Feb 25, 2012

Tanda kebesaran Tuhan "Bulan"




Malam itu adzan isya berkumandang di masjid dekat tempat tinggal kami. Beberapa saat kemudian saya berwudhu dengan niat untuk shalat isya berjamaah di masjid. Malam itu bulan bersinar terang, bulat hampir penuh. Terang menerangi bumi.


Sambil berjalan ke masjid saya melihat bulan itu. Sebuah bulatan bercahaya sebesar bola sepak, paling tidak itulah sebesar penglihatan ku. Padahal ukuran aslinya cukup besar, paling tidak seperlima ukuran bumi. Kelihatan rata, padahal aslinya banyak bukit dan lembah yang dalam akibat hantaman meteor.

Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.

Di samping data-data tersebut, yang menurut saya ajaib, mengapa bulan terus bergerak, terbit dari timur dan tenggelam ke barat.

Mengapa?
Ada pendapat?

Seperti ada kekuatan Maha Dahsyat yang menggerakkannya.

Dan bercahaya terang, dan yang pasti menerangi manusia di bumi pada malam hari
Padahal katanya, manusia adalah mahluk yang hebat. Tetapi kenyataannya dari dahulu sampai sekarang tidak bisa menghentikan sedetikpun pergerakan bulan. Sedetikpun
Coba renungkan ini…

Atau anda yang sudah merasa hebat, lulusan perguruan tinggi di Jerman, coba ajak semua ilmuan seluruh dunia untuk menghentikan bulan barang sedetik saja… khan katanya manusia adalah mahluk yang hebat. Bisa ndak?

Tetapi bulan sepertinya tunduk kepada kekuatan Yang Maha Dahsyat. Dan tidak kuasa menolak perintah untuk berputar mengelilingi bumi dari jutaan tahun yang lalu sampai sekarang. Tidak ada lelahnya. Seolah-olah tunduk setunduk-tunduknya dan tidak punya pilihan lain. Sang bulan saya lihat benar-benar takut kepada hukum yang mengikatnya. Bulan benar-benar takut untuk sedikit saja berbelok arah dari garis edarnya, takut kepada perintah Tuhannya. Bulan beredar persis di garis edarnya untuk menerangi manusia. Tunduk kepada Tuhannya untuk memberi manfaat kepada manusia.

Bandingkan dengan kita sebagai manusia. Manusia diberikan kebebasan untuk melakukan apapun yang dia suka. Bebas untuk mengakui Kebesaran Allah atau berpaling.

Apakah anda pernah berpikir seperti itu?

Pernah tidak?

Atau apa yang melalaikan sebagian besar dari kita?

Coba pahami ini…

Bulan, matahari dan alam semesta mempunyai kemampuan untuk tidak tunduk kepada kita, dan hanya tunduk kepada Perintah Penciptanya serta tidak mampu menentang barang sedikitpun kehendak Pencipta. Matahari tidak mampu terbit dan terbenam semaunya sendiri demikian pula bulan dan bintang. Hujan dan lahan tidak mampu untuk menolak tumbuhnya tanaman.

Dan manusia sekali-kali tidak dapat menghentikan pergerakan bulan walau sedetikpun. Dibalik itu sebenarnya ada hikmah yang luar biasa besar dalam hal ini. Ada tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam alam semesta. Namun kebanyakan dari kita lalai dalam memperhatikan tanda-tanda Kekuasaan Allah.

Dan ini disinggung dalam Firman Allah dalam surat Al Ankabut ayat 61.

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab, “Allah”, Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Al Ankabut 63

Maksud kami, sekali-sekali cobalah merenung dan berpikir tentang alam semesta yang kita diami ini. Apa tujuan dari penciptaannya. Janganlah kita mudah dipalingkan dari kehidupan dunia. Penciptaan bulan dan alam semesta adalah bukti adanya Sang Pencipta. Allah Azza Wajalla.

Betul??
Ada pendapat?????

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan
prof. Dr. M. Mutawalli Asy-Sya’rawi.’Bukti-Bukti Adanya Allah. Gema Insani Press. 1999

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment