan rahmat-Nya kamu menjadi bersaudara." (3:103)

"Dan Dia menyatukan hati mereka. Sekiranya kamu (Muhammad) menafkahkan kesemua yang di dalam bumi, tentu kamu tidak akan dapat menyatukan hati mereka; tetapi Allah menyatukan antara mereka; sesungguhnya Dia Perkasa, Bijaksana." (8:63)

Jaman akhir yang dilingkupi dengan paham hedonis, sewajarnya di lawan dengan kemakmuran materi pula. Dalam hal ini berarti bahwa umat islam wajib kaya, wajib makmur, namun kekayaan dan kemakmuran untuk maslahat agama, bukan Al Wahn yakni cinta dunia yang berlebihan dan takut kematian. Kemakmuran itu bertujuan agar supaya bisa berbagi dengan saudara kita sampai lintas negara, yang penting masih saudara seakidah. Kita bisa bantu saudara kita di palestina dengan harta kita. Kita bantu perjuangan kemuliaan agama yang telah diinjak-injak.

Namun sebagian besar dari umat muslim berfikir, bahwa untuk kaya itu sulit, padahal untuk makan saja susah. kenapa mereka bisa berfikir seperti itu padahal Allah Maha Kaya? Jawabannya adalah karena mereka telah menjauhi agama dalam kehidupan mereka, terpengaruh oleh budaya barat yang jauh dari nilai-nilai keislaman.

Sebuah fakta yang membuat kita heran, sebenarnya dalam Islam ada metode terbaik untuk kaya, mengapa mereka tidak menjalankannya dan lebih memilih metode lain?

Ayolah saudaraku, sudah banyak yang membuktikan bahwa cara Allah adalah yang terhebat. Jauhi kesombongan dan keangkuhan kita. Lihat, baca dan amalkan Insya Allah, Allah Ta'ala akan memberikan jalan terbaik dan termudah untuk kesuksesan kita. seribu penduduk Indonesia mengamalkan, maka seribu orang sukses bertambah, sejuta, sepuluh juta penduduk Indonesia mengamalkan maka jutaan muslim sukses akan tercipta.

Masa ini 12 tahun menuju 2024, bukan masa yang panjang, justru masa-masa yang paling pas untuk kita bisa tergugah dan bangkit. Sehingga pada saatnya nanti kita sudah siap untuk bermakna buat agama. Mari bersama-sama bangun dari tidur kita, songsong kebangkitan islam dengan memastikan kita kaya dan bermanfaat untuk sesama. Tingkatkan ilmu tingkatkan akidah, tingkatkan persatuan dan kesatuan islam. Berjuang dengan harta dan Jiwa demi kemuliaan agama islam dimulai dari diri dan keluarga. Dimulai dari Indonesia untuk dunia. Wallahu A'lam


Artikel Terkait



4 comments:

  1. Allah Maha Kuasa atas segalanya. Maha Benar Allah dan Maha Sempurna Allah.
    Dari mana pun kebangkitan Islam berawal tetap akan saya nanti.
    Sesuai dengan sabda Rasulullah dan jika benar zaman ini adalah akhir zaman dan kitalah manusia-manusia akhir zaman, maka kebangkitan Islam di abad ini adalah yang kedua dan terakhir sebelum Allah benar-benar mengahkiri dunia.
    Allah-lah yang mengetahui segala-galanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Terimakasih tambahannya. Siapkan diri menjadi golongan yang berpartisipasi dalam kebangkitan Islam yang ke dua

      Delete
  2. setiap 100 tahun cahaya islam bangkit
    “Sesungguhnya Allah mengu­tus pada umat ini di setiap awal 100 tahun seorang (mujad­did) yang akan memperbaharui urusan agama mereka.” (Ri­wayat Abu Daud)
    cahaya terakhir kekhalifahan 1924,
    kembali terang benderang di 2024 itu cuma 9 tahun lagi waktu yang sangat dekat
    katakan kepada generasi kita
    tak usah lagi bermimpi wisata ke barat,
    sekolah ke barat,
    karena almamater itu akan hina dan sia sia di tahun itu
    mungkin kita tetap di sini di tanah ini,mungkin bukan indonesia
    tapi daulah islam wilayah nusantara namamya dipimpin oleh amir(pelayan rakyat) utusan khalifah nan adil. bijaksana bagai usman bin affan,
    santun bagai abu bakar , yang sederhan bagai umar bin khattab, tegas bagai ali bin abuthalib.
    bukan jajahan tapi naungan tak kau lihat lagi pengemis agak susah berderma
    Rasul Saw bersabda “bersedekahlah kalian, akan datang satu masa sedekah tidak akan lagi diterima oleh semua orang karena semua orang sudah berkecukupan”. Shahih Bukhari

    karena semua orang sejahtera, seorang ikhwan bertugas melayani warung padang,
    lalu kemudian kau membayarnya, maka akan ditertawakannya, kenapa kau bayar akhi,aku bekerja untuk allah dibawah perintah khalifah,
    keperluanku tercukupi,dan atau jika kau perlu sesuatu tinggal hubungi petugas baitil mall,para musafir dibantu ongkos pulkam oleh baitil mal,
    para muallaf di tanggung kebutuhan hidupnya hingga waktu tertentu, tak ada lagi tuna wisma, negara telah mencukupinya, semua penduduk negeri ini beriman,
    keberkahan turun dari langit dan dari bumi
    hari ini kertas tetaplah kertas, dinar dirham itupun hanya negara yang punya, karena rakyat tidak memerlukannya
    dolar yang dulu kau simpan dalam peti dalam lemari dalam bungker yang di pagari
    full scurity, lebih berharga tisu toilet buat yang dulu buat cebok. sekarang kertas itu tak guna lagi sebab bersuci dari hadas itu dengan air bukan kertas atau tisu.
    kalau mau cari tempat nongkrong tak ada, sebab tak ada preman atau remaja , karena setiap yang baligh sudah menikah semua,yang bukan manifestasi cinta buta.
    namun karena cinta kepada sang pencipta, masing masing sibuk berlomba dalam kebaikan
    mencari perhatian ilahi, gereja berdiri tegak, klenteng juga khidmat, non muslim (jimmi) beribadah dengan tenang, tak ada teror, taka da pasukan gegana, semua teduh
    dalam damai dan selamat sejahtera bahagia, sebagaimana kalimat islam yang berarti selamatlah, sejahteralah, bahagialah,jalan protokol namanya jalan darussalam, berikutnya an'naim
    al ma'wa , firdaus, adnin , muqamah dst ,nama gedung balai pertemuan namanya balai ridwan, disini tak ada penjara karena tak ada tahanan, karena koruptor,penzina,dan segala
    kejahatan lain telah menebus jinayah, para pendendam telah menebus qisasnya.tak ada grease root di sini karena para amir adalah pelayannya.
    tak ada pesawat tempur karena tak perlu rebut natuna karena milik khalifah (pelayan rakyat), tak ada berita menyedihkan di palestina karena yahudi telah di basmi
    dan batu pun menunjukkan tempat sembunyinya,
    kemekkah kau tak perlu visa ke amrik cukup cari alasan salih apa untuk kesana, karena ada amir wilayah utusan khalifah nan adil dan bijaksana bagai usman bin affan,
    santun bagai abu bakar , yang sederhan bagai umar bin khattab, tegas bagai ali bin abuthalib.
    begitupun amir amir wilayah lain yang dulunya negara kuffar, yang peduduknya convert muslim namun masih ada yang tetap pada agamanya,namun aman sentosa. tak ada paksaan beragama
    yang jimmah damai yang hardi menjauh
    hingga kita sadari betapa bodohnya kita 9 tahun silam, ternyata inilah kemajuan.

    akhir kata shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah MUhammad salallahu alai hi wassalam, yang telah membawa dan mengajarkan kita untuk bangkit
    dari alam ke gelapan ke alam terang benderang, dari jahiliyah ke ke zaman yang penuh kemajuan
    islam lebih futuristik.

    ReplyDelete