Mar 14, 2012

Pesan Kebangkitan Islam Indonesia


Pesan kebangkitan islam indonesia
Oleh Adhin Busro
Terinspirasi oleh buletin mimbar jumat H Yuslam Fauzi MBA

Penetapan awal tahun kalender Islam didasarkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Adalah Ali Bin Abi Thalib yang mengusulkan awal tahun Islam berdasarkan tahun hijrah Rosulullah. Hal ini di dasarkan kepada presetasi besar beliau mengislamkan seluruh jazirah arab. Bangsa yang terdiri atas ratusan suku dan sudah ratusan kali berperang kemudian menjadi bersatu dalam Islam.

Menurut Max Weber, sosiolog dari barat mengatakan bahwa Muhammad SAW telah berhasil mengubah butiran pasir gurun Sahara menjadi misiu yang ketika beliau wafat, misiu padang Sahara tersebut lantas meledak dan mengguncangkan dunia. Setelah itu dua pertiga belahan dunia menjelma menjadi peradaban Islam yang gemilang. Itulah keberhasilan Muhammad SAW setelah hijrah, hingga 700 tahun kemudian Islam menguasai peradaban dunia.

Berawal dari abad 7 masehi, ditandai dengan dakwah Nabi Muhammad SAW, peradaban Islam meroket pada abad 7-14 masehi. Abad 12 masehi perkembangan Islam mulai menurun dan puncaknya pada abad 14 masehi, dimana salah satu penandanya adalah wafatnya imam Al Ghazali tahun 111 masehi. Mulai abad itu barat terutama Inggris, prancis, spanyol, italia dan Yunani mempelajari buku-buku Islam. Islam pada abad itu tidak lagi mlahirkan daerah-daerah baru dan ulama-ulama baru, namun sebaliknya justru barat mengalami fase renaissance atau kebangkitan. Islam tidak lagi kreatif sementara barat menemukan berbagai hal yang dimulai dari penguasaan Ilmu Pengetahuan.

Barat belajar sekitar 200 tahun hingga akhirnya unggul di segala aspek peradaban seperti sekarang ini. Abad 14 M adalah starting point bagi mundurnya peradaban islam dan mulai bangkitnya dunia barat. Titik potong kedua peradaban itu terjadi kira-kira pada abad 16 M, ukurannya adalah jatuhnya malaka ke tangan Portugis tahun 1511. Sejak saat itu tidak ada lagi sejengkal tanah yang tidak dikuasai oleh peradaban barat.

Disinilah sekarang abad 21 M, jika kita melihat periode naik turunya islam adalah siklus 7 abad. Pertanyaanya adalah apakah peradaban Islam akan terpuruk terus-menerus atau akan bangkit kembali pada abad-abad mendatang? Tentunya kita sebagai muslim harus punya harapan dan positif thingking akan kembalinya peradaban yang hilang. Allah berjanji akan mempergilirkan menang kalah bagi suatu kaum, yakni pada surat Ali Imran 140

….dan masa (Kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diatara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan_Nya (gugur sebagai) Shuhada… (QS Ali Imran 140)

Jika kita meyakini abad 21 Masehi ini adalah periode kebangkitan kembali umat islam maka pertanyaanya adalah apakah kebangkitan tersebut akan diusung oleh bangsa arab seperti dulu atau bangsa muslim yang berada di benua lain?

Banyak analisa yang mengatakan bahwa kebangkitan islam tidak terjadi di bangsa arab lagi, melihat kondisi timur tengah saat ini. Kita pesimistis jika kebangkitan Islam aka dipelopori oleh timur tengah, dan berharap bahwa kebangkitan tersebut akan terjadi di Indonesia. Mengapa?

Berikut alasannya

Populasi

Indonesia adalah negeri muslim terbesar di jagad raya ini. Bukan hanya Negara ini Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tetapi besarnya jumlah umat islam di Indonesia jauh melebihi jumlah umat islam di negara manapun di dunia. Indonesia memiliki kurang lebih 250 juta muslim. Mari kita bandingkan dengan jumlah muslim di afrika utara yang di konotasikan dengan pusat Islam dunia. Jumlah umat islam di afrika Utara sekitar 160 juta jiwa, dan mereka terfragmentasi dalam lima Negara yakni Mesir, Maroko, Algeria, Tunisia dan Libia. 

Bila dibandingkan dengan umat islam di timur tengah kurang lebih 187 juta jiwa yang terfragmentasi dalam 17 negara. Lihatlah, umat islam di afrika Utara dan Timur Tengah terfragmentasi dalam banyak Negara yang artinya mereka mempunyai problem ukhuwah Islamiah. Sungguh tidak mudah menyatukan bangsa muslim yang sudah terpecah-pecah menjadi satu Negara saja, bahkan kemungkinannya kecil sekali. Sementara di Indonesia hanya satu Negara saja dan sudah memiliki 250 juta jiwa muslim.

Ekonomi

Berdasarkan riset, penelitian dan pengamatan ekonom dunia, perekonomian dunia sedang bergeser dari barat ke timur. Sebagian ekonom yang lain mengatakan bahwa perekonomian dunia sedang bergeser dari Negara G7 yang sebagian besar adalah barat ke Negara E7 yang sebagian besar adalah timur. E7 adalah Emerging Seven yaitu 7 negara yang sedang berkembang pesat. Mereka adalah Cina, India, Indonesia, Brazil, Meksiko, Rusia dan Turki. Yang paling di unggulkan dalam E7 adalah Negara yang berpenduduk dan memiliki kalangan menengah paling banyak yakni Cina, India dan Indonesia.

Prof. Dr. Sala’i Martin ekonom international dari Harvard dan Columbia University dalam laporan riset dan penelitiannya menyatakan bahwa perekonomian Indonesia akan menjadi 3 besar dunia tahun 2050. Sama dengan hasil riset dan penelitian Goldman Sachs. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Standard Chartered tahun 2010, di tahun 2030, perekonomian akan menjadi 5 besar dunia. Indonesia aka menjadi kekuatan ekonomi ke 5 dalam waktu 18 tahun dari sekarang.

Kemudaan Islam Indonesia

Keislaman Indonesia adalah keislaman yang sangat baru, sangat muda bahkan mungkin bangsa yang paling terakhir masuk Islam. Ketika Islam mengalami kejayaan (Golden Age) apa yang terjadi di Indonesia? Kita masih zaman Joyoboyo. Ketika dunia Islam mengalami decleaning period, yaitu akhir abad 13 dan memasuki abad 14, Indonesia baru saja mendirikan Agama Hindu, yaitu Majapahit. Di ujung abad 13-14 Majapahit runtuh, dan mulailah masuk dakwah Rden Fatah, kemudian dilanjutkan dakwah Wali Songo dan nusantara kala itu mengalami perpindahan agama secara kolosal.

Sebagai bangsa muslim yang masih muda, kita ini seperti anak muda. Emosional dan dangkal namun disisi lain jika dikelola dengan baik akan berpotensi untuk memimpin masa depan. Ciri positifnya antar lain adalah energy dan rasa ingin belajar yang besar dan mudah menerima modernisasi.

Dan dengan Islam seperti itulah kita yakin bahwa Indonesia di masa depan akan memiliki porensi memimpin peradaban bangkitnya Islam di masa mendatang. Seorang tokoh dan ulama besar dari Mesir yakni Dr Yusuf Al-Qardlawi, tahun 1980an dating ke Indonesia dan mengajak umat islam Indonesia untuk membangun keyakinan bahwa abad 21 Masehi dan abad 15 hijriah ini adalah abad kebagkitan kembali dunia spiritualitas yang dipimpin oleh Islam. Yang menarik adalah beliau selalu mengingatkan dan selalu menyampaikan keyakinanya setelah mengatakan bahwa abad 21 Masehi adalah abad kebangkitan Islam. “saya yakin bahwa bangkitnya dunia Islam di masa yang akan datang akan berangkat dari Indonesia.


Artikel Terkait



5 comments:

  1. Fenomena yang menarik, sekaligus mendebarkan. Suatu kenyataan bahwa saat ini gairah kebangkitan Islam Indonesia telah di yakini oleh banyak kalangan Muslim, yang akan terjadi dalam waktu yang dekat.

    Bahkan selain Dr. Yusuf Qardhawi ada banyak ulama Timur Tengah yang secara sengaja datang ke Indonesia untuk mengatakan kepada dunia Islam "Save Indonesia". Selamatkan Indonesia dari campur tangan barat. Secara nyata kami melihat bagaimana ulama dari Timur Tengah tersebut berpidato di Masjid Istiklal ba'da Jumat dan mengatakan, "Bersatulah Indonesia, Bersatulah Muslim seluruh dunia, sambut kebangkitan Islam, seperti yang di janjikan Rosulullah. Kebangkitan Islam sekali lagi.

    Sebagai Muslim, ayo setiap diri untuk berjuang ke arah hal tersebut dan memenuhi sunnatullah akan kebangkitan agama ini.

    ReplyDelete
  2. Mari setiap diri persiapkan perjuangan untuk ke karah kebangkitan islam indonesia tersebut

    ReplyDelete
  3. Kebangkitan Islam mensyaratkan UKHUWAH ISLAMIYAH ! Ukhuwah Islamiyah hanya bisa ditegakkan dengan cara menghentikan nafsu expansionisme madzhab. Kalau semua membela madzhab masing masing, maka Islam akan melemah. Mengapa kita gemar berdebat secara kontradiktif emosional didepan publik atas hadist Nabi. Mengapa ? Apakah kita yakin kanjeng Nabi memang menyukai perilaku kita ? Kecuali Nabi Muhammad, setiap orang bisa bersalah. Dan setiap kesalahan haruslah dimaafkan saja, bukannya malahan diabadikan, diperdebatkan kemana mana. Oleh karena itu mari kita dakwahkan bersama hal hal yang sama, dan silahkan dibahas secara intens, mendalam oleh ahlinya masing masing secara intern hal hal yang berbeda, tidak malahan diperdebatkan didepan publik. Memalukan. Kebangkitan Islam di Iran dipersepsikan sebagai kebangkitan melawan Israel dan Amerika. Kebangkitan Islam ala Wahabi mensyaratkan adanya pemerintahan kekhalifahan, menunggu hadirnya Imam Mahdi. Kebangkitan Islam Indonesia adalah kebangkitan setiap diri, sekarang, dengan memanfaatkan waktu sebaik baiknya, berbagi manfaat sesuai ilmu,bakat keahlian masing masing meraih sukses dan kesejahteraan hidup bersama fiddunya wal akhiroh, berbasik rohmatan lil'alamin, dalam rangka beribadah kepada Allah,dengan mengutamakan sholat. Kebangkitan Islam dimulai dari masjid masjid. Sebab masjid punya jamaah, punya wilayah, punya Imam dan tersebar dimana mana. Imam Imam masjid harus lah diberdayakan. Setiap masjid harus memiliki baitulmaal yang mengelola dana zakat, infaq dan shodaqoh. Dengan pengelolaan standard yang kredibel dibawah kendali Imam Imam masjid sebagai pemegang amanat. Imam masjid dibantu oleh staf ahli yang bertugas terutama melakukan pembinaan para ghorimin yakni pengusaha kecil yang terjerat kredit berbunga tinggi. Dana zakat,infaq dan shodaqoh tidak dibagi habis tapi dikumpulkan terus untuk dipinjamkan kepada ghorimin agar rentenir berbunga tinggi dapat berangsur angsur hilang, dan ghorimin bisa dibina untuk berubah menjadi muzaki. Bagian hasil atas usaha itu nanti yang dibagi habis secara konsumtif untuk keperluan darurat bagi mustahik yang lain. Ini dapat dan harus dikerjakan serentak disemua masjid. Imam masjid dan seorang pengelola yang membina adalah sabilillah tanpa upah, dan sebagai sabilillah mendapat 1/8 : 2 untuk Imam 1/16 untuk pengelola 1/16 bagian. Dari bagian hasil yang didapat. Karena yang dibagi hanya hasilnya, maka dana dari muzaki dan donatur akan utuh sehingga mudah dikontrol, bertambah terus, dan bermanfaat secara permanen. Masjid mestilah punya data keadaan kesejahteraan jamaahnya. Para Muzaki membentuk ikatan yang kemudian menunjuk seorang wakil untuk membantu kinerja staf pengelola, yang melakukan pembinaan usaha lemah utamanya bidang pengawasan pengelolaannya. Ini kalau memang bisa diwujutkan, ummat Islam benar benar bangkit memimpin dunia. Orang Amerika akan banyak yang masuk Islam dan Israel tidak usah dimusuhi akan menjadi baik baik saja dengan sendirinya. Mau/tidak ? Sekarang !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus sekali masukan antum. Terimakasih mengingatkan

      Delete