Mar 3, 2012

Cara Perjuangan Muhammad SAW dalam Dakwah

Sebuah bukti bahwa Muhammad SAW adalah benar-benar utusan_Nya, yang membacakan Al Qur'an kepada kita, yang merupakan wahyu Allah SWT yang wajib kita yakini sepenuh hati. Paparan berikut cukup menarik kami ambil dari http://rasoulallah.net untuk anda supaya lebih yakin atas kebenaran Nabi Muhammad SAW dan kebenaran Al Qur'an. Sehingga harapannya akan lebih bersemngat lagi untuk menggali Al Qur'an dan Sunnah, karena disitulah petunjuk, solusi semua permasalahan hidup kita.


Dengan sejarah hidup Muhammad saw. saja, adalah sudah cukup sebagai bukti bahwasanya risalah yang di bawah oleh Muhammad saw. dan kenabiannya adalah benar. Dia adalah sejarah seorang manusia biasa yang berjalan menyebarkan dakwahnya dari satu kemenangan ke kemenangan yang lain, bukan dengan cara hal-hal yang di luar dari kemampuan orang-orang awam atau mukjizat, akan tetapi dengan cara alami, Rasulullah saw. telah menyampaikan dakwahnya dan mendapatkan siksaan, beliau saw. menyampaikan dakwahnya dan mendapatkan pengikut, beliau berperang, beliau seorang yang bijaksana, beliau saw. sesuai dengan kepemimpinannya, sebelum beliau saw. wafat dakwahnya telah menyebar ke seluruh Jazirah Arab dengan Iman, bukan dengan cara paksaan dan penaklukan.

Sebagaimana yang di ketahui dari kebiasaan-kebiasaan orang-orang arab dan perlawanan mereka terhadap dakwahnya dengan berbagai macam bentuk perlawanan sehingga beliau saw. hampir terbunuh, dan barangsiapa yang mengetahui singkatnya waktu yang di pakai oleh Muhammad saw. dalam menyampaikan risalahnya sampai beliau saw. wafat yaitu 23 tahun, dia akan yakin bahwasanya Muhammad saw. adalah benar-benar utusan Allah swt., dan hal-hal yang Allah swt. berikan untuknya seperti kebulatan tekad, ketetapan hati, kekuatan , pengaruh dan pertolongan tidak lain keculai bahwasanya beliau saw. adalah benar-benar seorang nabi.

Maka sejarah hidup Rasulullah saw. memberikan kepada kita suatu bukti kebenaran risalah yang di emban oleh Rasulullah saw. dengan cara yang rasional, adapun mukjizat-mukjizat yang terdapat dalam diri Rasulullah saw. bukanlah suatu dasar utama berimannya orang-orang arab dengan dakwahnya, bahkan kita tidak menemukan suatu mukjizat beliau saw. yang membuat orang-orang kafir yang keras kepala mengimaninya, bagaimanapun mukjizat yang bersifat materialis hanya menjadi hujjah bagi orang yang menyaksikannya, orang-orang muslim yang tidak pernah bertemu Rasulullah saw. dan tidak pernah melihat mukjizatnya, namun mereka beriman dengan risalahnya dengan dalil ‘aqliy yang pasti mengenai kebenaran dakwah Rasulullah saw. diantara dalil ‘aqliyah tersebut, ialah: al Qur’anul kariem, dia adalah termasuk mukjizat ‘aqliyah, yang membuat setiap orang yang berakal sehat dan bijak untuk beriman dengan kebenaran dakwah dan risalah Muhammad saw.

Hal ini berbeda dengan sejarah-sejarah para nabi yang terdahulu yang tedapat disisi para pengikut mereka, hal tersebut menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang beriman kepada mereka ketika mereka melihat mukjizatnya, tanpa menggunakan akal mereka dalam mempelajari dasar-dasar dakwahnyakemudian mereka tunduk dengan dasar-dasar tersebut.

contoh yang paling jelas mengenai hal tersebut ialah sejarah Isa as. Allah Swt. menceritakan kepada kita melalui al Qur’an bahwasanya Allah Swt. menjadikan penopang pertama dalam menarik orang-orang yahudi untuk mempercayai kebenaran risalahnya, ialah Allah Swt. memberikan kepada Isa as. Mukjizat yang Bisa menyembuhkan penyakit kusta, menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang mati, serta mengabarkan kepada mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah mereka, semua hal tersebut dengan izin Allah Swt.

Semua injil yang ada pada saat ini mengabarkan kepada kita bahwasanya umat nabi Isa as. Beriman kepadanya di sebabkan karena mukjizat-mukjizat tersebut, bukan karena beliau adalah seorang rasul sebagaimana yang telah di ceritakan oleh Al Qur’anul kariem, akan tetapi karena mereka menganggap Isa as. Sebagai tuhan dan anak tuhan (Maha Suci Allah Swt. dari hal-hal tersebut), orang-orang kristen setelah al Masih tersebar dengan mukjizat dan hal-hal yang di luar dari kemampuan orang-orang biasa, dalam safar a’maalu rrusul (bahagian kitab perbuatan-perbuatan rasul) adalah suatu bukti tentang hal tersebut, sehingga bisa kita mengatakan bahwa agama Kristen yang di percayai oleh para pengikutnya adalah agama yang berdiri berdasarkan mukjizat dan hal-hal yang di luar dari kebiasaan sebagai manusia biasa bukan dengan hasil penalaran akal.

Dari sini kita dapat melihat perbedaan yang nyata dalam sejarah Rasulullah saw. bahwasanya tidak satupun orang yang beriman kepada beliau saw. karena menyaksikan mukjizatnya, akan tetapi dengan penalaran akal dan perasaan, jika Allah swt. telah memuliakan rasulnya dengan beberapa mukjizat, hal itu hanya suatu bentuk kemulian terhadap Muhammad saw. dan bantahan terhadap orang-orang yang menolaknya orang-orang yang sombong, barangsiapa yang meneliti al Qur’an dia akan menemukan bahwasanya Muhammad saw. memakai cara pendekatan rasional dalam menyebarkan dakwahnya, begitupun pemandangan-pemandangan sebagai bukti ke Agungan ciptaan Allah Swt. yang bisa terjangkau oleh panca indra, dan dengan mengenal pribadi Rasulullah saw. secara lengkap beliau adalah seorang yang buta huruf hal ini adalah suatu bukti bahwasanya di turunkannya al Qur’an kepada beliau saw. adalah bukti kebenaran risalah Muhammad saw.

Allah Swt. berfirman dalam surah al ‘Ankabut, yang artinya:

“Dan orang-orang kafir Mekkah berkata: mengapa tidak di turunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” katakanlah: “sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu al Kitab (al Qur’an) sedang dia di bacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al ‘ankabuut: 50-51).

Dan ketika orang-orang Quraisy memaksa meminta mukjizat, Allah swt. memerintahkan Rasulullah saw. untuk menjawab mereka dengan mengatakan: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi rasul”. (QS. Al Israa’: 93).

Coba anda perhatikan Firman Allah swt. yang artinya:

“Dan mereka berkata: “kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kamu, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu, hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca” katakanlah: Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi Rasul”. (QS. Al Israa’: 90-93).

Demikianlah al Qur’an menetapkan dan menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwasnya Muhammad saw. adalah seorang manusia biasa yang di angkat sebagai Rasul, dan bahwasanya beliau saw. tidak mengandalkan mukjizat dalam mengemban risalahnya, akan tetapi Rasulullah saw. berbicara kepada hati dan akal, Allah swt. berfirman yang artinya

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam”. (QS. Al An’am: 125).

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment