Feb 28, 2012

Manusia Adalah Mahluk Energi

Sunnatullah dan takdir

Manusia dan alam semesta adalah energi. Segala sesuatu adalah energi, dan perkenankan kami membantu anda sedikit memahaminya. Ada semesta, ada galaksi anda, planet anda, kemudian pribadi-pribadi, dan didalam tubuh ini terdapat system organ, kemudia sel, kemudian molekul, dan kemudian atom. Dan kemudian terdapat energi.


Segala sesuatu di semesta adalah energi. Para pakar fisika kuantum mendefinisikan bahwa energi tidak diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Anda meyakini itu kecuali Tuhan berkehendak lain. Itulah kehendak Rancangan Agung, Akal Yang Maha Tinggi, itulah kehendak Tuhan Yang Maha Besar. Disini anda mulai paham bahwa jika mengikuti hukum fisika kuantum energi tidak dapat di musnahkan alias Abadi maka pada hakekatnya hidup anda adalah abadi. Kematian yang anda alami pada hakekatnya adalah sebagai bentuk perubahan energi menjadi bentuk lain. Suatu perjalanan panjang menuju alam yang lain. Wallahu A’lam.

Manusia adalah mahluk istimewa yang mempunyai energi dinamis. Berbeda dengan mahluk mati di sekeliling anda, batu, pasir, komputer yang sedang anda gunakan merupakan massa energi statis. Manusia mampu memancarkan energi sekehendak pikiran mereka. Lihatlah anda bebas memancarkan energi apapun melalui pikiran, perasaan dan jiwa anda. Anda bebas menentukan pilihan takdir anda sendiri.

Manusia adalah mahluk energi dinamis. Coba bayangkan jika anda tersusun dari kumpulan organ, organ terbentuk dari kumpulan molekul kemudian sel, kemudia DNA, kemudian atom, kemudian energi. Itulah keajaiban penciptaan manusia yang luar biasa. Pikiran bersifat energi atau magnetis dan pikiran mempunyai frekuensi.

Selama anda berpikir , pikiran itu dikirim ke semesta, dan pikiran-pikiran itu akan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim keluar akan kembali ke sumber asalnya. Dan sumber itu adalah anda sendiri.

Anda mulai paham, bahwa andalah penentu takdir anda sendiri bukan orang lain. Anda bertanggung jawab 100% terhadap pilihan anda. Anda bertanggung jawab terhadap kesuksesan dan keberhasilan anda.

Manusia di takdirkan mewarisi bumi dan segala isinya. Lihatlah bumi berputar di orbitnya untuk anda. Lautan mempunyai pasang surut untuk anda. Burung bernyanyi untuk anda. Matahari terbit dan terbenam untuk anda. Bintang-bintang gemerlapan untuk anda. Setiap hal indah yang anda lihat, setiap peristiwa ajaib yang anda alami, semua ada disana untuk anda.

Semua syarat untuk kelimpahan sudah disediakan oleh sunnatullah dalam hukum semesta untuk anda. Alam menyediakan kelimpahan untuk anda dalam jumlah tak terbatas. Yang menyebabkan anda tidak berkelimpahan adalah pikiran anda sendiri yang membatasinya.

Semuanya tak terkecuali mempunyai hak untuk sukses. Saya, anda bahkan pengemis jalanan mempunyai hak yang sama. Semesta hanya menyediakan kelimpahan untuk anda yang memang memantaskan diri untuk mendapatkannya. Siapkan diri anda, pantaskan diri anda untuk berkelimpahan, dimulai dari pikiran anda. Karena anda layak mendapatkannya.


Kuncinya adalah anda

Seperti dikatakan sebelumnya anda bertanggung jawab 100% terhadap keberhasilan anda. Apapun itu, baik karier, kondisi kesehatan, banyaknya uang, penghasilan dan semuanya adalah tanggung jawab anda.

Dan kegagalan yang anda alami dan sebagian besar orang alami adalah karena anda menyalahkan sesuatu di luar kita sendiri. Anda benar-benar telah memancarkan gelombang negative dan itu berlangsung terus menerus bahkan anda tidak menyadarinya. Anda menyalahkan orang tua yang menurut anda tidak memberikan pendidikan sampai perguruan tinggi, anda menyalahkan atasan anda, teman anda, klien anda, pasangan anda. Anda menyalahkan cuaca, kondisi ekonomi, bahkan anda menyalahkan takdir yang anda pilih sendiri. Apapun anda salahkan dan jadikan kambing hitam tanpa mau melihat ke sumbernya sendiri yakni anda.

Sudahkah anda paham?

Sudah saatnya anda berhenti mencari jawaban diluar diri anda. Jawaban mengapa anda belum menemukan kehidupan dan hasil yang anda inginkan karena anda sendiri yang menciptakan kondisi demikian. Sekali lagi anda adalah actor utamanya bagi keberhasilan anda bukan orang lain.

Andalah yang menciptakan pilihan, pilihan andalah yang menyebabkan situasi yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan. Andalah yang memilih untuk membaca tulisan ini. Semuanya tentang pikiran anda yang menjelma menjadi perbuatan yang anda pilih. Bahkan anda bisa membongkar dan menciptakan pilihan-pilihan lain sesuka anda dan konsekuensi sebagai hukum sebab akibat adalah tanggung jawab anda.

Artikel Terkait



2 comments: