Mar 20, 2012

Bersyukur adalah kunci sukses

Oleh Adhin Busro

Hati yang sehat melahirkan keceriaan dan kedamaian. Penderitaan dihibur kesabaran, diikuti tawakal dan di terima sebagai ujian dari Allah SWT. Keberuntungan di iringi sikap syukur kepada Allah SWT dengan memanfaatkannya untuk mengabdi di jalan_Nya dan menghargai orang lain yang mengantarkan keberuntungan itu sehingga terhindar dari sikap takabur dan sombong. Semoga kita dapat memelihara kesehatan/ kesucian hati. Selamat berkarya, semoga sukses penuh berkah. Amin
(MMAT)

Menarik sekali membaca renungan dari MMAT (Manajemen Masjid At Taqwa), di dalamnya terdapat hikmah yang besar yang seyogyanya kita memahaminya dengan penuh kesadaran, bukan hanya membaca dan melewatkannya begitu saja.
Kalau saya melihat point renungan di atas adalah untuk mengajak kita supaya senantiasa menyandarkan semua hal dan aktifitas hanya kepada Allah SWT. Supaya apa? Supaya hati kita senantiasa penuh kedamaian dalam menjalani hidup ini. Hidup yang penuh dengan problematika dan masalah yang tiada habisnya. Buat apa sedih, untuk apa putus asa, bahwa masalah kita itu begitu kecil di mata Allah SWT. Kita hendak diuji dengan problematika hidup berupa ketakutan, kemiskinan, berkurangnya harta, anak, istri, kuda tunggangan dan sebagainya, maka beritahukanlah khabar gembira kepada orang yang sabar, yaitu orang yang ketika cobaan menimpa dirinya dia berkata "sesungguhnya kami ini kepunyaan Allah, dan kepada_Nya kami aka kembali". Sungguh indah ungkapan tersebut, terasa damai dan sejuk terasa di dalam hati.

Allah SWT memerintahkan mahluk_Nya untuk menggunakan kesabaran dan sholat sebagai penolong. Yakni ketika masalah dan problem kehidupan selalu hadir dalam kehidupan kita dan yakinlah bahwa Allah SWT akan mengilhamkan solusi yang terbaik untuk semua problematika hidup kita.

Ada masanya ketika masalah hidup kita telah teratasi dan kita kemudian mendapatkan karunia misalkan berupa kesuksesan dalam hal materi, seyogyanya kita tidak boleh lupa bahwa itu bagian dari Janji Allah SWT yang memberikan karunia besar berupa kelebihan rezeki. Dan untuk itulah tugas kita adalah senantiasa bersyukur dengan cara menghargai orang lain yang mengantarkan kepada keberuntungan itu sehingga terhindar dari sifat takabur/sombong atas limpahan karunia tersebut. Janganlah seperti Qorun yang sombong dengan mengatakan bahwa kekayaan yang dia dapatkan karena jerih payahnya sendiri yang mengakibatkan dia di benamkan ke dalam bumi.

Bersyukur bisa juga dengan berbagi kebahagiaan dengan kaum dhuafa dan fakir miskin atau anak yatim. setelah itu bolehlah kita berharap di golongkan sebagai hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang di berikan_Nya kepada kita. Dan Allah SWT berjanji (Dan Janji Allah adalah Benar dan selalu di tepati_Nya) bahwa jika Hamba-hamba Allah bersyukur maka nikmat yang sudah diterima akan ditambah dan di tambah lagi dengan nikmat-nikmat lain yang lebih besar, namun jika kita tidak bersyukur atas nikmat tersebut, ketahuilah bahwa azab Allah adalah sangat pedih.

Intuk itu sebagaimana ajakan MMAT marilah senantiasa kita menjaga kesucian hati dari sifat-sifat tercela seperti iri (Melihat kesuksesan orang lain), dengki, hasud dan takabur. Selalu Tawakal dan sabar dalam menghadapi masalah dan selalu bersyukur sekecil apapun (menurut hitungan kita) nikmat dari Allah SWT. Bahwa Nikmat Allah tidak mungkin bisa di hitung oleh manusia, artinya setiap saat setiap waktu seyogyanya kita seharusnya bersyukur. Itulah salah satu dari kunci kebahagiaan dan kesuksesan hidup. PASTI.....


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment