Mar 2, 2012

Waktu adalah ilusi

Jika Anda dapat berhenti sejenak kemudian memikirkan tentang kehidupan Anda, Anda akan menyadari bahwa semua ingatan Anda walaupun mungkin terdiri atas beberapa dekade, akan berarti sebagai perbincangan beberapa menit saja. Apa yang pernah Anda pikir penting, atau yang benar-benar Anda kejar, atau yang coba Anda hindari, kini semuanya adalah bagian dari masa lalu. Apa pun yang mengingatkan kita pada pikiran-pikiran dan perasaan ini, itu hanyalah kenangan. Harun Yahya


Coba tanyakan kepada diri anda, berapakah usia anda saat ini? Apakah 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun atau 50 tahun itu andalah yang tahu. Giliran kami yang bertanya apakah untuk mencapai usia anda saat ini membutuhkan waktu yang lama? Singkat, atau bahkan sangat singkat. Jadi pikiran yang ada di dunia tidak kasat mata dan anda fokuskan untuk mewujud sebenarnya sudah terjadi sangat singkat, atau bahkan saat itu juga jika anda benar-benar memahami relatifitas waktu. Yang banyak terjadi adalah anda meributkan tentang lamanya kesuksesan menghampiri anda, dan itulah yang memang terjadi. Anda mempersepsikan bahwa waktu berjalan begitu lambat, pikiran anda mengatakan itu. Yang perlu anda lakukan berbahagialah dengan impian anda, impian yang memang selaras dengan jiwa anda. Tidak peduli dengan pekerjaan anda sekarang yang banyak menyita waktu anda, yang harus anda lakukan adalah merasa bahagia dengan gambaran diri anda yang anda impikan. Dan anda yakin bahwa gambaran itu akan mewujud dan bahkan bukan melaui pekerjaan anda sekarang.

Relativitas waktu memperjelas sebuah permasalahan yang sangat penting. Relativitas sangat bervariasi. Apa yang bagi anda tampak seperti bermiliar-miliar tahun, mungkin dalam dimensi lain hanya berlangsung satu detik. Bahkan, bentangan periode waktu yang sangat panjang dari awal hingga akhir dunia, dalam dimensi lain hanya berlangsung sekejap. Ruang dan waktu hanyalah persepsi dan hitungan manusia dalam pikiran mereka.

Jika anda mengerti konsep tidak ada waktu dan menerima konsep itu anda akan melihat bahwa apapun yang anda inginkan dimasa depan sudah ada saat ini. Jika sesuatu terjadi pada satu waktu yang sama, sama halnya dengan konsep ketidakadawaktuan anda. Berarti segala sesuatu yang anda inginkan sudah mewujud. Semesta tidak membutuhkan waktu untuk mewujudkan apa yang anda inginkan. Setiap penundan waktu yang anda alami disebabkan penundaan anda dalam menempatkan diri pada tempat dimana anda percaya, tahu dan merasa bahwa anda sudah memilikinya. Anda sendirilah yang harus menempatkan diri pada frekuensi itu, apa yang anda inginkan akan muncul.

Semesta melakukan segala sesuatu dengan upaya nihil, rumput tidak ngotot untuk tumbuh, rumput tumbuh tanpa usaha. Semuanya adalah karya rancangan agung. Semuanya adalah perkara apa yang ada dalam benak anda. Ini sesuatu yang besar, ini akan membutuhkan waktu, ini sesuatu yang kecil kami akan memberinya satu jam. Itu semua aturan anda yang anda rumuskan sendiri. Menurut semesta tidaklah ada aturan. Anda hanya menyiapkan perasaan memiliki sesuatu saat ini dan semesta akan meresponnya apapun itu.

Tidak ada waktu bagi semesta, juga tidak ada ukuran. Sama mudahnya untuk mewujudkan satu rupiah dengan semilyar rupiah. Prosesnya sama. Dan satu-satunya alasan mengapa yang satu datang lebih cepat dari yang lainnya adalah karena anda berpikir bahwa satu milyar adalah sangat banyak dan satu rupiah sangat sedikit.

Tapi ingat, semua atas kehendak Tuhan Sang Pencipta. Bukan semesta, bukan pikiran yang mempunyai kekuatan tetapi semua itu dalam lingkup ilmu Tuhan YME.


Artikel Terkait



1 comment:

  1. bnr banget, yg membuat hari, menit, jam, minggu, bulan, tahun, itu kita sendiri..

    ReplyDelete