May 29, 2012

Bagaimana cara sukses yang benar?


Sukses dan kaya adalah permasalahan klasik dari dulu hingga sekarang dan seterusnya akan selalu begitu. Apalagi pada zaman sekarang, yang kaya yang menang dan tersohor. Hampir semua orang terkena penyakit ini. Hubbud dunya alias cinta dunia yang berlebih-lebihan.
Sebagai konsekwensi logis, maka akan banyak manusia yang menggunakan cara yang tidak benar untuk mengeruk kekayaan sebanyak mungkin. Apalagi di negara kita ini, budaya KKN sudah sedemikian parahnya, semua akibat dari sifat hubbuddunya. Masalah akhirat entar saja kalau sudah tua baru taubat. Padahal sekarang ini umur tidak ada yang bisa menjamin. Banyak kasus kematian mendadak. Pastinya kemudian penyesalan yang tiada bertepi lahir sesudahnya.

Lalu bagaimana supaya kita bisa sukses dan kaya dengan benar? Benar dalam arti seimbang antara dunia akherat.? Saya punya penjelasannya disini

Buku ESQ jarya Arie Ginanjar bisa dijadikan referensi untuk anda bagaimana agama memandang kekayaan. Bagaimana cara sukses yang benar tanpa meninggalkan fitrah religius.

Komentar Para Tokoh:

“Buku ESQ memberi pencerahan dan mudah dicerna dalam melakukan transformasi keislaman dari tekstual ke kontekstual, dan dari sebuah ide menuju operasional. Ary telah menempatkan Islam secara adil dan proporsional dan menegakkan kembali Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.” (HM Rozy Munir, Ketua PBNU)

“Generasi sekarang sedang menghadapi permasalahan kronis, yaitu tidak terintegrasinya antara otak dan hati. Buku ini adalah langkah signifikan yang mengintegrasikan akal dan emosi dalam praktik kehidupan, bahkan menyertakan pula unsur spiritual sehingga terjadi integrasi IQ, EQ, dan SQ. Saya berharap akan terjadi suatu perubahan revolusioner, khususnya dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Buku ini tentu adalah sebuah karya dan kajian yang ditulis melalui perpaduan akal yang jernih dan kemurnian hati.” (Prof DR HA Syafi’i Ma’arif, tokoh Muhammadiyah)

“Ada tiga syarat utama menjadi eksekutif atau entrepreneur yang berhasil, yaitu knowledge, skill, dan attitude. Bagian tersulit dari ketiganya adalah attitude, dan ESQ telah berhasil menaklukkannya dalam waktu yang singkat, dengan hasil yang luar biasa. Subhanallah.” (Muhammad Syafi’i Antonio, PhD, pakar ekonomi syariah)

“Ary Ginanjar membawa kekuatan besar ESQ menuju wajah Islam yang simpatik. Ary membawa suara kebijaksanaan, dan kata-katanya membuka hati saya untuk melihat keindahan agama yang sebelumnya tidak bisa saya pahami. Buku ini menyejukkan hubungan antara Muslim dan non Muslim, dan memperkaya kehidupan spiritual kita.”

(Danah Zohar, penulis buku Spiritual Capital)

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment