Mar 3, 2012

Keistimewaan sejarah Rasulullah Muhammad saw.

Pada paparan kali ini akan di terangkan sejarah Rosulullah SAW yang sempurna, yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi dan utusan Allah yang lain. Di rangkum dari sumber http://rasoulallah.net


Dalam sejarah Rasulullah saw. terkumpul beberapa keistimewaan yang membuat orang yang mempelajarinya mendapatkan kesenangan ruhiyah, akliyah, dan sejarah, sebagaimana pelajaran ini adalah suatu hal yang sangat perlu di ketahui oleh para ulama syari’at dan para da’I yang mengajak kepada agama Allah Swt. yang memperhatikan kemaslahatan masyarakat. agar mereka bisa menyampaikan syari’at islam kepada orang lain dengan penuh kesabaran, hal ini dapat membuat mereka bertahan dan tetap konsisten ketika berhadapan dengan keadaan-keadaan yang sulit, sehingga ia dapat menyaksikan masyarakat menerima dakwahnya, dan akan terwujud perbaikan yang di dakwahkan oleh orang-orang yang menginginkan perbaikan, dan akan terwujud keberhasilan dan ketepatan dalam meraih target. Berikut kami akan paparkan secara global tentang keistimewaan-keistimewaan sejarah Rasulullah saw.

Sejarah Rasulullah saw. adalah sejarah yang paling valid mengenai sejarah seorang nabi yang di utus, dia agung dan pembaharu, telah sampai kepada kita sejarah hidup Rasulullah saw. melalui jalur-jalur ilmiah yang sangat sahih (valid/akurat) dan sangat kuat tidak tergoyahkan –sebagaimana yang akan kita lihat dalam pembahasan sumber-sumber sejarah- sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai fakta-faktanya yang nyata dan kejadian-kejadiannya yang besar, yang memungkinkan bagi kita sekarang mengetahui dengan mudah hal-hal yang di tambahkan dalam sejarahnya tersebut pada masa-masa sekarang ini, baik hal tersebut dari segi kejadian-kejadian, mukjizat-mukjizat, atau bahkan orang yang bodoh yang ingin menambahkan sifat-sifat yang menakjubkan kepada Rasulullah saw. yang melebihi apa yang di inginkan Allah Swt. kepada Rasul-Nya .

Sesungguhnya ciri dari keabsahan sebuah sejarah ialah valid dan tidak ada keraguan di dalamnya hal ini tidak terdapat dalam sejarah para Rasul Allah Swt. terdahulu. Sebagai contoh Musa as. Sejarahnya yang valid yang kita dapati telah bercampur dengan hal-hal pemalsuan dan kebohongan yang di masukkan oleh orang-orang yahudi. Kita tidak akan mampu berfokus ke kitab Taurat yang ada sekarang, untuk mengeluarkan dari kitab tersebut tentang sejarah Nabi Musa as. Yang Valid, beberapa ahli kritik orang barat telah meragukan beberapa isi dari kitab Taurat tersebut, namun sebagian dari mereka memastikan bahwa sebagian dari isi kitab ini di tulis pada masa Nabi Musa as. Masih hidup sebagaimana yang terdapat dalam kitab Taurat.

Oleh karena itu, tidak ada jalan bagi seorang muslim untuk mempercayai keabsahan sejarah hidup Nabi Musa as. Kecuali dengan melalui al Qur’anul Kariem dan sunnah yang Valid.

Demikian juga mengenai sejarah hidup Nabi Isa as., injil-injil yang di kenal orang-orang Kristen sejak bertahun-tahun yang lalu, telah di pilih –tanpa melalui cara yang ilmiah yang valid- diantara beratus-ratus injil yang tersebar pada orang-orang Kristen pada waktu itu, kemudian penisbahan kitab-kitab injil ini ke penulisnya tidak melalui proses yang ilmiah yang valid, dia tidak di riwayatkan dengan sanad (istilah ilmu hadits) yang bersambungan ke penulisnya, di mana perselisihan juga telah terjadi di antara para ahli kritik orang-orang barat mengenai nama-nama beberapa penulisnya ? dan di tahun berapa ia menulisnya?

Jika hal ini terjadi dalam sejarah para rasul Allah Swt. para pemilik agama yang menyebar di seluruh dunia, maka keraguan akan semakin kuat mengenai sejarah pemilik agama-agama dan filosofis-filosofis yang lain yang pengikutnya berjuta-juta orang jumlahnya di dunia, seperti Budha dan konghuchu, karena riwayat-riwayat yang di ambil oleh para pengikut mereka mengenai sejarah mereka tidak mempunyai dasar yang valid dari segi tinjauan pembahasan ilmiah, akan tetapi hal tersebut adalah suatu hal yang di buat-buat oleh para pendeta di antara mereka, dan akan semakin bertambah pemalsuan dan kebohongan-kebohongan di dalamnya dari generasi sebelumnya, tidak mungkin akan di benarkan oleh akal yang sehat yang terbebas dari sifat fanatisme terhadap agama-agama tersebut. Oleh sebab itu, kita mengatakan bahwa sejarah yang paling valid dan kuat secara mutawatir (istilah ilmu hadits) adalah sejarah hidup Rasulullah saw.


Sesungguhnya kehidupan Rasulullah saw. sangat jelas dalam setiap tingkatannya, dari sejak ayahnya Abdullah menikahi ibunya Aminah sampai Rasulullah saw. meninggal, kita mengetahui banyak tentang kelahirannya, masa kecilnya, masa remajanya, usahanya sebelum beliau saw. diangkat menjadi seorang nabi, perjalanannya keluar dari kota mekkah, sampai beliau saw. di utus oleh Allah swt. sebagai seorang Rasul yang mulia, kemudian setelah itu kita mengenal dengan gambaran yang sangat jelas dan sempurna setiap dari keadaannya dari tahun ke tahun, sehingga sejarah hidup Rasulullah saw. sangat jelas dan terang seperti terangnya sinar matahari di siang hari, sebagaimana yang di katakan oleh beberapa orang dari ahli kritik barat:

“Sesungguhnya Muhammad saw. adalah satu-satunya yang di lahirkan dengan sinar matahari (di karenakan jelas dan terangnya sejarah hidup beliau)”.

Dan hal ini yang sangat sulit untuk di contoh oleh para rasul sebelumnya. Seperti halnya Nabi Musa as. Kita tidak mengetahui sedikitpun mengenai masa kecilnya, masa remajanya dan kehidupannya sebelum beliau di angkat menjadi seorang nabi, kita hanya mengenal sebagian kecil dari kehidupannya setelah beliau di angkat menjadi Nabi, akan tetapi hal tersebut tidak memberikan kepada kita gambaran kehidupannya secara sempurna.

Demikan juga Nabi Isa as. kita tidak mengetahui sedikitpun tentang masa kecilnya, kecuali apa yang di beritakan oleh injil-injil sekarang, bahwasanya beliau as. masuk ke Haikal (tempat ibadah) orang yahudi, dan berdiskusi dengan orang-orang alim mereka, Cuma kejadian ini yang menyebutkan tentang masa kecilnya, kemudian kita tidak mengetahui mengenai keadaannya setelah beliau as. di angkat menjadi nabi kecuali hal-hal yang berkaitan dengan dakwahnya, dan sedikit sekali kita menemukan tentang cara-cara hidupnya, selain dari hal tersebut tidak terungkap.

Sementara ketika kita beralih ke sejarah hidup Rasulullah saw., sumber-sumber yang valid menjelaskan dengan terperinci mengenai kehidupan pribadi Rasulullah saw., seperti cara makannya, berdirinya, duduknya, pakaiannya, bentuknya, penampilannya, cara bicaranya, pergaulannya dengan keluarganya, ibadahnya, shalatnya, pergaulannya dengan para sahabatnya, bahkan karena sangat terperincinya riwayat mengenai Rasulullah saw. terdapat riwayat mengenai jumlah rambut dan jenggotnya yang putih saw.

Sesungguhnya sejarah hidup Rasulullah saw. menceritakan tentang sejarah hidup seorang manusia yang Allah swt. memuliakannya dengan memberikan risalah kenabian kepadanya, maka beliau adalah seorang manusia biasa dan tidak akan keluar dari fitrahnya sebagai seorang manusia biasa, kehidupannya tidak di penuhi dengan mitos-mitos, sedikitpun beliau tidak pernah menyandarkan sifat ke-Tuhanan kepadanya, jika kita membandingkan hal ini dengan apa yang di riwayatkan oleh orang-orang Kristen tentang sejarah hidup Isa as., dan apa yang di riwayatkan oleh orang-orang budha mengenai Budha dan para penyembah berhala tentang tuhan-tuhan mereka, yang mereka sembah. Sangat jelaslah perbedaan antara sejarah hidup Rasulullah saw. dan sejarah mereka.

oleh karena itu, akan terwujud pengaruh yang sangat mendalam dalam perangai manusia atau masyarakat terhadap pengikut mereka, orang yang mengakui bahwa Nabi Isa as. adalah Tuhan begitupun Budha, keduanya sangat jauh untuk di jadikan sebagai panutan dalam konsep kemanusian dalam kehidupan pribadinya dan masyarakat. Sementara Rasulullah saw. senantiasa akan menjadi contoh yang ideal bagi manusia bagi siapapun yang ingin hidup bahagia dan mulia pribadinya, keluarganya dan lingkungannya, oleh karena ini Allah Swt. berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS: Al Ahzab: 21).

Sejarah hidup Rasulullah saw. meliputi seluruh segi-segi kemanusian dalam diri seorang manusia, dia menceritakan kepada kita tentang sejarah masa remaja Muhammad Saw. yang sangat jujur (al amin) sebelum Allah Swt. mengangkatnya sebagai Rasul, sebagaimana juga dia menceritakan kepada kita tentang sejarah Muhammad Saw. sebagai seorang da’I yang mengajak kepada agama Allah swt. (Islam), yang menggunakan beberapa wasilah atau cara-cara yang baik agar di terima dakwahnya, beliau saw. mengerahkan segala kemampuannya untuk menyampaikan risalahnya, sebagaimana sejarah ini juga menjelaskan kepada kita bahwasanya beliau saw. adalah seorang pimpinan suatu Negara yang mengatur negaranya dengan tatanan yang kuat dan valid, dan menjaganya dengan segenap perhatiannya, keikhlasannya, dan kejujurannya sehingga bisa mencapai suatu keberhasilan.

Sejarah ini juga menjelaskan kepada kita bahwa beliau saw. adalah seorang suami dan ayah yang penuh dengan kasih sayang, dan berperangai indah, beliau saw. memisahkan dengan jelas antara hak dan kewajiban bagi setiap suami dan isteri serta anak-anak. Sejarah ini juga menerangkan kepada kita bahwa Rasulullah saw. adalah seorang guru atau pendidik yang membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran yang sangat ideal, yang tertuang dari ruh beliau ke dalam ruh mereka, dari jiwa beliau saw. ke dalam jiwa mereka, yang membuat mereka (para sahabatnya) mengikuti beliau saw. dari hal-hal yang terkecil sampai yang besar.

Sejarah ini juga menerangkan kepada kita bahwa Rasulullah saw. seorang yang menunaikan kewajiban-kewajiban persahabatan, memenuhi ketentuan-ketentuannya dan etika-etikanya, sehingga hal ini menjadikan para sahabatnya sangat mencintai beliau sama seperti mereka menyayangi diri mereka masing-masing, yang melebihi cinta mereka terhadap kerabat mereka dan keluaga mereka. Sejarah Rasulullah saw. juga menjelaskan kepada kita bahwasanya beliau saw. adalah seorang ahli perang, pemberani, pemimpin yang menang, ahli politik yang sukses, tetangga yang jujur, dan beliau saw. adalah seorang yang menepati janji.

Sejarah Rasulullah saw. meliputi setiap aspek kehidupan manusia dalam masyarakat, sehingga mampu untuk di teladani oleh setiap da’I, setiap pemimpin, setiap bapak, setiap suami, setiap teman, setiap pendidik, setiap ahli politik dan setiap pemimpin suatu Negara. Dan lain-lain sebagainya.

Kita tidak akan menemukan suatu sejarah hidup yang multi kompleks seperti ini bahkan yang mirip dengannya dari sejarah para rasul terdahulu yang tersisa untuk kita sekarang ini, dan pendiri-pendiri agama baru, begitupun filosofis-filosofis klasik dan modern. Musa as. Di anggap sebagai pemimpin umat yang menyelamatkan umatnya dari perbudakan, dan beliau as. Menjelaskan kepadanya tentang kaidah-kaidah dan dasar-dasar yang baik untuk ke maslahatannya saja, akan tetapi tidak ada yang dapat di ambil oleh para ahli perang dalam sejarahnya, begitupun bagi seorang pendidik, bagi ahli politik, bagi pemimpin Negara, bagi para ayah, dan bagi para suami.

Nabi Isa as. Adalah seorang da’I yang zahid sehingga beliau wafat tanpa memiliki harta, rumah dan barang-barang yang lain, akan tetapi sejara hidup beliau as. Yang terdapat pada orang-orang Kristen beliau as. Tidak berperan sebagai pemimpin yang militan, bukan juga seorang pemimpin suatu Negara, bukan juga seorang ayah, bukan juga seorang suami –karena beliau tidak pernah menikah- dan beliau as. Juga bukan seorang pembuat undang-undang, dan selain dari hal-hal tersebut yang telah di gambarkan dalam sejarah Muhammad saw.

Dan hal ini juga tidak terdapat dalam Budha, Konghuchu, Ariesto, Aplato, dan Napoleon, dan selain dari mereka yang di anggap sebagai orang-orang besar dalam sejarah, karena mereka tidak dapat di jadikan sebagai teladan –sekalipun mereka ada benarnya- kecuali satu sisi dari sisi-sisi kehidupan yang muncul dan terkenal dalam kehidupannya, dan Cuma Muhammad saw. dalam sejarah yang bisa di jadikan sebagai teladan oleh seluruh kalangan manusia.

Sudahkah anda menjadikan Rosulullah SAW sebagai panutan?

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment