Feb 28, 2012

Berhenti Mengeluh, Berhenti Berdalih


Berhenti berdalih

Anda pernah mengeluh?

Atau berdalih terhadap kegagalan anda?

Pantesan dia kaya, modalnya gede

Gue? Jangankan modal, buat makan aja susah.
Bukanya gak mau bisnis,


Keluar kerja?
Wah bisa berabe, utang aja masih numpuk
Gimane anak istri bisa makan?

Jika anda mengerti andalah yang memancarkan energi ke semesta, andalah yang bertanggung jawab mulai sekarang berhenti berdalih dan menyalahkan keadaan di luar diri anda. Selamanya.. anda harus yakin bahwa anda mempunyai kekuatan untuk membuatnya lain, untuk membuatnya dan melakukannya dengan benar sehingga hasilnya bisa seperti yang anda pikirkan. Tidak ada alasan buat anda apalagi orang lain. Siapa yang mahu tahu? Tidak ada.

Masa lalu sudah lewat. Pikiran dan tindakan anda di masa lalu yang terjadi saat ini sudah tidak ada gunanya. Yang penting saat ini, sekarang ini anda harus memikirkan dan memilih dengan benar. Jika hasil yang anda inginkan tidak sesuai bayangan anda mulailah bertanya kepada diri sendiri bukan menyalahkan kondisi di luar kendali anda. Ada yang salah dari diri anda yang harus anda perbaiki ke depannya. Jika anda tidak menyukai hasil anda, ubahlah reaksi anda.

Semua hal yang sudah mewujud dalam kehidupan anda merupakan hasil cara anda bereaksi terhadap sebuah peristiwa yang terjadi sebelumnya. Andalah yang mengendalikan pikiran yang anda pikirkan, bayangan yang anda visualisasikan dan tindakan yang anda ambil. Cara anda mempergunakan tiga hal tersebut menentukan takdir anda.

Anda takkan menjadi sukses jika anda terus menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya. Jika anda ingin menjadi pemenang anda harus mengakui bahwa andalah yang melakukan tindakan, anda yang memikirkan, anda yang menciptakan perasaan dan mengambil pilihan yang membawa anda ke situasi anda sekarang. Anda pelakunya.


Berhenti mengeluh

Mengeluh adalah kebiasaan orang yang merasa kurang terhadap pencapaian saat ini dan merasa iri terhadap keberhasilan orang lain. Misalkan, saya tidak kaya karena hanya karyawan, dan dia kaya raya karena seorang pengusaha, sebenarnya saya menyukai menjadi seorang pengusaha tapi bagaimana mungkin modal tidak punya dan lagi resikonya besar. Artinya adalah dia tidak mencintai pekerjaanya dan menginginkan menjadi seorang pengusaha dikarenakan itulah panggilan jiwanya. Dia tidak bertanggung jawab untuk menciptakan keadaan itu. Dia banyak mengeluh dan berdalih.

Semesta benar-benar memberikan persis seperti apa yang dia pikirkan.

Jika anda yakin bahwa ada sesuatu yang anda cintai dan anda yakin bahwa itu dapat memberikan uang lebih banyak, rumah lebih besar dan kehidupan ideal yang anda dambakan mengapa anda tidak mau mengambil resiko yang diperlukan untuk menciptakannya? Anda bisa menjadi seperti bayangan diri anda yang ideal menurut ukuran anda sendiri, syaratnya sederhana anda harus berubah.

Tidak gampang?

Perubahan itu akan menanggung resiko menganggur, ditinggalkan, diejek, ditentang, gagal. Anda bisa menghabiskan uang anda, tenaga dan waktu anda. Ada dua energi yang akan anda pancarkan. Hanya ada dua pilihan menerima kenyataan bahwa anda tetap memilih situasi dan pekerjaan anda sekarang yang selalu anda keluhkan atau bertanggung jawab untuk mengambil resiko untuk menciptakan kehidupan yang anda inginkan. Jika anda ingin beranjak dari situasi yang tidak menyenangkan tentu saja anda harus mengambil resiko itu. Jika anda fokus pada hasil akhir, merasa bahagia dan seolah-olah sudah menerima apa yang anda impikan bahkan resiko yang anda ambil terasa begitu ringan dan anda menikmatinya. Karena anda yakin itu hanyalah proses menuju impian anda.

Ingatlah anda yang menentukan apakah anda akan melakukan perubahan atau tidak. Apakah anda akan melakukan sesuatu yang lain atau tidak. Semesta tidak menahan sesuatu untuk anda karena andalah yang menahannya dengan pilihan anda. Anda harus berani menciptakan perubahan.

Bahkan Allah telah berfirman

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Bagaimana?
Apakah anda mau berubah???

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment