TEMPLATE ERROR: Invalid data reference label.name: No dictionary named: 'label' in: ['blog', 'skin', 'view'] Pidato DR. Yusuf Al-Qardhawi: “Proyek Kristenisasi Indonesia Gagal” | Adhin Busro (dot) Com

Formula Rahasia

14 Mar 2012

Pidato DR. Yusuf Al-Qardhawi: “Proyek Kristenisasi Indonesia Gagal”


wpe6.jpg (9265 bytes)

Pidato Dr Yusuf Al-Qardhawi tentang keyakinannya bahwa kebangkitan islam berawal dari Indonesia diambil dari http://reocities.com/heartland/fields/6923/YusufQardhawiKristenisasiIndonesiaGagal.htm

DR. Yusuf Al-Qardhawi,  ulama asal Mesir, Jum’at 15/10 berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya yang ke lima ini, ia menyempatkan hadir di masjid Al-Azhar dan memberi ceramah. Di depan ribuan pemuda Islam yang berulangkali meneriakkan takbir, ia berbicara tentang proyek kristenisasi internasional yang menggerogoti Indonesia sepanjang 50 tahun. Berikut petikannya:
           Sangat bahagia dan menggembirakan sekali, hari ini saya bisa bertemu dengan para pemuda Indonesia. Ini adalah kunjungan saya yang kelima. Kebahagiaan saya berlipat lagi ketika saya bandingkan jumlah yang hadir saat ini dengan jumlah dan kondisi ketika saya datang pertama kali ke negeri ini. Dahulu, sekitar dua puluh lima tahun silam, saya mendengar dan menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri. Bahwa proyek Kristenisasi telah menetapkan merubah Indonesia Islam menjadi Indonesia Kristen, dalam rentang waktu 50 tahun. Dan agenda itu yang mereka upayakan berpuluh tahun setelah program itu dicanangkan.

         Kedatangan saya ke Indonesia terinspirasi setelah seorang Libanon yang menulis sebuah buku dengan judul: “Wahai kaum Muslimin, selamatkan Indonesia” datang menemui saya.



         Dalam perjalanan kala itu di dalam pesawat saya bertemu dengan beberapa orang Indonesia. Saya bertanya kepada salah seorang pramugari, “Siapa nama Anda?” Wanita itu lalu menyebutkan namanya. Saya bertanya lagi, “Apakah Anda seorang muslimah?” Ia menjawab, “Tidak, tapi keluarga saya muslim. Saya Kristen.” Mendengar jawabannya, langsung saya paham bahwa ia sudah murtad dan telah menjadi korban kristenisasi. Kemudian saya bertanya juga pada seorang pramugara, “Apakah Anda muslim?” Ia menjawab, “Tidak, tetapi saya menikahi seorang wanita muslimah.” Satu musibah lain, seorang muslimah menikah dengan seorang non muslim.


          Kejadian yang saya alami itu menyadarkan saya, bahwa ada strategi yang luar biasa dahsyat di balik itu semua. Karena itu pula, saya semakin menyadari bahwa kunjungan saya ke negeri ini semakin perlu.


         Sejak itu saya semakin yakin, bahwa Indonesia sedang menghadapi bahaya yang sangat besar dan tidak mungkin dibiarkan begitu saja.


         Saudara-saudara sekalian, dalam kunjungan saya yang pertama itu, saya bertemu seorang mujahid Indonesia. Ia bertekad akan memerangi gerakan kristenisasi. Ia memaparkan kepada saya langkah-langkah yang direncanakan dan sudah dilakukan untuk menggagalkan proyek kristenisasi Barat di Indonesia. Mujahid tersebut adalah Muhammad Natsir rahimahullah. Ia kemudian mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang akan berdiri di garis depan memerangi gerakan kristenisasi. Ia juga berdiskusi tentang berbagai program yang dibuatnya agar panji-panji Islam tetap tegak di negeri ini.


         Saudara-saudara sekalian, semua itu menyatakan bahwa sesungguhnya Islam memiliki sumber kekuatan yang sangat besar. Selama masih ada agama ini, kita memiliki sumber perlawanan yang tak akan habis-habis. Meskipun umat Islam lemah, tapi akidah Islam adalah kekuatan yang menjadikannya umat ini tidak mungkin ditundukkan atau ditelan oleh umat lain. Meskipun kristenisasi memiliki dukungan dan kemampuan yang luar biasa, baik dana, SDM, tekhnologi, lapangan udara dan sebagainya. Tetapi Indonesia hingga kini tetap menjadi negara muslim. Panji syahadat tetap berkibar di Indonesia. Allahu Akbar-Allahu Akbar, hayya ala shalah, hayya alal falah....!


         Hingga kini, masjid-masjid masih berdiri. Misi zending kristenisasi dan penjajah gagal menggoyahkan akidah umat Islam. Alhamdulillah, kaum muslimin dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, berhasil mengatasi serangan dahsyat Kristenisasi itu. Semua upaya dan kerja keras mereka itu gagal. Maha Benar Allah SWT. yang berfirman, “Mereka ingin mematikan cahaya Allah dengan mulut mereka, akan tetapi Allah tidak rela kecuali tetap memancarkan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir itu benci.”


         Mereka ingin memadamkan cahaya Allah, tapi Allah menolaknya. Apakah manusia mampu memadamkan cahaya matahari dengan tiupan? Tidak mungkin. Allah menetapkan agar cahaya-Nya tetap memancar di negeri ini. Janji Allah inilah yang menjadikan kita tenang. Tenang, karena Islam sampai saat ini masih kalah di Indonesia! Bendera Islam yang telah ditancapkan di Indonesia tidak jatuh! Allah SWT berfirman, “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar (Islam), untuk memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrikin benci.” Menang di atas segala agama, semua agama.
         Kaum muslimin di zaman sahabat dan tabi’in unggul atas Yahudi, menaklukkan Majusi, mengalahkan Nasrani di pusat kekuatan mereka di Byzantium dan menang atas penyembahan berhala. Tapi kini, kekuatan terbesar Nasrani masih bercokol di Eropa, Asia dan Afrika. Meski demikian ingat firman Allah, “Janji Allah itu benar”, “ Dan sesungguhnya janji Allah pasti terjadi”. Kita masih menanti masa penyebaran Islam di seluruh dunia, sampai Islam benar-benar berada di atas segala agama, meski orang-orang kafir itu tidak menyukainya.


         Saudara-saudara sekalian, sebelas tahun silam, terakhir kali saya mengunjungi Indonesia, saat itu saya baru kembali dari lawatan saya ke Australia. Saya sempat mendatangi banyak tempat di negeri ini. Saya berkunjung ke Sumatera dan beberapa kota di dalamnya. Ketika itulah, saya melihat fajar kebangkitan Islam di Indonesia. Hari ini, saya menyaksikan kebangkitan, telah datang masa panennya. Kebangkitan Islam telah tumbuh pesat. Ibarat sebuah biji di tanam di lokasi yang subur, dan dipelihara oleh petani yang baik. Buah kebangkitan Islam itu saya saksikan hari ini. Semua rencana dan strategi para misionaris untuk mengkristenkan Indonesia selama lima puluh tahun telah sia-sia. Mimpi dan harapan mereka buyar, karena ternyata hari demi hari Islam di Indonesia makin kuat dan mengakar dalam.


         Dari berbagai fenomena yang saya saksikan itu, saya simpulkan bahwa, karakteristik agama Islam itu, ketika dalam kondisi terjepit dan sulit, mampu memunculkan kekuatan yang tidak diduga-duga. Islam dapat mengumpulkan kekuatan, menarik nafasnya, bangkit dan terjadilah perlawanan dahsyat. Banyak orang mengira Islam telah bangkrut semasa mengalami penjajahan. Banyak juga yang mengira, bendera Islam tidak akan berkibar lagi. Tapi ternyata semua itu tidak benar. Kini, kebangkitan Islam itu telah muncul di setiap tempat. Saya lihat kebangkitan ini. Saya menemukan para pemuda Islam yang melakukan dzikir di waktu sahur, mereka yang berpuasa Senin dan Kamis, mereka disiplin membaca Al-Qur‘an, dan sepakat untuk bersama-sama menegakkan kalimatul Islam. Saya lihat dan menemukan langsung para pemuda itu di sini.


         Mereka berdiri tegak dan mengatakan pada semua orang, “Kami di sini, kami adalah muslim yang hidup dan bergerak.” Gambaran ini ada di berbagai tempat, di desa-desa terpencil, di wilayah minoritas Islam, di Eropa, Amerika, Jepang, Korea, dan di seluruh sudut bumi. Alhamdulillah, Islam tengah menggeliat bangkit. Saudara-saudara sekalian, kita memiliki sejumlah optimisme dari Al-Qur`an dan sunnah bahwa agama ini akan memperoleh kemenangan. “layastakhlifannahu ....”


         Ketika Rasulullah saw pertama kali membawa agama ini, beliau menjanjikan kepada kaum muslimin bahwa Allah akan membukakan seluruh negeri untuk umat Islam. Allah juga telah mengatakan “niscaya agama ini akan sampai ke seluruh tempat yang pernah mengalami siang dan malam”. Artinya, Islam akan menyebar dan sampai ke seluruh penjuru bumi. Tak satu tempat pun yang tak tersentuh oleh kemuliaanya.


Islam telah datang dengan kemuliaannya dan menghancurkan kekufuran. Ini berita gembira dari Rosulullah. Rosulullah saw pernah ditanya dengan nada tantangan, “Kota manakah yang lebih dahulu ditundukkan, Romawi atau Qastantiniyah (Istambul).”      Seolah dengan pertanyaan ini para sahabat sudah merasakan bahwa kelak dua kota yang merupakan pusat kekuatan Nasrani itu akan ditundukkan. Rosulullah saw menjawab, “Hiraql (Qastantiniyah) yang akan lebih dahulu ditundukkan.” Qastantiniyah dahulu merupakan basis kekuatan Nasrani di mana kaisar Hiraqlius berkuasa.


        Janji itu telah diwujudkan oleh Allah SWT tujuh abad kemudian. Qastantiniyah berhasil ditundukkan oleh pasukan Islam yang dipimpin pemuda belia berusia 23 tahun, bernama Muhammad bin Murad Al-Fatih. Ia terdorong untuk menundukkan Qastantiniyah karena membaca sebuah hadits, “Qastantiniyah akan tunduk. Ketika itulah sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik pasukan.” Setelah membaca itu, ia ingin menjadi pemimpin yang disinggung dalam hadits itu, dan ingin menjadi bagian dari prajurit Islam yang disebutkan itu. Allah SWT kemudian mengabulkan cita-cita itu. Qastantiniyah berhasil ditaklukkan.


         Kini, tinggal kemenangan kedua yang dijanjikan, yakni penaklukan Romawi. Artinya, Islam akan masuk ke Eropa sekali lagi, setelah dua kali dikeluarkan dari Eropa. Islam masuk Eropa melalui Maghrib, Jabal Thariq. Dan berhasil mendirikan peradaban sepanjang delapan abad di Andalusia. Setelah itu Islam terusir dari Eropa. Tapi selanjutnya Islam kembali datang memasuki Eropa melalui wilayah Balkan oleh daulah Utsmaniyah. Tapi saya percaya, setelah itu Islam keluar kembali dari Eropa. Saudara-saudara sekalian, hadits Rosulullah tadi, merupakan berita gembira bahwa Islam akan kembali menguasai Eropa sekali lagi.
        Saya katakan, kemenangan Islam di Eropa itu nanti tidak melalui pedang. Kemenangan dakwah di Eropa akan terwujud melalui pemikiran yang mampu mengobati berbagai penyakit hedonisme, nasionalisme, materialisme, kegelisahan dan gejolak jiwa yang selama ini tidak mereka dapatkan obat penawarnya, kecuali dengan Islam. Dan saya yakin, Indonesia akan menjadi ujung tombak pertama kemenangan Islam di seluruh muka bumi, insya Allah.


         Saudara-saudara sekalian,  Indonesia merupakan harapan besar dari peradaban Islam di dunia. Kenapa? Indonesia adalah negara Islam terbesar dari sisi kuantitas. Indonesia memiliki banyak potensi menjadikannya mampu memimpin peradaban. Indonesia mempunyai potensi ekonomi dan SDM yang menjadikannya mampu menarik gerbong kebangkitan Islam. Kami menginginkan kaum muslimin Indonesia bangga karena mereka telah menjadi muslim. Setiap muslim harus bangga dengan agamanya. Rosul saw mengajarkan kita, kita selesai makan untuk mengatakan “Alhamdulillah yang telah memberi makan dan minum kepadaku serta menajdikanku seorang muslim. Seperti juga kebanggaan sahabat bernama Salman al-Farisi ketika ditanya, “Siapa anda?” Ia menjawab, “Saya anak muslim.”


         Kedua, hendaknya kebanggaan itu menjadikan kita mampu berpegang teguh pada tali Islam. Kebanggaan yang menjadikan kita terikat oleh akhlak dan nilai-nilai Islam. Bukan hanya sekadar mengatakan, “saya muslim”, tapi tidak menjalankan Islam dalam kehidupannya. Setiap muslim harus menjadikan Islam sebagai unsur perubah dalam dirinya sebagaimana dahulu kaum jahiliyah menjadi muslim. Kita menginginkan setiap muslim adalah aplikasi dari Al-Qur’an yang dapat disaksikan oleh semua orang. Sehingga manusia bisa menyaksikan inilah Islam, inilah adab Islam, inilah etika Islam. Seperti ketika Aisyah ditanya tentang akhlak Nabi saw, ia mengatakan bahwa akhlak nabi adalah Al-Qur`an.


         Ketiga, hendaknya semua umat Islam Indonesia bersatu dan tidak berpecah belah. “Berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan berpecah belah.” Dan janganlah kalian berpecah belah sehingga kekuatan kalian menjadi lemah.” Bila kekuatan kufur dan jahat bersatu, saya serukan pada seluruh kekuatan Islam untuk melupakan semua perbedaan yang tidak prinsipil di antara mereka. Bersatulah di atas kalimat Tauhid “laa ilaaha illallah Muhammad Rosulullah.” Setelah itu berdirilah bersama menghadapi kekuatan lain. Inilah yang saya inginkan dari umat Islam Indonesia ketika mereka tengah melalui masa-masa genting.


          Terakhir, saya ingin kaum muslimin Indonesia mampu memilih pemimpin dengan baik. Pemimpin yang mampu membimbing umat Islam, memberi manfaat bagi Islam, mampu mengatasi berbagai kondisi yang sulit ini. Ketika banyak mata melihat Indonesia, saya ingin melihat pemimpin yang terpilih secara demokratis. Pemimpin yang mampu membimbing rakyat dengan iman dan ilmu, hati dan akal, iman dan akhlak. Inilah yang kita inginkan dari Indonesia.


         Rosulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, “Bila pemimpin kalian adalah orang yang terbaik dari kalian, maka orang-orang kaya di antara kalian adalah orang yang paling dermawan dari kalian, dan semua permasalahan di antara kalian diselesaikan dengan cara syura (musyawarah), maka apa yang diatas bumi ini lebih baik dari apa yang di dalamnya. Kehidupan ini akan lebih baik dari kematian.


         Tapi sebaliknya, bila pemimpin kalian adalah orang yang paling jahat di antara kalian, maka orang-orang kaya di antara kalian adalah yang paling kikir, dan masalah kalian diserahkan pada wanita, maka apa yang ada di dalam bumi ini lebih baik dari apa yang di atas bumi. Di sinilah kematian lebih baik dari kehidupan. Ketika semua timbangan menjadi terbalik, nilai menjadi rusak, saat itulah tidak ada gunanya lagi kehidupan.

Amin
Mari bersama-sama berdoa demi terwujudnya harapan tersebut
Persiapkan diri dlm perjuagan kebangkitan islam indonesia

Artikel Terkait



1 komentar:

  1. Fenomena yang menarik, sekaligus mendebarkan. Suatu kenyataan bahwa saat ini gairah kebangkitan Islam Indonesia telah di yakini oleh banyak kalangan Muslim, yang akan terjadi dalam waktu yang dekat.

    Bahkan selain Dr. Yusuf Qardhawi ada banyak ulama Timur Tengah yang secara sengaja datang ke Indonesia untuk mengatakan kepada dunia Islam "Save Indonesia". Selamatkan Indonesia dari campur tangan barat. Secara nyata kami melihat bagaimana ulama dari Timur Tengah tersebut berpidato di Masjid Istiklal ba'da Jumat dan mengatakan, "Bersatulah Indonesia, Bersatulah Muslim seluruh dunia, sambut kebangkitan Islam, seperti yang di janjikan Rosulullah. Kebangkitan Islam sekali lagi.

    Sebagai Muslim, ayo setiap diri untuk berjuang ke arah hal tersebut dan memenuhi sunnatullah akan kebangkitan agama ini.

    BalasHapus