Feb 27, 2012

Kisah nyata, Ajaib Menikah Memperlancar rejeki


Menikah?

“Pengin sih, tapi entar dulu deh”.
“Saya belum siap”.
“Saya takut tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga nantinya”
“Khan Saya belum kerja tetap”

Itu alasan saya dahulu menunda menikah, anda mempunyai alasan yang sama?
Atau beda?

Simak kisah nyata di bawah ini.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Semoga bisa menjadi hikmah dan pelajaran. Bahwa seperti Janji_Nya, bahwa jika kita menikah maka Allah, akan mencukupkan rejekinya.

Umur 29 tahun saya belum menikah. Tentu saja saya malu karena teman-teman lainnya sudah menikah. Akhirnya sebisa mungkin saya harus menabung untuk membiayai pernikahan. Akhirnya saya berdoa kepada Allah SWT dimana selama ini saya sering melupakan Nya. Saya butuh teman untuk hidup. Saya berdoa dengan khusuk dan sungguh-sungguh supaya di berikan jodoh yang baik. Maret 2009 saya berkenalan dengan seorang gadis cantik, Alhamdulillah perkenalan lancer dan bersedia saya lamar. Puji sukur kepada Allah SWT karena begitu cepat mengabulkan doa kami.

Malang tak dapat ditolak, 1 bulan sebelum pernikahan saya dipecat di perusahaan tempat saya bekerja karena masalah performance. Panic saya menghadapinya. Bagaimana mungkin sebulan sebelum nikah saya dipecat, mau makan apa anak istri saya nantinya?? Batin saya waktu itu. Disinilah awal titik balik spiritual saya.

Bagaimana kalau kita beserta Allah SWT maka Allah SWT juga beserta kita. Saya berdoa sampai menangis mengadukan permasalahan saya kepada Allah SWT.
Akhirnya seminggu sebelum pernikahan saya diterima bekerja diperusahaan lain sebagai pekerja lapangan mengurus masalah proyek. Syukur Alhamdulillah lega hati saya. Berkali-kali Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa saya. Akhirnya kami menikah pada bulan Oktober 2009 dan istri hamil 5 bulan kemudian.

Menikah dan mempunyai keturunan memperlancar rejeki (sebuah bukti)
Sidang pembaca yang budiman, ternyata benar janji Allah bahwa menikah dan memiliki keturunan akan memperlancar rejeki. Bagaimana sebelum menikah saya adalah pengangguran dan setelah menikah bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang cukup besar dengan standard gaji yang lumayan. Dan setelah istri saya hamil ada saja rejeki yang dikaruniakan kepada kami. Baik berupa kenaikan gaji, bonus yang cukup besar dan lain-lain. Subhanallah…

Setelah 9 bulan 7 hari istri saya melahirkan anak pertama saya. Selama itu kami menunggu dengan bahagia dengan harapan menjadi anak yang shaleh. Yah, anak kami laki-laki persis seperti yang kami minta dan doakan. Sungguh saya menangis haru atas karunia tak terhingga, bahwa selama ini Allah selalu mendengar doa kami. Menangis haru atas kelahiran bayi kami yang mungil dan lucu. Terharu mendengar tangisan bayi yang lugu. Ini anak saya yang akan kami banggakan kepada dunia.

Tanpa kesulitan kami bayar semua biaya persalinan, dan 7 hari kemudian kami syukuran memotong 2 kambing jantan. Mengundang tetangga dan sanak saudara. Betapa sempurna kehidupan kami waktu itu. Puluhan juta kami keluarkan untuk persalinan dan syukuran. Jumlah itu buat kami waktu itu cukup banyak, namun Alhamdulillah ada saja rejeki yang kami terima. Sungguh benar bahwa anak juga membawa rejeki.

Dan sampai sekarangpun rezeki kami mengalir deras. Bahkan melebihi dari perkiraan saya. Dari yang sering ngutang dan sekarang
  • Bekerja pada perusahaan besar, gaji besar bonus besar
  • Mempunyai total 7 usaha/bisnis (sekarang sudah berkurang)
  • Pernah mempunyai sekitar 7 karyawan
  • Rumah, tanah, kendaraan dengan total asset ratusan juta.
Untuk pembaca yang belum menikah percayalah bahwa jika kita memang berniat untuk mengendalikan syahwat dan mengikuti sunah rasul, insya Allah akan dicukupkan rejekinya. Pasti itu.. dan jangan takut punya anak karena anak juga membawa rejeki. Bahkan ketika kehamilan istri saya menginjak 6 bulan rejeki mengalir deras kepada kami. Gaji naik, karir naik dan bonus yang besar saya terima setiap bulan. Bahkan terus naik dan bertambah seiring kelahiran anak pertama kami.

Sebagai muslim sudah sepatutnya kita yakin akan kebenaran Allah dan Rosulnya. Bahwa menikah akan memperlancar rejeki.

Mari kita mulai dengan ayat suci Al Qur’an sbb
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” QS An-Nuur: 32

Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab ra berkomentar,
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya”

Nabi saw juga menguatkan ayat tersebut. Sabda beliau,
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu

Sabda beliau yang lain:

“Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka”

Namun sayangnya, masih ada muslim yang berpikir berumah tangga sebagai beban. Sebagian di antara mereka berpikir, “saya akan menyenangkan orang tua dahulu dengan penghasilan saya baru menikah”. Padahal, kalau mau lebih bisa menyenangkan orang tua ya menikah. Selain menyenangkan dengan penghasilan lebih, menyenangkan orang tua dengan istri yang shalihah, anak yang lucu, cucu yang ngegemesin.

Baca kisah lainnya dari sahabat adhinbusro.com, sedekah memancing datangnya jodoh.

Bagaimana? Punya cerita lain?

Apakah anda tertantang?



Artikel Terkait



13 comments:

  1. kok saya ga begitu ya mas ??
    setelah menikah saya malah kehilangan pekerjaan saya... ini udah 8 bulan saya tidak bekerja... yang ada malah bertambah rasa khawatirnya, bukan rizki nya.. atau mungkin rizki yg dimaksud bukan yang seperti mas gambarkan ???
    saya agak heran dengan sesuatu yang terlihat saling bertentangan.. di satu sisi Alloh berfirman bahwa menikah akan memperluas rizkiny.. tetapi di sisi lain Alloh juga berfirman bahwa setiap insan akan diuji dengan rasa khawatir, kelaparan dsb.. kok itu seperti tidak saling menjelaskan melainkan saling mempertentangkan??? ataukah Alloh telah meninggalkan hambaNya ini ??? galau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapak Ground Zero

      Nanti kita bahas ya??
      Tunggu tanggal mainnya. Sekarang yang perlu dilakukan adalah yakin. Letakkan rasa pada yakin bahwa rezeki anda segera terbuka.

      Sama seperti kata-kata "Maaf ni bukan sombong ya... bla bla bla" Artinya dia sombong
      "Saya sudah tawakal kok rasanya tidak ada rezeki tak terduga" Artinya dia belum tawakal

      Kalau saya berpikir sama seperti anda maka saya juga akan komplain "Kok mau nikah tapi malah dipecat??" Artinya saya tidak yakin

      Maka letakkan rasa anda pada "Yakin" bahwa rezeki anda akan terbuka secepat keyakinan anda

      Delete
  2. Artikel nya bagus mas.. :) saya percaya dgn tulisan yang mas tulis, kl kita yakin pasti Allah akan kasih jalan.. Saya juga ingin segera menikah, tapi blm cukup biaya.. Hehe

    ReplyDelete
  3. Ceritanya mmbuat semangat, gk harus nunggu mapan dulu untuk menikah. Semoga takdir baiknya dpat menular pda sya, aamiin...

    ReplyDelete
  4. 3 hari lagi saya akan menikah & saat ini saya pengangguran ... saya sadar akan kekurangan saya --> karena usaha saya kurang maksimal & saya tidak mau dekat dengan allah ... yg dekat saja dengan allah terkadang belum dijamah doa2nya ... bagaimana dgn saya ... tapi yaa hidup harus di jalani walau badai / pelangi di depan mata akan datang ... semoga kita semua selalu di bantu oleh allah swt dalam segala masalah apapun ... amin

    ReplyDelete
  5. setuju sekali dengan artikel yang mas tulis..Alhamduliillah saya juga mengalami hal yang sama ,,,setelah menikah rejeki bertambah bahkan diluar yang kita bayangkan...

    ReplyDelete
  6. kok sayang sekali egk bisa di share ya artikel ini.

    ReplyDelete
  7. oh bisa di share ternyata, sippp deh.

    ReplyDelete
  8. 1 minggu lagi saya akan menikah...semoga allah membukakan pintu rezki untuk kami kedepannya..amiin

    ReplyDelete
  9. Pikiran saya sudah sangat lelah nggak mau ambil resiko lagi nekat nekatan. Hidup bikin sante saja. Karena nyatanya saya sering berdoa minta is a is a menjauh gagal doa, berdoa lagi is b gagal lagi tak terkabul, Sampe c d e f g gagal semua tak terkabul. Sudah sedekah, solat dhuha, usaha ya puluan tahun hidupku sama saja. Saya jadi malu dengan tetangga sox bicara sedekah sox bicara solat dsb.

    ReplyDelete
  10. Klo boleh berbagi dan bertukar pikiran dengan antum" dan ukhti" disini, saya sangat setuju dengan artikelnya, karena sahabat rasul pun syaidina Ali pernah berkata dalam perkataanyaAmaka kenalilah dirimu terdahulu baru kamu mengetahui siapa yg menciptakan dirimu, karena akan tertanam cahayanya bukan dzatnya dalam hatimu, sehingga engkau selalu mudah mendaptkan segala sesuatunya, logika kalau antum jalan di tempat gelap pasti antum gak akan bisa lihat dan pasti tersesat, tapi klo punya cahaya pasti mudah untuk berjalan, klo bicara soal shalat dan sedekah sahabat rasul syaidina ali pun pernah berkata, tidak ada bala dan musibah secepat sedekah, disini di kroscek kembali saat bersedekah apakah antum sering memikirkan, meminta kepada Allah setelah memberi segala isi kandungan dalam Al-Quran itu selalu benar adanya tetapi menjadi sebuah ujian juga bagi si pembaca , tetapi klo dia mau bertafakkur maksud yg di sampaikan dalam Quran dan mengkajinya maka hidupnya pun pasti beruntung seperti pak adhin busro, jgn mengeluh kenapa begini apa doa gak di kabul kenapa bukan sperti itu cara meminta, hulangkan dulu hasad, hasut, iri dengki dalam hati, lalu harta pada mu yg mungkin belum kamu zakatkan, atau kita sering mengucap nazar yg belum terbayar naudzubillah, ada harta yg bercampur dengan harta maksiatmu, kurang yakinmu dan banyak mintamu, sebelum hatimu bersih, belajarlah mengolah diri, membersihkan hatikarena dengan kebersihan hati sama saja kamu telah menunaikan shalat, apasih arti shalat klo masih dengki hatinya masih ngomongin orang, kurang terima, silahkan dikaji sendiri, jgn kau tunaikan sunnahnya klo kewajibannya aja kamu belum berdiri tegak, jadilah orang” yang bijak, dapat menjaga diri agar sehat lahir dan bathinnya dan dekat dengan yang maha Pencipta ALLAH SWT Aamin

    ReplyDelete